Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

33 Jenis Kain yang Jadi Warisan Budaya Indonesia, Sudah Tahu?

5 min read
33 Jenis Kain yang Jadi Warisan Budaya Indonesia, Sudah Tahu?
pexels.com/JENNI AGUSTINA
  • Indonesia memiliki beragam kain tradisional dengan ciri khas dari setiap daerah.

  • Sebanyak 33 kain tradisional ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017.

  • Hari kebudayaan Nasional pada 17 Oktober jadi momen yang pas untuk mengenali keunikan hingga makna wastra Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hari Kebudayaan yang jatuh pada 17 Oktober jadi momen untuk mengenal kekayaan Tanah Air. Salah satu yang menarik untuk ditelusuri adalah jenis kain yang jadi warisan budaya Indonesia.

Bukan cuma batik, sebanyak 33 kain telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017. Yuk, kenali berbagai wastra dari seluruh Indonesia berikut!

  1. 1. Kerawang Gayo dari Aceh

    Kain Aceh
    commons.wikimedia.org

    Jenis kain yang jadi warisan budaya Indonesia di urutan pertama ialah Kerawang Gayo. Kain ini berasal dari Aceh dan dikenal melalui warna dasar hitam dan sulaman cerahnya.

    Motifnya terdiri dari bentuk geometris dan unsur tumbuhan yang disusun secara teratur. Kerawang Gayo biasa dijumpai pada penari saman sebagai salah satu bagian kostumnya.

  2. 2. Ulos Batak Toba dari Sumatera Utara

    Ulos
    commons.wikimedia.org

    Kain ulos dalam masyarakat Batak memiliki peran penting dalam berbagai upacara adat. Bahkan, setiap upacara yang melambangkan fase kehidupan didampingi oleh ulos yang berbeda.

    Ulos Mangiring misalnya yang digunakan para opung ketika kelahiran cucu agar diberkahi rezeki. Ada pula Ulos Tunjung, biasa digunakan janda atau duda yang ditinggal mati pasangannya. Kain ini melambangkan rasa duka dan ketabahan.

  3. 3. Songket Palembang dari Sumatera Selatan

    Songket Palembang
    commons.wikimedia.org

    Kilau benang emas menjadi salah satu ciri populer Songket Palembang. Benang tambahan tersebut ditenun bersama benang dasar hingga membentuk embos yang menonjol di permukaan kain.

    Motifnya banyak mengambil inspirasi dari tumbuhan dan bentuk geometris. Songket ini kerap digunakan dalam busana adat untuk pernikahan maupun acara resmi.

  4. 4. Tapis dari Lampung

    Kain Tapis
    commons.wikimedia.org

    Kain Tapis merupakan salah satu wastra khas Lampung yang tak kalah populer. Bukan sekadar kain tenun biasa, kain ini memegang simbol status sosial bagi penggunanya.

    Pada masa lampau, kain Tapis ditenun menggunakan katun dan disulam menggunakan benang berlapis emas murni atau perak. Bahan bakunya yang sangat mahal membuat kain ini hanya boleh dipakai oleh kaum bangsawan dan sultan.

  5. 5. Batik Indonesia dari Jawa

    ilustrasi membuat kain batik
    pexels.com/John Bastian

    Selanjutnya ada batik sebagai kain tradisional Indonesia yang sudah dikenal hingga mancanegara. Pada 2009, batik Indonesia diakui UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

    Motifnya dibuat menggunakan malam atau lilin, baik dengan canting maupun cap. Setiap motif batik juga memiliki karakter dan makna yang berbeda. Sebagai contoh, motif Parang melambangkan semangat pantang menyerah.

  6. 6. Lurik Yogyakarta dari DI Yogyakarta

    Lurik
    commons.wikimedia.org

    Lurik juga termasuk jenis kain yang jadi warisan budaya Indonesia. Berbeda dari batik yang dipenuhi motif rumit, Lurik Yogyakarta justru dikenal lewat garis yang simpel.

    Kain ini dibuat dengan teknik tenun dan memadukan garis vertikal atau horizontal. Dahulu, kain ini sering dijahit menjadi surjan yaitu busana adat pria khas Yogyakarta. Namun, kini lurik telah banyak dipadukan dengan fashion modern.

  7. 7. Gringsing Tenganan dari Bali

    Salah satu penenun kain gringsing
    kemenparekraf.go.id

    Desa Tenganan Pegringsingan di Bali dikenal sebagai tempat pembuatan kain Gringsing. Keistimewaan kain ini terletak pada teknik double ikat. Proses dilakukan dengan mengikat dan mewarnai benang pada bagian lungsin maupun pakan sebelum ditenun.

    Teknik tersebut membutuhkan ketelitian tinggi agar pola dan kedua arah benang dapat bertemu dengan tepat. Prosesnya juga memerlukan waktu panjang, sehingga dikenal sebagai kain yang berharga tinggi.

  8. 8. Ulap Doyo dari Kalimantan Timur

    Ulap Doyo
    commons.wikimedia.org

    Bahan dasar adalah hal yang membedakan Ulap Doyo dari kain lainnya. Kain masyarakat Dayak Benuaq di Kalimantan Timur ini dibuat menggunakan serat daun doyo. Ini adalah tanaman sejenis pandan yang dikenal dengan nama ilmiah Curculigo latifolia.

    Kini, kain tenun ini terancam punah karena bahan baku langka. Selain itu, pengolahan serat menjadi benang sebelum ditenun juga butuh proses yang rumit.

  9. 9. Tenun Ikat Sumba dari Nusa Tenggara Timur

    Tenun Ikat dari Sumba
    commons.wikimedia.org

    Tenun ikat Sumba merupakan salah satu jenis kain warisan budaya Indonesia yang bernilai tinggi. Kain ini memegang peran dalam siklus hidup masyarakat adat, mulai dari pernikahan hingga pemakaman.

    Motif figuratifnya yang ekspresif juga sarat akan pesan filosofis hidup. Motif kuda melambangkan kepahlawanan dan pohon kehidupan (andung) menggambarkan hubungan manusia dengan leluhur.

  10. 10. Karawo dari Gorontalo

    Karawo Gorontalo
    commons.wikimedia.org

    Karawo merupakan kain khas Gorontalo yang dibuat dengan teknik sulam. Prosesnya membutuhkan ketelitian karena benang kain perlu diurai sebelum motif dibentuk.

    Teknik tersebut menghasilkan pola berlubang yang menjadi ciri khas Karawo. Kain ini bisa digunakan sebagai bahan pakaian maupun aksesori dinding dengan sentuhan tradisional.

  11. 11. Kain Koffo dari Sulawesi Utara

    Kain Koffo
    museumnasional.or.id

    Hampir serupa dengan Ulap Doyo, kain Koffo dari Sangihe, Sulawesi Utara juga dibuat dari tanaman. Kain ini dibuat menggunakan serat tanaman pisang abaka sebagai bahan dasar kain.

    Pada abad ke-16, kain ini dianggap sakral dan ditenun langsung oleh putra-putri raja. Motif kain ini ditenun menggunakan teknik ikat lungsi. Beberapa motifnya yang terkenal antara lain isin kemboleng (gigi hiu) sebagai lambang keberanian hingga salikuku (tikungan) yang berarti kestabilan hidup.

  12. 12. Kain yang jadi warisan budaya Indonesia lainnya

    Besurek.
    id.wikipedia.org

    Selain sebelas kain di atas, masih ada berbagai jenis kain yang jadi warisan budaya Indonesia. Berikut 22 kain lainnya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017.

    1. Kain Cual dari Bangka Belitung
    2. Tudung Manto dari Kepulauan Riau
    3. Tenun Siak dari Riau
    4. Songket Pandai Sikek dari Sumatera Barat
    5. Kain Besurek dari Bengkulu
    6. Kain Lantung dari Bengkulu
    7. Sulam Usus dari Lampung
    8. Maduaro dari Lampung
    9. Tenun Ikat Inuh dari Lampung
    10. Songket Sambas dari Kalimantan Barat
    11. Tenun Ikat Dayak/Sintang dari Kalimantan Barat
    12. Tenun Corak Insang Kota Pontianak dari Kalimantan Barat
    13. Sasirangan dari Kalimantan Selatan
    14. Sarung Tenun Samarinda dari Kalimantan Timur
    15. Endek dari Bali
    16. Lipa Sabbe dari Sulawesi Selatan
    17. Kain Tenun Sukomandi dari Sulawesi Barat
    18. Lipa Saqbe Mandar dari Sulawesi Barat
    19. Kain Tenun Donggala dari Sulawesi Tengah
    20. Pakaian Kulit Kayu dari Sulawesi Tengah dan Pulau Kalimantan
    21. Tais Pet dari Maluku
    22. Batik Betawi dari DKI Jakarta

    Itu dia beragam jenis kain yang jadi warisan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Mari kenali, rawat, dan lestarikan kekayaan wastra Nusantara ini bersama-sama!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More