Memasuki hari kedua membuat saya semakin tak sabar untuk menikmati penampilan demi penampilan musisi yang menjadi lineup hari itu. Seingat saya, pada Sabtu, 4 Juli 2026, saya hadir lebih 'pagi' dibanding hari pertama karena shuttle yang saya tumpangi tak ingin terkena macet imbas dari membludaknya penonton Prambanan Jazz Festival 2026 hari itu.
Menikmati Merdunya Suara NIKI bersama 35 Ribu Penonton di Prambanan Jazz Festival 2026

- Prambanan Jazz Festival 2026 hari kedua dipadati sekitar 35 ribu penonton yang datang sejak siang untuk menikmati deretan musisi ternama di dua panggung utama.
- Yovie & Nuno membuka sore dengan lagu-lagu nostalgia, disusul Kunto Aji yang tampil syahdu sambil menyuarakan pesan sosial dan semangat saling menjaga antarpenonton.
- Kahitna menghadirkan nuansa romantis sebelum NIKI menutup malam dengan penampilan spektakuler, termasuk kejutan hadirnya sang adik saat membawakan lagu 'High School in Jakarta'.
Benar saja, walau jam menunjukkan pukul 14.30 WIB, suasana di dalam venue sudah padat dan ramai. Antrian booth makanan mengular dan tak sedikit pula yang sudah menggelar alas untuk duduk menikmati sore yang agak panas. Saya pun tak tinggal diam, semakin banyak penonton itu artinya semakin tinggi pula persaingan antar-penonton untuk mendapatkan spot menonton yang nyaman.
Membuka sore dengan nomor-nomor nostalgia bersama Yovie & Nuno

Saya angkat topi dengan creative director Prambanan Jazz Festival 2026 karena berhasil membuat urutan lineup yang ciamik. Sore itu, Rukun Stage dibuka dengan penampilan apik dari Yovie & Nuno. Di tengah teguhnya sore, Yovie & Nuno berhasil memanaskan suasana dengan nomor-nomor nostalgia yang langsung disambut meriah oleh para penggemarnya. Lagu-lagu tahun 2000-an seperti "Menjaga Hati", "Sempat Memiliki", "Dia Milikku", dan "Merindu Lagi" berhasil mengajak penonton bernostalgia sekaligus bernyanyi bersama. Tak ketinggalan, lagu terbaru mereka yang berjudul "Kilometer" juga menghipnotis banyak penonton.
Syahdu bersama Kunto Aji

Tak puas mendengarkan musik yang mengalun syahdu, saya langsung pindah ke Guyub Stage untuk menyaksikan penampilan Kunto Aji. Lagu-lagunya yang banyak menyoroti permasalahan masa kini, tak hanya enak untuk didengar tapi juga seolah turut menyuarakan isi kepala masyarakat yang kian resah belakangan waktu ini. Sambil sedikit-sedikit 'menyentil' kebijakan pemerintah yang dinilai seolah tak berpihak pada kepentingan masyarakat banyak, Kunto Aji juga berpesan agar kami (penontonnya) menjadi lebih kuat, saling jaga, dan saling menolong satu sama lain. Karena, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menolong, bukan?
Romantisnya Kahitna di tengah megahnya Candi Prambanan

Tentu pasti kamu setuju jika juaranya musisi dengan lagu romantis salah satunya adalah Kahitna. Band yang terbentuk selama 40 tahun ini berhasil menyihir para penonton untuk terkesima menikmati nada demi nada dari lagu-lagu romantisnya. Ralat sedikit. Tak semuanya romantis, sih. Lagu patah hati paling menyakitkan seperti "Mantan Terindah" dan "Titik Nadir" juga tak lupa dibawakan sebagai pengingat bahwa kisah cinta juga memiliki pasang-surutnya.
NIKI mengajak 35 ribu penonton untuk sing along
Tibalah saatnya di lineup utama pada Prambanan Jazz Festival 2026 hari kedua. NIKI tampil begitu memuaskan dengan banyak kejutan di performance-nya malam itu. Selain durasinya yang terasa lebih panjang dibanding dengan penampil lainnya, munculnya sang adik di tengah-tengah lagu "High School in Jakarta" membuat penonton makin bersorak meriah. Saking penuhnya, saya bahkan tak sadar sedang berada di lautan 35 ribu penonton yang malam itu datang ke Prambanan Jazz Festival. Lagunya yang enak didengar dan dibawakan di depan Prambanan menambah magis malam itu.






















