6+ Makanan Buka Puasa Khas Timur Tengah, Inspirasi Menu Iftar yang Kaya Rasa!

Tradisi buka puasa Timur Tengah dimulai dengan kurma dan sup hangat untuk mengembalikan energi secara bertahap.
Hidangan utamanya didominasi nasi berbumbu dan daging seperti mansaf, maqluba, kebab, dan shawarma yang kaya rempah.
Dessert khas Ramadan seperti baklava, kunafa, dan qatayef menghadirkan cita rasa manis autentik yang identik dengan suasana buka puasa.
Menjelang Ramadan, banyak orang mulai sibuk mempersiapkan stok kebutuhan pangan di rumah. Di sisi lain, suasana Ramadan juga identik dengan maraknya pedagang takjil dadakan, mulai dari kolak, gorengan, es buah, hingga aneka jajanan manis yang menggoda di pinggir jalan.
Namun, kalau tahun ini kamu ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di meja makan, tak ada salahnya melirik makanan buka puasa khas Timur Tengah. Kawasan yang menjadi salah satu pusat peradaban Islam ini punya tradisi iftar yang kaya rasa, penuh rempah, dan sarat makna kebersamaan.
Yuk, simak daftar makanannya berikut ini!
Table of Content
1. Kurma

Buka puasa di Timur Tengah hampir selalu diawali dengan kurma dan air putih atau susu. Tradisi ini mengikuti sunah rasul dan telah berlangsung selama berabad-abad. Secara nutrisi, kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Beberapa jenis kurma yang populer antara lain ajwa, yang berwarna lebih gelap dan sering dikaitkan dengan nilai religius tinggi; medjool dengan ukuran besar dan tekstur lembut; serta sukari yang terkenal sangat manis dan sedikit renyah di luar, lembut di dalam.
Selain disantap langsung, kurma juga kerap diolah menjadi campuran minuman atau dessert khas Ramadan.
2. Shorbat adas dan harira

Setelah kurma, menu buka puasa biasanya dilanjutkan dengan sup hangat. Salah satu yang paling dikenal adalah shorbat adas, sup lentil berwarna kuning keemasan yang dimasak dengan bawang merah, bawang putih, serta rempah-rempah seperti kunyit dan jintan. Teksturnya lembut dan mudah dicerna, cocok sebagai transisi sebelum menyantap hidangan utama.
Di wilayah Afrika Utara seperti Maroko, ada juga harira. Sup ini memiliki banyak isian, yang terdiri dari tomat, lentil, chickpea, daging, dan rempah aromatik. Harira sering disajikan setiap hari selama Ramadan dan menjadi bagian penting dari tradisi keluarga.
Sup hangat ini membantu tubuh beradaptasi setelah berjam-jam tidak menerima asupan makanan dan minuman.
3. Mansaf dan maqluba

Untuk menu utama, hidangan berbasis nasi dan daging sangat dominan. Salah satunya adalah mansaf, makanan nasional Yordania yang terdiri dari nasi, daging domba empuk, dan saus yogurt fermentasi kering bernama jameed. Mansaf biasanya disajikan dalam porsi besar di atas nampan lebar dan disantap bersama-sama.
Ada juga maqluba, yang secara harfiah berarti "terbalik". Hidangan nasi khas Palestina ini dimasak bersama daging dan sayuran seperti terong atau kembang kol, lalu dibalik saat penyajian sehingga membentuk lapisan cantik. Aroma rempah seperti kayu manis, kapulaga, dan kombinasi all spice lainnya memberikan cita rasa hangat yang khas.
Kedua hidangan ini mencerminkan budaya makan bersama yang erat di Timur Tengah saat Ramadan.
4. Kebab dan shawarma

Nama kebab tentu sudah tidak asing. Potongan daging yang dibumbui lalu dipanggang di atas bara api ini sering hadir sebagai menu buka puasa karena kaya protein dan mengenyangkan. Kebab juga bisa disajikan dengan nasi, roti pita, atau salad segar.
Sementara itu, shawarma menawarkan sensasi berbeda lewat irisan daging yang dipanggang vertikal dan dipotong tipis. Biasanya disajikan dengan roti pita, saus bawang putih, acar, dan sayuran segar. Di beberapa negara Timur Tengah, shawarma menjadi pilihan praktis untuk berbuka, terutama bagi mereka yang berada di luar rumah.
5. Hummus, falafel, dan roti pita

Meja iftar terasa lengkap dengan aneka mezze atau hidangan pembuka. Hummus terbuat dari chickpea yang dihaluskan bersama tahini, minyak zaitun, dan perasan lemon. Rasanya gurih dan creamy!
Ada pula falafel, bola-bola goreng berbahan dasar kacang arab atau kacang fava yang renyah di luar dan lembut di dalam. Semua ini biasanya disantap bersama pita, roti pipih yang bisa disobek dan dicelupkan ke berbagai saus.
Kombinasi ini menghadirkan keseimbangan antara karbohidrat, protein nabati, dan lemak sehat dari minyak zaitun.
6. Baklava, kunafa, dan qatayef

Ramadan di Timur Tengah juga identik dengan hidangan manis. Baklava terdiri dari lapisan filo pastry tipis berisi kacang cincang dan sirup madu. Teksturnya renyah dengan rasa manis yang legit.
Kunafa menghadirkan perpaduan keju lembut dan adonan tipis yang dipanggang lalu disiram sirup gula beraroma air mawar. Sementara qatayef merupakan pancake mini berisi kacang atau krim yang populer selama Ramadan.
Dessert ini sering dinikmati bersama teh hangat atau minuman khas seperti jallab dan tamar hindi.
Itu dia sejumlah makanan buka puasa khas Timur Tengah. Kalau Ramadan ini kamu ingin menghadirkan suasana berbeda di rumah, menu-menu di atas bisa jadi inspirasi.
Dari semua makanan tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran untuk dicoba lebih dulu?


















