Sedikit dibawah ekspektasi, saat sekilas melihat fashion show koleksi terbaru Iwan Tirta yang dihelat kemarin, 26 April 2017 di Fairmont Senayan, Jakarta. Terlebih soal tata panggung yang lebih kecil dibanding show koleksi Dewaraja sebelumnya - dimana kita masih mengingat koleksi mewah di atas set yang megah itu. Malam ini, semua dibangun lebih sederhana walau tetap kaya makna. Penuh filosofi dengan drama yang tak tertinggal.

Iwan Tirta Condrosengkolo: Modern dalam Filosofi Jawa KunoFoto: Michael Richards

Seperti biasa dibuka dengan sebuah tradisi adat Jawa. Kali ini tembang Pangkur Gedong Kuning yang berisi bait-bait puisi karya Sunan Kalijaga dan tarian Bedhaya Matah Ati, berhasil mengisi ruang ballroom dengan aura mistis yang memikat. Persembahan yang begitu spesial pun tak hanya tampak pada kostum dan aksesori para penari yang memakai barang peninggalan almarhum Iwan Tirta, namun kursi kosong dengan rangkain bunga yang berada di sebelah Adinia Wirasti dan Reza Rahadian katanya diperuntukan untuk sang maestro - trust me, ini bukan strategi marketing seperti film horor Indo yang menyiapkan tiga kursi kosong itu.

Iwan Tirta Condrosengkolo: Modern dalam Filosofi Jawa KunoFoto: Iwan Tirta

Membagi presentasinya dalam empat bagian yang melambangkan elemen alam, yaitu Akasa (langit), Dahana-Tirta (air-api), Bawono (tanah), dan Maruta (angin), koleksi yang dinamai Condrosengkolo ini mengangkat filosofi akan keselarasan manusia dan alam semesta. Layar pun terbuka sakral, Putri Indonesia Bunga Jelitha berjalan anggun dalam gaun strapless dengan motif print batik yang tampak seperti rasi bintang. Permaianan warna sepertinya menjadi kuncen dalam koleksi Iwan Tirta Private Collection 2017. Biru mewakili unsur langit, kombinasi biru-merah untuk elemen air dan api, kuning dan coklat yang menggambarkan pohon kehidupan, hingga kehadiran warna ungu, hijau turquoise yang berpadu indah dengan motif merak.

Iwan Tirta Condrosengkolo: Modern dalam Filosofi Jawa KunoFoto: Iwan Tirta

"Setiap tampilan mengedepankan ciri khas koleksi busana Iwan Tirta Private Collection, yaitu potongan-potongan klasik yang mengutamakan desain motif batik," jelas Era Soekamto, Creative Director Iwan Tirta Private Collection. "Teknik pewarnaan garaman dan ombre yang digunakan juga menandai inovasi baru yang digunakan label ini dalam pewarnaan batik."

Iwan Tirta Condrosengkolo: Modern dalam Filosofi Jawa KunoFoto: Iwan Tirta

Koleksinya jelas batik pada level yang mumpuni. Gaun-gaun drapery, cocktail dress, kimono yang trending semua tampak edgy, misterius (thanks to Rinaldy A. Yunardi atas keindahan parade mahkotanya di akhir show) dan modern. Bahkan terlalu modern karena banyak mengandalkan teknik printing. Koleksi wanitanya tampak tak berbeda jauh dengan yang sebelumnya, namun cita rasa mewah jelas lebih terasa pada koleksi prianya. Kain sarung, blazer, dan kemeja batik tampak elegan lewat sentuhan velvet yang mendominasi. Inilah napas baru yang ditunggu-tunggu bagi koleksi etnik yang otentik!

Iwan Tirta Condrosengkolo: Modern dalam Filosofi Jawa KunoFoto: Iwan Tirta

BACA JUGA: #IPMI 2017 : Eksperimen Warna, Tiga Desainer Ciptakan Tren Warna dari Alam