Dior FW26 Couture Ubah Pleats Jadi Karya Seni ala Lynda Benglis

- Jonathan Anderson membuka Paris Haute Couture Week dengan koleksi Dior FW26 yang menampilkan siluet skulptural dan pleats dramatis terinspirasi karya pematung Lynda Benglis.
- Nuansa alam mendominasi peragaan di taman Musée Rodin, menghadirkan gaun dengan bordir bunga sutra, detail daun pakis, serta lipatan menyerupai kelopak bunga.
- Koleksi ini juga menampilkan reinterpretasi Bar Jacket ikonik dan aksesori artistik seperti tas skulptural serta perhiasan handmade dari Jaipur, ditutup dengan bridal look bernuansa ivory.
Di tengah cuaca panas Paris, Dior menghadirkan kesegaran di Musée Rodin. Membuka Paris Haute Couture Week lewat koleksi Fall/Winter 2026, Jonathan Anderson kembali menunjukkan kalau haute couture bisa menjadi karya seni yang hidup.
Show ini digelar hanya beberapa hari setelah sang direktur kreatif ramai diperbincangkan karena merancang gaun pernikahan Taylor Swift. Meski gaun itu belum pernah diperlihatkan ke publik, perhatian langsung beralih ke runway Dior yang kali ini dipenuhi siluet skulptural, lipatan, hingga detail artistik yang terinspirasi seni patung dan keindahan alam.
1. Terinspirasi Seni Patung Lynda Benglis

Dalam koleksi terbarunya, Jonathan Anderson mengambil inspirasi dari karya pematung asal Amerika, Lynda Benglis, yang dikenal lewat karya-karya berbentuk organik dan lipatan menyerupai logam cair.
Inspirasi tersebut diterjemahkan ke dalam gaun-gaun berbahan sifon sutra dengan teknik pleating (lipit tangan), draping, dan knotting yang membentuk siluet menyerupai pahatan.
2. Alam Menjadi Benang Merah Koleksi

Peragaan berlangsung di taman Musée Rodin, Paris, dengan catwalk hitam reflektif yang dihiasi tanaman raksasa. Tema taman dan alam juga terlihat pada sejumlah gaun yang dibuat dari bordir bunga sutra, sementara siluet lainnya menampilkan detail dandelion, daun pakis (fern), hingga lipatan menyerupai kelopak bunga.
3. Interpretasi Baru Ikon Bar Jacket Dior

Salah satu item paling ikonik Dior, Bar Jacket, ikut mendapatkan sentuhan baru. Jaket legendaris tersebut dihadirkan dalam tweed hijau dengan detail rumbai-rumbai, versi wol houndstooth, hingga model yang seluruh permukaannya disulam benang sutra putih. Mantel-mantel panjang juga tampil lebih longgar dengan detail pleats dramatis, fringe, dan pita berukuran besar.
4. Aksesori yang Jadi Scene Stealer

Nggak cuma deretan gaunnya yang mencuri perhatian, koleksi Dior Haute Couture Fall/Winter 2026 juga dipenuhi aksesori yang sama artsy-nya. Salah satunya, deretan tas skulptural yang terinspirasi dari karya Lynda Benglis. Beberapa tas tampil dengan tekstur metalik berlipit, bentuk yang tidak simetris, hingga siluet menyerupai pahatan.
Di sisi perhiasan, Dior menghadirkan koleksi yang dibuat bersama para pengrajin di Jaipur, India. Anting, kalung, hingga gelang tampil dengan sentuhan handmade yang kaya detail.
Sepatu juga ikut mencuri spotlight. Beberapa look dipadukan dengan pumps dan sandal yang dihiasi bunga tiga dimensi, pita, hingga detail bertekstur yang senada.
5. Detail Kipas Raksasa

Salah satu elemen yang mencuri perhatian adalah siluet kipas besar yang muncul di beberapa look. Jonathan Anderson menggunakan bentuk kipas sebagai inspirasi untuk menciptakan lipatan-lipatan dramatis pada rok, lengan, hingga detail di bagian bahu.
6. Deretan Seleb Ikut Menonton

Presentasi Dior turut dihadiri sejumlah figur ternama seperti aktor Josh O'Connor, Sabrina Carpenter, Alexa Chung, hingga Han So Hee. Para tamu tampak membawa kipas bambu hitam yang dikirim Dior bersama undangan.
7. Ditutup dengan Bridal Look Versi Dior Couture

Jonathan Anderson menutup runway dengan gaun berwarna ivory teknik pleating dan draping yang membuat siluetnya terlihat seperti pahatan hidup. Banyak yang menganggap look terakhir ini jadi interpretasi modern dari bridal couture ala Dior.
Yang bikin tampilannya makin dreamy yaitu cape transparan super panjang yang mengalir di belakang model. Efeknya mengingatkan pada kabut tipis atau kelopak bunga yang tertiup angin, selaras dengan tema alam yang menjadi benang merah koleksi.





















