Kuliner Lokal di Tengah Gempuran Tren Viral Siap Berkompetisi di Pasar Global

Industri kuliner Indonesia terus berkembang dengan tren viral dan antrean panjang di kawasan populer, mencerminkan tingginya minat masyarakat serta keberhasilan inovasi produk dan strategi pemasaran.
Direktur Kuliner Kemenparekraf Andy Ruswar menyoroti pentingnya menjaga dan menghidupkan kembali kuliner tradisional yang mulai terlupakan, seperti kue rangi dan hidangan daerah bernilai sejarah.
Andy optimis kuliner Indonesia mampu bersaing di pasar global melalui inovasi tanpa kehilangan identitas lokal, serta mendorong hadirnya restoran autentik Indonesia di luar negeri.
Industri kuliner Indonesia terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari fenomena antrean panjang di kawasan populer seperti Blok M hingga maraknya menu viral di media sosial, semua menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap dunia kuliner tak pernah surut.
Di tengah derasnya tren global dan pengaruh kuliner Asia lainnya, muncul satu pertanyaan besar: ke mana arah kuliner lokal akan melangkah? Menjawab tantangan ini, POPBELA mewawancarai Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Andy Ruswar yang ditemui di opening ceremony Yummy Expo 2026, Kota Kasablanka Jakarta, 3 April 2026. Apa pendapat beliau terkait tren ini serta masa depan kuliner Tanah Air? Simak selengkapnya di bawah ini, Bela.
Inovasi dan tren viral jadi cermin selera masyarakat

Menurut Andy, ramainya kawasan kuliner seperti Blok M justru menjadi tanda bahwa industri ini sedang berada di fase yang sangat hidup. Antrean panjang dan "nge-war" demi satu menu bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan bukti bahwa inovasi produk dan strategi pemasaran benar-benar sampai ke masyarakat.
"Itu kan membuktikan bahwa inovasi terus berkembang, seiring perkembangan zaman dan marketing juga," kata Andy.
Ia pun tak menampik ketertarikannya pada makanan viral yang ramai dibicarakan. Mulai dari menu kekinian hingga kuliner yang sedang naik daun, semua menjadi bagian dari eksplorasi rasa. Namun, baginya, tren viral bukan satu-satunya fokus. Ada satu kegelisahan lain yang justru mendorongnya untuk melirik ke belakang, yakni pada kuliner tradisional yang perlahan mulai terlupakan.
"Sekarang saya justru mau mengembangkan lagi makanan-makanan tradisional yang hampir punah," katanya. Ia mencontohkan kue rangi dan beberapa hidangan daerah yang sarat sejarah, termasuk olahan daging dan jeroan yang dulu lahir dari keterbatasan, namun kini justru menjadi kekuatan cita rasa khas Indonesia.
Kuliner Indonesia yang siap bersaing di pasar global
Di tengah maraknya kuliner Jepang, Korea, dan negara Asia lain yang digemari masyarakat, Andy melihat fenomena ini sebagai hal yang positif, bukan ancaman. Menurutnya, globalisasi justru mendorong pelaku kuliner lokal untuk terus berinovasi tanpa kehilangan identitas.
"Kalau saya bilang, ini positif. Kita harus berkembang terus dan jangan khawatir dengan kearifan lokal kita," ungkap Andy optimis.
Andy percaya bahwa kuliner Indonesia punya potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Pasalnya, target pasar bukan hanya masyarakat lokal, tetapi juga konsumen internasional. Dengan inovasi yang tepat dan tetap menjaga autentisitas, produk kuliner Indonesia bisa "battle" dengan negara lain seperti Thailand yang sudah lebih dulu dikenal di kancah dunia.
Harapan Andy sederhana namun besar, yakni kuliner Indonesia bisa mendunia dengan identitas yang kuat.
"Kita pengin kuliner global Indonesia itu terdunia kayak Asia-Asia lain," tuturnya. Andy pun menekankan pentingnya menghadirkan restoran Indonesia yang autentik di luar negeri, agar kekayaan rasa Nusantara dikenal luas tanpa kehilangan jati dirinya.
Untuk kamu yang suka jajan ikut "war" jajanan viral sepertinya boleh sedikit patut berbangga hati, nih, Bela. Sebab, berkat hobi jajan inilah yang membuat industri kuliner lokal bisa terus maju dan bahkan bisa bersaing di kancah global nantinya. Jadi, sudah beli jajanan viral apa hari ini?


















