Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Fakta dan Sinopsis Film 'Hasut', Teror Horor Psikologis Tanpa Mengandalkan Sosok Hantu

4 min read
Fakta dan Sinopsis Film 'Hasut', Teror Horor Psikologis Tanpa Mengandalkan Sosok Hantu
Hasut (dok. Tuta Films/Hasut)
  • Film Hasut menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma, mengusung horor psikologis reflektif tanpa penampakan hantu dan banyak berlatar siang hari di hutan.

  • Cerita mengikuti empat sahabat yang menjalani ritual healing di hutan, tetapi suara-suara hasutan memicu kecurigaan, membuka luka lama, dan merusak kepercayaan mereka.

  • Dibintangi Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova, Hasut dikembangkan selama 15 tahun dan tayang di bioskop sejak 8 Oktober 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film horor dengan pendekatan psikologis semakin menarik perhatian karena menawarkan bentuk ketakutan yang berbeda dari horor konvensional. Salah satu judul yang menarik untuk disimak adalah Hasut, film yang mengedepankan nuansa mencekam tanpa menampilkan sosok hantu serta didominasi latar di siang hari. Konsep ini memberikan warna tersendiri, sekaligus mengajak penonton merasakan ketegangan dari sisi yang berbeda.

Bagi pencinta film horor dengan cerita yang mengusik pikiran, Hasut menjadi salah satu film yang menarik untuk ditonton. Berikut fakta dan sinopsis film Hasut yang perlu kamu ketahui!

  1. 1. Debut sutradara Ilya Sigma

    Alasan Sutradara Hasut Ambil Latar Hutan, Sajikan Horor di Siang Hari.jpg
    Ilya Sigma dan cast film "Hasut" di XXI Senayan City, Jakarta, Kamis (10/9/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Film Hasut menandai babak baru bagi Ilya Sigma yang merangkap sebagai penulis sekaligus sutradara. Melalui karya debut penyutradaraannya ini, ia ingin menghadirkan sudut pandang horor yang lebih reflektif dan dekat dengan sisi psikologis manusia. Alih-alih sibuk memunculkan wujud hantu secara fisik, ia memilih untuk fokus mengeksplorasi sisi psikologis manusia yang jauh lebih dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

    “Film Hasut akan menyajikan konsep horor yang unik karena secara adegan banyak terjadi di siang hari, dengan setting hutan, dan nuansa misteri yang dibangun dari suara-suara yang muncul, alih-alih entitas seperti yang ada di kebanyakan horor saat ini. Saat menonton film ini, kita justru akan berefleksi, karena ini adalah horor-misteri yang mengikuti perjalanan manusia,” ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma, mengutip dari rilis yang Popbela terima pada 10 September 2026.

  2. 2. Teror horor di siang bolong dan latar hutan yang dominan

    Siapa saja pemain film Hasut.jpg
    Hasut (dok. Tuta Films/Hasut)

    Sebagian besar film horor lokal biasanya lekat dengan suasana malam hari yang gelap gulita untuk membangun ketakutan dan ketegangan. Akan tetapi, film ini justru mengambil latar siang hari di tengah rimbunnya area hutan. Hutan yang tampak asri tersebut perlahan-lahan berubah menjadi tempat yang penuh ancaman dan tekanan mental. Pilihan latar ini sengaja digunakan untuk mempresentasikan alam bawah sadar manusia yang seringkali menyimpan berbagai luka batin dan trauma masa lalu.

  3. 3. Mengandalkan teror auditif

    Kapan tanggal rilis film Hasut.jpg
    Hasut (dok. Tuta Films/Hasut)

    Alih-alih mengandalkan penampakan fisik makhluk halus yang menyeramkan, teror dalam film ini dibangun murni melalui elemen suara atau kekuatan auditif. Suara-suara tak terlihat tersebut bertugas untuk menghasut para karakternya, memicu kecurigaan, hingga membuat mereka saling serang dan melukai satu sama lain. Pendekatan ini membuat atmosfer mencekam terasa jauh lebih nyata dan dekat dengan ketakutan psikologis manusia.

  4. 4. Jajaran bintang papan atas dengan karakter menantang

    Sinopsis Film Hasut, Rachel Amanda Kesurupan di Tengah Hutan.jpg
    Hasut (dok. Tuta Films/Hasut)

    Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris ternama Indonesia, yaitu Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Karina Salim berperan sebagai Vira, seorang healer yang memimpin perjalanan penting tersebut. Sementara itu, Rachel Amanda tampil totalitas sebagai Rere, karakter yang menyimpan luka masa lalu dan harus melakoni adegan fisik yang cukup menguras tenaga seperti berguling hingga diikat di pohon.

  5. 5. Memakan proses kreatif hingga 15 tahun

    Alasan Sutradara Hasut Ambil Latar Hutan, Sajikan Horor di Siang Hari.jpg
    Ilya Sigma dan cast film "Hasut" di XXI Senayan City, Jakarta, Kamis (10/9/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Di balik premis ceritanya yang segar dan matang, penggarapan film ini ternyata membutuhkan dedikasi waktu yang luar biasa panjang. Pengembangan naskah serta proses kreatif untuk mematangkan konsep Hasut memakan waktu hingga 15 tahun lamanya. Naskah tersebut ditulis oleh Priesnanda Dwisatria bersama Ilya Sigma, yang awalnya terinspirasi dari pengalaman pribadi Priesnanda saat mendaki gunung semasa kuliah menggunakan Handy Talkie (HT). Menariknya, Priesnanda juga mengungkap bahwa ide awal cerita ini sebenarnya masih berada di wilayah horor konvensional yang mengandalkan elemen jumpscare. Seiring berjalannya waktu, gagasan tersebut berkembang matang hingga akhirnya memilih jalur horor psikologis tanpa hantu yang lebih unik dan segar.

  6. Sinopsis film 'Hasut'

    Empat orang sahabat pergi ke tengah hutan untuk menjalani sebuah ritual penyembuhan (healing) demi mengatasi masalah serta luka batin masing-masing. Alih-alih mendapatkan kedamaian yang dicari, perjalanan tersebut justru berubah menjadi misteri yang perlahan menggerogoti rasa percaya di antara mereka. Di tengah hutan, suara-suara hasutan mulai bermunculan dan mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya. Ketakutan, luka lama, dan kecurigaan membuat mereka semakin sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada di dalam pikiran mereka. Hutan pun menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan mereka, di mana setiap suara bisa menjadi petunjuk, ancaman, atau bahkan kebohongan yang mematikan.

    Film Hasut sedang tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Penasaran dengan kisahnya? Langsung kunjungi bioskop kesayanganmu, Bela!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More