Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Peleburan Fantasi & Realis Jonathan Anderson di UNIQLO x JW ANDERSON

Peleburan Fantasi & Realis Jonathan Anderson di UNIQLO x JW ANDERSON
Photo: Bjorn Looss for pausemag.co.uk
Intinya Sih
5W1H
  • Jonathan Anderson, desainer asal Irlandia Utara dan Creative Director Loewe serta Dior, dikenal dengan gaya surealis yang kini berpadu dengan kesederhanaan khas UNIQLO melalui kolaborasi UNIQLO x JW ANDERSON.
  • Kolaborasi ini mencerminkan perpaduan antara fantasi dan realisme, di mana JW ANDERSON menjadi sisi imajinatif Jonathan sementara UNIQLO mewakili ekspresi realistis dan fungsional dalam kehidupan sehari-hari.
  • Koleksi Spring/Summer 2026 menghadirkan nuansa preppy ceria terinspirasi British watersports, menonjolkan denim, oxford, dan parka tahan angin yang siap dirilis pada 27 Februari
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saya mengetahui nama Jonathan Anderson ketika melihat desain surealis miliknya. Dari sepatu high heels telur pecah hingga clutch burung merpati, nama Jonathan Anderson adalah tipe desainer yang tidak konvensional di mata saya. Hilir jiwa seninya ternyata datang dari keinginan menjadi aktor dan belajar di Studio Theatre di Washington, D.C. Namun, ia segera mengembangkan minat dalam desain kostum, dan berhenti kuliah untuk mengejar karier di bidang mode.

Pria kelahiran Irlandia Utara pada 17 September 1984 itu bahkan bekerja sebagai penata visual untuk Prada di bawah arahan kolaborator dekat Miuccia Prada saat itu, mendiang Manuela Pavesi, setelah menyelesaikan gelar di bidang desain pakaian pria di London College of Fashion. Ia juga didapuk menjadi Creative Director untuk Loewe, dan kini, Creative director untuk Christian Dior sejak 2025. Tentu jika namanya sudah berkawin dengan high-end brand, untuk kelas pekerja seperti saya, karyanya belum tentu tergapai.

Sampai, pada suatu masa, merek miliknya, JW Anderson berkolaborasi dengan UNIQLO.

I must have at least one of their signature collections!


Si Pemikir

buro247 dot my.jpg
buro247.my

Melansir dari sebuah wawancara di tahun 2017 mengenai pengamatan yang dibuat oleh Yukihiro Katsuta, Kepala Riset dan Desain di UNIQLO, ia mengatakan, “Saya selalu tahu dia adalah seorang desainer berbakat; tetapi sejak kami mulai bekerja bersama, saya menyadari bahwa dia adalah seorang pemikir yang mendalam. Ada jutaan desainer di dunia, tetapi jarang menemukan seseorang yang berpikir lebih dalam sebelum mengeksekusi.”

Well, bagi pemerhati mode, pasti tahu kebiasaan Jonathan yang senang mengenakan sweater dan celana jeans ketika keluar dan melambaikan tangan di setiap fashion show yang ia sajikan. Sehingga, kolaborasi ini seperti jodoh yang terasa personal untuknya.

“UNIQLO adalah sesuatu yang saya pakai setiap hari, jadi ini sangat personal bagi saya dan saya sangat bersemangat dengan prospek kolaborasi. Kita selalu membicarakan kolaborasi seolah-olah itu adalah fenomena yang sangat baru, tetapi sebenarnya sudah ada sejak zaman Schiaparelli dan Salvador Dali. Intinya adalah berkolaborasi dengan individu, merek, perusahaan, atau produk yang ingin Anda pelajari dan sebaliknya. Jika Anda melakukan sesuatu di mana Anda tidak ingin belajar, kolaborasi itu tidak akan pernah berhasil," ungkapnya kepada BURO.

“Ini adalah kolaborasi termudah yang pernah saya lakukan. Prosesnya sangat bebas. Melalui percakapan kelompok, semuanya dengan cepat berjalan sesuai rencana. Saya terus bertanya pada diri sendiri apakah saya akan membelinya tanpa berpikir panjang, dan semuanya tiba-tiba muncul begitu saja,” tambahnya lagi.

260123071537_official_styling_170000248_r-1000-1333.png
Dok. UNIQLO

Well I did. I bought it. Selain menjadi pelanggan tetap UNIQLO karena produknya yang awet, beberapa koleksi UNIQLO x JW ANDERSON sudah bertengger di gantungan lemari pakaian saya, mungkin sejak 2022. Ia sudah berkelana ke berbagai negara dan menjadi staple wardrobe autumn season.

Namun tentu, dengan gaya desain Jonathan yang tidak konvensional bertemu dengan merek streetwear, menjadi peleburan budaya yang melahirkan kebaruan. Lalu apa arti LifeWear baginya?

“Saat ini, saya mendesain untuk tiga merek berbeda, jadi kecuali saya dapat menemukan cara berbeda untuk mengeksplorasi ketiganya, saya pikir satu merek akan menelan merek lainnya. Jadi, dalam arti tertentu, merek saya sendiri, JW ANDERSON, adalah fantasi diri saya, sementara saya melihat koleksi UNIQLO sebagai realis dalam diri saya, ekspresi diri saya sehari-hari. Saya pikir bagian terbaik dari kolaborasi ini adalah bagaimana produk-produknya benar-benar ditujukan untuk semua orang, terlepas dari di mana Anda tinggal di dunia atau siapa Anda. Saya menemukan konsep ini sendiri sangat menarik," jelasnya.

Prep Meets Play

Dok. UNIQLO.jpg
Dok. UNIQLO

Fast forward sembilan tahun JW Anderson berkolaborasi dengan UNIQLO, muncullah koleksi Spring/Summer 2026 yang merayakan gaya preppy look mahasiswa lewat warna pastel yang ceria. Hanya dengan sekilas pandang, identitas Jonathan lekas dikenali. 

Jika sebelumnya Jonathan mengambil inspirasi dari Sailboat, British fishermen, hingga British outdoor style, kali ini idenya berakar dari fungsionalitas British watersports yang hadir sebagai bagian dari ritme gaya hidup modern.

Koleksi seperti denim dan oxford tetap menjadi inti dari musim ini, dengan tambahan windproof parka, baggy jeans, celana pendek color-block, menambah kesan kontemporer pada koleksi yang bisa kamu peroleh mulai 27 Februari nanti.

Dok. UNIQLO.jpg
Dok. UNIQLO

"Saya selalu mengenakan UNIQLO. Selain harganya yang sangat terjangkau, pakaiannya juga dibuat agar tahan lama. Saya pikir sangat penting untuk menerapkan pendekatan berkelanjutan seperti ini pada barang-barang yang kita gunakan setiap hari. Saya selalu bermimpi mengenakan sesuatu yang saya desain untuk UNIQLO, jadi saya sangat bahagia,” tutupnya.

Satu hal yang Jonathan tetapkan sebagai standar sangat tinggi adalah bagaimana pakaian akan terlihat dalam 20 tahun mendatang. Ia berharap suatu hari nanti, dalam 20 tahun ke depan, dirinya akan melihat seseorang di jalan mengenakannya atau menemukan pakaian UNIQLO saat berbelanja barang vintage. "Itu akan menjadi impian saya,” ucapnya.

Memahami rekam jejak karya sang pemikir–sekaligus orang yang memiliki koleksinya–saya tidak ragu untuk merekomendasikan UNIQLO x JW Anderson Spring/Summer 2026 sebagai salah satu wardrobe staples that made for all. Tidak hanya karena harganya masih terjangkau, namun desain timeless dan kualitasnya yang juga tahan lama.

Are you ready to shop, Bela? 


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Latest in Fashion

See More