Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Menapaki Karier Solo: Dialog Masa Lalu dan Pendewasaan Musik JACOB 'THE BOYZ'

Menapaki Karier Solo: Dialog Masa Lalu dan Pendewasaan Musik JACOB 'THE BOYZ'
Popbela.com/David Andrew
  • JACOB THE BOYZ merilis karya solo perdananya saat kesempatan datang, dengan harapan musiknya dapat menemani penggemar di tengah situasi yang memicu kecemasan.

  • Warna musik solonya memadukan pengaruh pop dari masa tumbuh di Toronto dan pengalaman lebih dari 10 tahun menyerap dinamika K-Pop di Korea.

  • Proyek solo membuat JACOB menyadari pentingnya kolaborasi, sekaligus mendorongnya lebih percaya diri dan berharap THE BOYZ kelak aktif membentuk warna musik grup.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada saatnya seorang pengelana butuh menepi dari riuhnya rombongan untuk mendengar detak jantungnya sendiri. Setelah hampir satu dekade menganyam mimpi dan membagikan panggung bersama THE BOYZ, JACOB akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu baru dalam kariernya. Keputusannya merilis karya solo bukan didasari oleh ambisi yang membumbung tinggi, melainkan sebuah panggilan kedewasaan untuk merayakan kerapuhan, keberanian, dan proses menemukan kembali warna suaranya yang paling jujur.

POPBELA berkesempatan untuk mewawancarai JACOB beberapa waktu lalu. Dalam obrolan hangat itu, JACOB bercerita tentang bagaimana ia menemukan inspirasinya untuk memulai langkah baru yang melahirkan karya solo perdananya. Penasaran, simak selengkapnya berikut ini.

  1. Momen Tepat untuk Menghadirkan Ketenangan Bagi Para Penggemar

    JACOB THE BOYZ
    Popbela.com/David Andrew

    Hampir satu dekade berkarya bersama THE BOYZ, momen keberanian Jacob untuk merilis karya solo datang secara alami. Di tengah dinamika dan ketidakpastian yang sering kali membuat penggemar merasa cemas, JACOB merasa musik adalah cara terbaik untuk hadir merangkul mereka. Kesempatan yang datang lebih cepat dari perkiraannya ini langsung ia sambut dengan tangan terbuka.

    Keinginannya untuk merilis musik sendiri sebenarnya sudah lama terlintas dalam benak. Momen ini menjadi pembuktian bahwa waktunya telah tiba.

    "Aku hanya berpikir, dengan semua yang sedang terjadi, merilis musik mungkin bisa membantu para penggemar merasa tidak terlalu cemas dan bisa menikmati musiknya. Selain itu, aku memang selalu ingin merilis musikku sendiri dan kesempatannya datang jauh lebih cepat, jadi kupikir aku harus melakukannya sekarang," ungkap JACOB.

  2. Leburan Dua Budaya, Sentuhan Pop Toronto dan K-Pop Seoul

    Tumbuh besar di Toronto sebelum akhirnya terbang ke Korea Selatan dan debut sebagai idol memberikan warna tersendiri pada karakter musik JACOB. Masa kecil dan remajanya di Kanada diwarnai oleh paparan musik Pop Barat yang membentuk selera serta pemahamannya tentang struktur lagu yang santai dan catchy.

    Di sisi lain, tinggal di Korea selama lebih dari sepuluh tahun memampukannya menyerap esensi K-Pop yang kaya akan dinamika visual dan harmoni kompleks. Peleburan dua latar budaya ini menghasilkan warna musik solo yang unik, menonjolkan kehangatan Pop Barat namun tetap terasa akrab bagi penikmat K-Pop.

    "Tumbuh besar di Toronto membentuk musik yang aku dengarkan, yaitu sebagian besar musik pop. Aku rasa itu yang membentuk warna musikku hari ini. Lalu, tinggal di Korea selama lebih dari 10 tahun membuatku mendengarkan begitu banyak K-Pop sehingga aku bisa mencampurkan elemen-elemen tersebut," paparnya.

  3. Tetap Rendah Hati dan Pentingnya Kolaborasi

    JACOB THE BOYZ
    Popbela.com/David Andrew

    Proses menjadi seorang solois memberi JACOB pelajaran berharga tentang kualifikasi dirinya yang tidak pernah ia sadari saat masih sepenuhnya berada dalam lingkaran grup. Jika dulu ia merasa bisa menangani banyak hal, kini ia menyadari betapa krusialnya peran orang-orang di sekitarnya dalam merealisasikan sebuah visi artistik.

    Ia menyadari bahwa dirinya bukanlah sosok yang sangat detail atau sensitif terhadap setiap elemen kecil, sehingga kehadiran tim yang solid menjadi kunci utama dalam perjalanan solonya.

    "Aku semakin menyadari bahwa dalam membuat album, merilis karya, hingga video musik, aku bukanlah seseorang yang bisa melakukan semuanya sendirian. Aku butuh bantuan orang lain dan aku akan bekerja lebih baik ketika ada orang yang membantu. Aku sadar bahwa aku tidak sedetail atau sesensitif itu, jadi aku membutuhkan orang-orang yang memiliki sifat tersebut di sekitarku," akunya jujur.

  4. Membawa Energi Baru untuk Karya THE BOYZ di Masa Depan

    JACOB THE BOYZ
    Popbela.com/David Andrew

    Pengalaman menggarap musik solo tidak membuat Jacob melupakan akar utamanya di THE BOYZ. Justru, pemahaman baru yang ia dapatkan selama proses produksi 'j.' memicu semangat baru untuk berkontribusi lebih besar pada karya-karya grupnya di masa mendatang.

    JACOB berharap keberhasilannya dan keterbukaannya dalam mengeksplorasi musik bisa menular kepada anggota grup lainnya. Ia mendambakan masa di mana seluruh member THE BOYZ bisa lebih percaya diri dan terlibat aktif dalam membentuk identitas suara mereka sendiri.

    "Kami belum punya banyak kesempatan untuk menulis musik untuk grup. Jadi aku berharap di masa depan saat kami mengeluarkan album, kami bisa lebih santai dan percaya diri untuk bilang, 'kamu buat yang ini, kamu buat yang itu', dan benar-benar menciptakan warna musik kami sendiri. Itu pasti sangat menyenangkan," ujarnya penuh harap.

  5. Pesan untuk Dirinya Sendiri Satu Dekade Lalu

    JACOB THE BOYZ
    Popbela.com/David Andrew

    Melihat kembali perjalanan panjangnya sejak pertama kali menginjakkan kaki di panggung hiburan pada tahun 2017, Jacob menyadari betapa rasa takut dan kecemasan sempat membayangi langkah kerjanya. Jika diberikan kesempatan untuk menyapa dirinya di masa lalu, JACOB hanya ingin membisikkan pesan tentang pentingnya rasa percaya diri.

    Ketakutan akan penilaian orang lain dulu kerap membuatnya ragu saat menyanyi dan menari di atas panggung. Kini, dengan kedewasaan yang dimilikinya, ia tahu bahwa kunci utama untuk menikmati panggung adalah dengan memeluk kepercayaan diri secara utuh.

    "Aku akan memberi tahu dia untuk mencoba tidak terlalu negatif dan membangun lebih banyak rasa percaya diri. Karena saat baru debut, aku sangat takut dengan apa yang dipikirkan orang lain. Jadi saat bernyanyi dan menari, aku sangat gugup dan ragu. Memiliki rasa percaya diri jelas sangat membantu saat tampil di panggung," tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More