Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Tak Sekadar Konser, YE Live in Jakarta Buka Peluang Ekonomi dan Pariwisata

4 min read
Tak Sekadar Konser, YE Live in Jakarta Buka Peluang Ekonomi dan Pariwisata
Instagram.com/rawvision.collective
  • YE Live in Jakarta diproyeksikan menghadirkan lebih dari 30.000 pengunjung, termasuk lebih dari 20.000 orang dari luar negeri.

  • Sekitar 5.000 tenaga kerja Indonesia terlibat dalam produksi dan operasional konser, dari teknisi hingga petugas kebersihan.

  • Konser ini berpotensi membuka peluang bagi transportasi, akomodasi, kuliner, ritel, pariwisata, UMKM, dan industri kreatif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konser musisi internasional nggak hanya menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar, tetapi juga bisa membawa dampak bagi kota tempat acara tersebut digelar. Mulai dari hotel yang ramai dipesan, restoran yang kedatangan lebih banyak pelanggan, hingga para pekerja di balik layar yang ikut memastikan pertunjukan berjalan lancar.

Hal ini juga menjadi salah satu hal yang disoroti menjelang YE Live in Jakarta, yang akan digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Dalam konferensi pers pada Kamis (22-10-2026), Raw Vision Collective selaku promotor acara membagikan sejumlah persiapan dan potensi dampak dari konser tersebut bagi Indonesia.

  1. Diprediksi Mendatangkan Lebih dari 30 Ribu Pengunjung

    Foto 2A.png
    Dok. Raw Vision Collective

    YE Live in Jakarta diproyeksikan akan menarik lebih dari 30.000 pengunjung dari luar Jakarta, termasuk lebih dari 20.000 pengunjung dari luar negeri. Kehadiran mereka diperkirakan turut menggerakkan berbagai sektor usaha selama akhir pekan konser.

    Bukan hanya transportasi dan akomodasi, bisnis kuliner, ritel, hingga pariwisata juga berpotensi ikut merasakan dampaknya. Para pengunjung yang datang dari luar kota maupun negara tentu membutuhkan tempat menginap, makanan, transportasi, serta kesempatan untuk menjelajahi Jakarta di sela-sela agenda konser.

    Bagi Jakarta, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensinya sebagai destinasi bagi pertunjukan musik berskala internasional.

  2. Sekitar 5.000 Pekerja Lokal Terlibat dalam Persiapan Konser

    Foto 2B.png
    Dok. Raw Vision Collective

    Di balik pertunjukan megah, ada banyak orang yang bekerja agar semuanya berjalan sesuai rencana. Dalam penyelenggaraan YE Live in Jakarta, sekitar 5.000 tenaga kerja Indonesia diperkirakan terlibat dalam berbagai fungsi produksi dan operasional.

    Mereka berasal dari beragam bidang, mulai dari instalasi panggung, teknisi suara dan tata cahaya, kru LED dan video, logistik, hingga pengemudi truk. Selain itu, ada pula petugas keamanan, tenaga medis, usher, dan petugas kebersihan yang berperan dalam mendukung jalannya acara.

    Keterlibatan ribuan pekerja ini memperlihatkan bahwa konser berskala internasional membutuhkan banyak peran di luar musisi yang tampil di atas panggung.

  3. Peluang bagi UMKM dan Pelaku Usaha Lokal

    Foto 1.png
    Dok. Raw Vision Collective

    Dampak konser juga berpotensi dirasakan oleh para pelaku usaha di sekitar Jakarta. Meningkatnya kebutuhan pengunjung selama akhir pekan dapat membuka peluang bagi pengemudi taksi dan transportasi daring, hotel, guest house, restoran, kafe, pedagang kaki lima, hingga toko ritel.

    Karen Tjahja, Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, menekankan bahwa orang-orang yang bekerja di dalam maupun di luar area GBK merupakan bagian penting dari penyelenggaraan konser ini.

    Menurutnya, mulai dari kru yang membangun panggung hingga pengemudi dan pemilik usaha kuliner, semuanya turut berkontribusi dalam menyambut para pengunjung.

    Dengan begitu, pengalaman konser bukan hanya tentang apa yang terjadi di dalam stadion, tetapi juga tentang berbagai aktivitas dan interaksi yang terbentuk di sekitarnya.

  4. Ada Rangkaian Road to YE Live in Jakarta

    WhatsApp Image 2026-10-23 at 13.21.01 (1).jpeg
    Popbela.com/Windari Subangkit

    Sebelum konser utama digelar, Raw Vision Collective juga menghadirkan sejumlah kegiatan Road to YE Live in Jakarta dalam beberapa bulan terakhir, termasuk aktivasi di Car Free Day dan pertunjukan Tunnel Vision: An Ode to YE di underpass SCBD pada 18 Oktober 2026.

    Pertunjukan tersebut dipimpin oleh Tony Williams, vokalis sekaligus produser peraih Grammy Award yang telah berkolaborasi dengan YE sejak album The College Dropout.

    Menariknya, acara ini mempertemukan musisi internasional dengan talenta Indonesia melalui interpretasi baru atas karya-karya YE. Musik yang ditampilkan memadukan paduan suara kontemporer dengan elemen musik tradisional Indonesia, seperti gendang.

    Rangkaian ini menjadi bagian dari upaya membangun antusiasme menjelang konser sekaligus menghadirkan ruang kolaborasi bagi musisi dari latar belakang berbeda.

  5. Persiapan Konser Terus Berjalan di GBK

    SaveClip.App_841140439_18088248023499821_7565251977545605782_n.jpg
    Instagram.com/rawvision.collective

    Menjelang hari pelaksanaan, persiapan produksi di GBK telah berlangsung. Penyelenggara kini berfokus memastikan seluruh aspek operasional berjalan dengan baik agar penonton dapat menikmati konser dengan aman dan nyaman.

    YE Live in Jakarta juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, serta sejumlah sponsor dan mitra.

    Melalui kolaborasi berbagai pihak, konser ini diharapkan bukan hanya menjadi momen spesial bagi para penggemar, tetapi juga membuka peluang bagi tenaga kerja, pelaku usaha, dan industri kreatif Indonesia.

    Gimana, makin excited nggak sih menonton langsung konser YE Live in Jakarta, besok?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More