7 Perbedaan Butter dan Margarin, Jangan Sampai Salah Pilih untuk Masak dan Bikin Kue

Butter dibuat dari lemak susu hewani, sedangkan margarin berasal dari minyak nabati yang diolah menjadi padat atau semi padat.
Butter cenderung tinggi lemak jenuh dan mengandung kolesterol; margarin umumnya tanpa kolesterol, tetapi kandungan lemak trans perlu dicek melalui label kemasan.
Butter memberi rasa creamy dan aroma susu untuk kue, namun lebih mahal dan mudah gosong; margarin lebih ekonomis, stabil, serta cocok untuk kebutuhan produksi.
Butter dan margarin menjadi dua bahan yang hampir selalu mudah ditemukan di dapur. Keduanya sama-sama memiliki tekstur padat, yang bisa digunakan sebagai olesan maupun menjadi bahan untuk memasak dan membuat kue. Tak heran kalau butter dan margarin masih kerap dianggap sebagai bahan yang sama.
Padahal, perbedaan butter dan margarin cukup banyak. Mulai dari bahan dasar, proses pembuatannya, rasa, tekstur, kandungan lemak, sampai penggunaannya dalam masakan. Pemilihan salah satunya bahkan bisa memengaruhi rasa dan tekstur kue yang dibuat.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan butter dan margarin, dan mana yang lebih baik digunakan?
Table of Content
1. Butter berasal dari susu, margarin dari minyak nabati

Ilustrasi margarin. (britannica.com) Perbedaan butter dan margarin yang paling utama terletak pada bahan dasarnya. Butter atau mentega merupakan produk yang dibuat dari lemak susu hewani, biasanya susu sapi. Krim susu dikocok hingga lemaknya terpisah dari cairan atau buttermilk, kemudian lemak tersebut dipadatkan menjadi butter.
Sementara itu, margarin umumnya dibuat dari minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, kedelai, bunga matahari, atau kanola. Minyak tersebut kemudian diolah agar memiliki tekstur padat atau semi padat pada suhu ruang.
Proses pembuatan margarin dapat menggunakan beberapa metode, termasuk hidrogenasi dan interesterifikasi. Produk margarin modern banyak menggunakan formulasi yang dirancang untuk mengurangi atau menghilangkan kandungan lemak trans.
2. Kandungan lemak butter dan margarin tidak sama

Ilustrasi butter. (britannica.com) Perbedaan butter dan margarin juga terlihat dari kandungan lemaknya. Butter memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi karena berasal dari lemak susu. Butter juga mengandung kolesterol sebagai produk yang berasal dari hewan.
Sementara itu, kandungan lemak dalam margarin dapat berbeda-beda tergantung bahan dan formulasi yang digunakan. Margarin yang berasal dari minyak nabati umumnya tidak mengandung kolesterol dan beberapa produknya memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan butter.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lemak trans. Margarin yang menggunakan hidrogenasi parsial dapat mengandung lemak trans, sedangkan margarin modern sudah diformulasikan tanpa lemak trans dalam jumlah signifikan. Oleh karena itu, selalu cek informasi nilai gizi dan daftar bahan pada kemasan sebelum membeli.
3. Butter punya rasa dan aroma yang lebih khas

Ilustrasi roti panggang yang diolesi butter. (magnific.com/bublikhaus) Soal rasa, butter memiliki karakter yang cukup mudah dikenali. Rasa gurih, creamy, dan aroma susu membuat butter sering digunakan untuk makanan yang membutuhkan rasa lemak yang lebih rich.
Margarin cenderung memiliki rasa yang lebih netral karena berasal dari minyak nabati. Beberapa produk margarin juga ditambahkan perisa untuk memberikan aroma dan rasa yang menyerupai butter.
Perbedaan ini bisa terasa ketika keduanya digunakan sebagai bahan untuk membuat kue. Butter biasanya memberikan aroma yang lebih harum dan rasa yang khas pada cookies, pastry, maupun roti.
4. Tekstur butter dan margarin berbeda

Ilustrasi melelehkan butter di atas fry pan. (magnific.com/serhii_bobyk) Tekstur menjadi salah satu faktor penting dalam memilih antara butter dan margarin. Butter memiliki titik leleh sekitar 32 hingga 35 derajat Celsius sehingga mudah melunak ketika berada di suhu ruang dan cepat meleleh ketika terkena panas.
Margarin memiliki karakter leleh yang berbeda karena dibuat menggunakan lemak nabati dengan formulasi tertentu. Beberapa jenis margarin lebih stabil pada suhu ruang sehingga tetap mudah dioleskan dan tidak cepat berubah bentuk.
Karakter tersebut juga memengaruhi proses pengolahan makanan, terutama ketika butter atau margarin digunakan sebagai bahan dalam adonan kue.
5. Butter cocok untuk kue yang mengutamakan rasa

Ilustrasi bahan-bahan untuk membuat cookies, salah satunya butter. (magnific.com/pressfoto) Butter untuk kue banyak digunakan pada cookies, pastry, croissant, dan berbagai jenis cake. Kandungan lemak serta karakter aromanya dapat memberikan rasa gurih dan aroma susu yang khas.
Butter juga sering digunakan dalam teknik creaming, yaitu mengocok butter bersama gula untuk memasukkan udara ke dalam adonan. Proses tersebut dapat membantu menghasilkan tekstur kue yang lebih ringan.
Margarin juga dapat digunakan untuk membuat kue. Beberapa jenis margarin memiliki tekstur yang lebih stabil sehingga cocok untuk berbagai produk bakery, termasuk adonan yang membutuhkan proses pengolahan lebih lama.
Jadi, kalau ingin mendapatkan rasa dan aroma susu yang kuat, butter bisa menjadi pilihan. Jika lebih mempertimbangkan stabilitas tekstur dan harga, margarin dapat menjadi alternatifnya.
6. Margarin kerap dipilih karena lebih ekonomis

Ilustrasi margarin. (delinua.com) Berbicara soal harga, margarin umumnya lebih terjangkau dibandingkan butter. Faktor ini membuat margarin banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun produksi makanan dalam jumlah besar.
Butter biasanya memiliki harga yang lebih tinggi dan membutuhkan penyimpanan dalam kondisi dingin untuk mempertahankan kualitasnya. Sementara itu, beberapa jenis margarin dapat disimpan pada suhu ruang sesuai petunjuk penyimpanan pada kemasan.
Daya simpan margarin juga cenderung lebih panjang. Namun, baik butter maupun margarin tetap perlu disimpan sesuai petunjuk produsen agar kualitas, rasa, dan keamanannya tetap terjaga.
7. Butter lebih mudah gosong saat dipanaskan

Ilustrasi memotong butter. (magnific.com/magnific) Butter dan margarin sama-sama bisa digunakan untuk menumis, tetapi keduanya memiliki karakter berbeda ketika dipanaskan. Butter mengandung komponen susu yang dapat berubah warna dan bisa gosong pada suhu tinggi.
Maka dari itu, penggunaan butter untuk menumis sebaiknya dilakukan dengan api yang sesuai agar tidak cepat gosong. Butter juga lebih sering digunakan ketika rasa gurih dan aroma khasnya ingin dipertahankan dalam masakan.
Margarin sendiri memiliki formulasi lemak yang berbeda dan pada penggunaan tertentu dapat lebih stabil terhadap panas. Meski begitu, margarin juga bukan pilihan utama untuk memasak pada suhu yang sangat tinggi dalam waktu lama.
Untuk menggoreng dengan suhu tinggi, minyak goreng justru lebih sesuai karena memang diperuntukkan untuk metode tersebut.
Sederhananya, perbedaan butter dan margarin bisa dilihat dari asal bahan, rasa, tekstur, harga, penggunaan, dan kandungan lemaknya. Pilih butter ketika ingin mendapatkan karakter rasa dan aroma yang khas, sementara margarin bisa menjadi pilihan saat membutuhkan bahan yang lebih ekonomis dengan tekstur yang stabil.
Dengan memahami perbedaan butter dan margarin, kamu bisa lebih mudah menentukan bahan yang sesuai dengan resep sekaligus memperhatikan komposisi gizi yang dibutuhkan.





















