Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hal yang Perlu Diperhatikan jika Harus Keluar Rumah saat Hujan Abu Vulkanik
Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. RCTI+)
  • Hujan abu vulkanik dapat mengganggu pernapasan, mengiritasi mata dan kulit, serta menurunkan jarak pandang; keluar rumah sebaiknya hanya untuk keperluan mendesak.
  • Jika harus keluar, gunakan masker N95, KN95, atau KF94 yang rapat, kacamata pelindung, serta pakaian tertutup; kurangi aktivitas fisik dan batasi waktu di luar.
  • Saat berkendara, kurangi kecepatan dan jaga jarak; hindari menyalakan wiper pada kaca kering berabu. Setelah pulang, bersihkan diri, pakaian, dan barang bawaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan abu vulkanik bukan sekadar debu biasa yang mengotori pakaian dan kendaraan. Partikel abu yang sangat halus dapat mengganggu pernapasan, mengiritasi mata dan kulit, bahkan mengurangi jarak pandang ketika kamu sedang berada di luar rumah.

Karena itu, berada di luar rumah saat hujan abu sebaiknya dilakukan hanya jika memang diperlukan. Namun, jika ada keperluan yang tidak bisa ditunda, kamu perlu mempersiapkan perlindungan yang tepat agar risiko paparan abu bisa diminimalkan.

Mulai dari memilih masker, melindungi mata, hingga berhati-hati ketika berkendara, berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat harus keluar rumah ketika hujan abu vulkanik.

1. Gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. unsplash.com/Mika Baumeister)

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah perlindungan pernapasan. Abu vulkanik terdiri dari partikel yang sangat halus sehingga dapat terhirup ketika kamu berada di lingkungan yang penuh abu.

Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang memiliki kemampuan filtrasi partikel tinggi, seperti N95, KN95, atau KF94. Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan rapat agar tidak banyak udara dari luar yang masuk melalui celah di sisi masker.

Sebisa mungkin hindari mengandalkan masker kain biasa untuk kondisi hujan abu yang pekat. Masker tersebut tidak dirancang untuk memberikan perlindungan yang sama terhadap partikel halus seperti masker partikulat.

Selain jenis masker, cara penggunaannya juga penting. Pastikan tidak ada celah besar antara masker dengan wajah. Jika masker sudah kotor atau sulit bernapas, sebaiknya segera ganti dengan yang baru.

2. Lindungi mata dengan kacamata pelindung

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. unsplash.com/Irene Kredenets)

Selain saluran pernapasan, mata juga menjadi salah satu bagian tubuh yang perlu dilindungi ketika berada di tengah hujan abu. Partikel abu yang masuk ke mata dapat menyebabkan rasa perih, kemerahan, berair, hingga iritasi. Karena itu, kamu bisa menggunakan kacamata pelindung atau goggles yang menutup area sekitar mata.

Bagi kamu yang menggunakan lensa kontak, sebaiknya melepasnya terlebih dahulu ketika harus berada di lingkungan yang dipenuhi abu. Partikel abu yang masuk di antara lensa kontak dan permukaan mata dapat meningkatkan risiko iritasi dan goresan pada kornea.

Jika tidak memiliki goggles, kacamata biasa tetap dapat memberikan perlindungan tertentu, meskipun perlindungannya tidak sama dengan kacamata yang dirancang untuk menutup area mata secara lebih rapat.

3. Kenakan pakaian yang menutup kulit

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. unsplash.com/Galina Bogdanova)

Jangan hanya memikirkan masker dan mata. Kulit juga sebaiknya terlindungi dari paparan abu vulkanik. Gunakan pakaian dengan lengan panjang dan celana panjang ketika harus keluar rumah. Pilih pakaian yang menutupi sebagian besar permukaan kulit agar kontak langsung dengan abu dapat dikurangi.

Abu vulkanik dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan iritasi pada sebagian orang, terutama jika kulit memiliki kondisi tertentu atau terkena paparan dalam waktu cukup lama.

Setelah kembali ke rumah, jangan langsung menggunakan kembali pakaian luar yang telah terkena abu. Sebaiknya pisahkan dan bersihkan pakaian tersebut agar abu tidak kembali tersebar di dalam rumah.

4. Kurangi aktivitas fisik di luar rumah

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. unsplash.com/Kelly Sikkema)

Ketika berada di lingkungan yang penuh abu, sebaiknya hindari aktivitas fisik yang membuat kamu bernapas lebih cepat dan dalam. Misalnya, jangan berolahraga, berlari, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga ketika sedang berada di luar. Semakin berat aktivitas fisik, semakin banyak udara yang masuk ke saluran pernapasan.

Jika memang harus berjalan keluar rumah, lakukan dengan tenang dan seperlunya. Usahakan waktu berada di luar sesingkat mungkin dan segera kembali ke tempat yang lebih terlindungi. Untuk aktivitas olahraga, sebaiknya ditunda sampai kondisi udara kembali aman dan kualitas udara sudah membaik.

5. Lebih hati-Hati jika harus berkendara

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. unsplash.com/Sara Kurfeß)

Hujan abu juga dapat membuat kondisi jalan menjadi lebih berbahaya. Abu yang menutupi permukaan jalan dapat mengurangi visibilitas dan membuat pengendara lebih sulit melihat kondisi di depannya.

Jika harus menggunakan kendaraan, kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain. Hindari melakukan manuver secara tiba-tiba karena jarak pandang dapat berubah dengan cepat.

Pengendara sepeda motor juga perlu memberikan perhatian lebih pada penggunaan helm. Pastikan visor tetap memberikan pandangan yang cukup jelas dan jangan menggosok permukaannya ketika terdapat abu yang menempel. Abu vulkanik memiliki sifat abrasif sehingga menggosok permukaan yang dipenuhi abu berpotensi menimbulkan goresan.

6. Jangan langsung mengaktifkan wiper pada kaca yang kering dan berabu

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. unsplash.com/Ben Stein)

Bagi pengendara mobil, ada satu hal yang sering luput diperhatikan ketika hujan abu turun. Jangan langsung menyalakan wiper ketika kaca depan mobil masih dalam kondisi kering dan terdapat banyak abu. Abu yang berada di antara karet wiper dan kaca dapat bertindak seperti material abrasif sehingga berpotensi menggores permukaan kaca.

Jika kondisi memungkinkan, bersihkan terlebih dahulu abu yang menempel pada kaca dengan cara yang aman. Hindari menggosok kaca secara sembarangan karena justru dapat menyebarkan partikel abrasif ke seluruh permukaan. Hal yang sama juga perlu diperhatikan pada kaca spion dan bagian kendaraan lainnya yang membutuhkan visibilitas selama perjalanan.

7. Usahakan tidak berlama-lama di luar rumah

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok.JPNN)

Jika tidak ada keperluan mendesak, pilihan paling aman adalah tetap berada di dalam rumah dan mengurangi paparan abu. Namun, jika harus keluar, buat perjalanan sesingkat dan seefisien mungkin. Persiapkan barang yang diperlukan sebelum berangkat sehingga kamu tidak perlu terlalu lama berada di luar.

Perhatikan juga kondisi lingkungan sekitar. Jika hujan abu semakin tebal, jarak pandang menurun drastis, atau kamu mulai mengalami gangguan seperti batuk dan sesak, segera cari tempat berlindung. Jangan memaksakan perjalanan hanya demi mengikuti rencana jika kondisi di luar sudah tidak memungkinkan.

8. Segera bersihkan diri setelah sampai di rumah

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. unsplash.com/Ginger Hendee)

Setelah kembali dari luar, jangan langsung bersantai atau duduk di tempat tidur dengan pakaian yang digunakan untuk bepergian. Lepaskan pakaian luar yang kemungkinan sudah terkena abu. Setelah itu, sebaiknya mandi dan keramas untuk membersihkan partikel yang mungkin menempel pada kulit dan rambut.

Kamu juga perlu memperhatikan barang yang dibawa dari luar, seperti sepatu, tas, jaket, dan aksesori lainnya. Bersihkan barang-barang tersebut di area yang memungkinkan agar abu tidak ikut tersebar ke dalam rumah. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi jumlah abu yang terbawa masuk ke lingkungan tempat tinggal.

9. Bilas mata dan hidung jika terasa perih

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. unsplash.com/Hannah Xu)

Jika setelah terkena hujan abu mata terasa perih atau hidung terasa tidak nyaman, segera bersihkan dengan air bersih. Untuk mata, hindari menguceknya karena partikel yang masih berada di permukaan mata dapat menyebabkan iritasi atau goresan ketika digosok. Bilas dengan air bersih secara perlahan.

Bagian hidung juga dapat dibersihkan untuk membantu menghilangkan partikel yang menempel. Jika keluhan terasa berat, menetap, atau disertai gangguan pernapasan, segera cari bantuan medis.

10. Perbanyak minum air putih

Yang Perlu Kamu Perhatikan Jika Harus Keluar Rumah Saat Hujan Abu (Dok. unsplash.com/Engin Akyurt)

Setelah berada di lingkungan yang penuh abu, tenggorokan mungkin terasa kering atau tidak nyaman. Minum air putih dapat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap. Namun, air putih bukan pengganti perlindungan seperti masker dan tidak dapat menghilangkan abu yang sudah terhirup.

Jadi, tetap prioritaskan penggunaan perlindungan yang tepat ketika harus keluar rumah dan jangan menganggap minum air putih saja sudah cukup untuk mengatasi paparan abu vulkanik.

Hujan abu vulkanik memang bisa datang secara tiba-tiba dan membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Jika kondisi memungkinkan, tetap berada di dalam rumah merupakan pilihan yang lebih baik daripada memaksakan diri keluar.

Namun, jika ada keperluan yang mengharuskan kamu bepergian, jangan lupa mempersiapkan perlindungan dengan baik. Masker yang tepat, perlindungan mata, pakaian tertutup, serta kehati-hatian saat berkendara dapat membantu mengurangi risiko selama berada di luar.

Yang tidak kalah penting, selalu pantau informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang mengenai kondisi gunung api dan kualitas udara di wilayahmu. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama, jadi jangan ragu membatalkan perjalanan jika situasi di luar sudah tidak aman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article