Kamu pasti sudah nggak asing lagi dengan pakaian tradisional dari Jepang ini. Yup, kimono! Identik dengan potongannya yang panjang dan melebar, ternyata tidak semua kimono itu sama lho. Kimono punya berbagai macam model yang dipakai sesuai occasion yang berbeda.

Supaya lebih tahu, yuk kenali jenis-jenis kimono perempuan Jepang yang bermacam-macam! Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Furisode merupakan jenis kimono yang dipakai oleh perempuan yang belum menikah. Kata 'furisode' sendiri berarti 'lengan berayun', yang mencirikan potongan lengannya yang panjang dan mengayun. Semakin panjang lengannya, maka semakin formal kimono furisode tersebut.

Kenali Yuk, Ini Beragam Jenis Kimono Jepang untuk Perempuanpinterest.com

2. Kimono komon punya arti 'pola kecil' dengan motif di seluruh permukaan kimono. Jenis kimono ini dapat dipakai baik oleh perempuan yang sudah maupun belum menikah.

Kenali Yuk, Ini Beragam Jenis Kimono Jepang untuk Perempuanthekimonohouse.com

3. Tomesode ialah jenis kimono paling formal yang hanya dapat dipakai oleh perempuan yang sudah menikah. Terdapat dua jenis kimono tomesode, yaitu kuro yang paling formal dengan khas warna hitam, dan iro yang memiliki warna selain hitam.

Kenali Yuk, Ini Beragam Jenis Kimono Jepang untuk Perempuanpinterest.com

4. Biasa dipakai saat festival musim panas, yukata merupakan jenis kimono kasual yang dapat dipakai siapa saja tanpa terbatas usia. Yukata pada umumnya memiliki warna yang cerah dengan potongan yang sederhana.

Kenali Yuk, Ini Beragam Jenis Kimono Jepang untuk Perempuantokyofashion.com

5. Last but not least, susohiki/hikizuri merupakan jenis kimono yang dipakai oleh geisha atau penari tradisional Jepang. Jika dibandingkan dengan kimono biasa, susohiki/hikizuri cenderung lebih panjang.

Kenali Yuk, Ini Beragam Jenis Kimono Jepang untuk Perempuanpinterest.com

Baca Juga: 10 Gaya Artis Indonesian Pakai Kimono, Mirip Gadis Jepang!

Baca Juga: Trend Kimono Kekinian Di Kalangan Para Street Style Star!

Baca Juga: Luaran Kimono untuk Musim Panas? Bukan Ide yang Buruk