Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Selain "Bayar Bayar Bayar", Ini 5 Lagu Sukatani yang Suarkan Kritik

Selain "Bayar Bayar Bayar", Ini 5 Lagu Sukatani yang Suarkan Kritik
Dok. Sukatani / Gelap Gempita
Share Article

Kontroversi lagu "Bayar Bayar Bayar" milik band Sukatani yang sempat ditarik dari semua platform musik dan boleh kembali dinyanyikan ternyata semakin banyak mencuri perhatian publik. Lagu yang sebagian liriknya berbunyi "bayar polisi" itu membuat heboh karena liriknya dinilai telah menyinggung institusi kepolisian. 

Lagu "Bayar Bayar Bayar" menjadi karya Sukatani dalam album bertajuk Gelap Gempita yang dirilis pada 24 Juli 2023. Band post-punk tersebut terdiri dari gitaris Muhammad Syifa Al Lufti dan sang vokalis, Novi Citra Indriyati. Lantas, seperti apa lagu-lagu karya dari band asal Purbalingga yang dinilai cukup lantang suarakan kritik sosial itu? Mari simak informasinya lewat artikel berikut ini, Bela! 

  1. 1. "Gelap Gempita" - Sukatani

    Bila melihat diskografi Spotify dari Sukatani, maka ada lagu bertajuk "Gelap Gempita" masuk jajaran teratas yang memiliki lebih dari 492 ribu pendengar. "Gelap Gempita" menggambarkan kritik terhadap kekuasaan yang tidak adil, ketidakpuasan, dan kesewenang-wenangan. 

    Melihat bagaimana orang-orang yang hanya mengejar kekuasaan, tetapi hati mereka kosong dan tidak pernah puas. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk merenung dan berpikir kritis tentang keadaan sosial dan politik, dengan menyoroti betapa gelap dan suramnya situasi yang ditimbulkan oleh penguasa yang tidak adil.

     

    Lirik lagu "Gelap Gempita" - Sukatani 

    Di dalam otak mereka hanyalah kekuasaan

    Di dalam hati mereka tak ada kepuasan

    Di dalam cara mereka terpampang kedzaliman

    Di dalam harap mereka cahaya kemenangan

     

    Di dalam otak mereka hanyalah kekuasaan

    Di dalam hati mereka tak ada kepuasan

    Di dalam cara mereka terpampang kedzaliman

    Di dalam harap mereka cahaya kemenangan

     

    The light shining on them

    Will be blocked by this flag

    The light shining on them

    Will be blocked by this flag

    The light shining on them

    Will be blocked by this flag

    The light shining on them

    Will be blocked by this flag

     

    The light shining on them

    Will be blocked by this flag

    The light shining on them

    Will be blocked by this flag

    The light shining on them

    Will be blocked by this flag

    The light shining on them

    Will be blocked by this flag 

  2. 2. "Jangan Bicara Solidaritas" - Sukatani

    Lagu "Jangan Bicara Solidaritas" dari Sukatani mengkritik penggunaan konsep solidaritas yang hanya dijadikan topeng atau alat untuk terlihat "keras" atau "peduli" tanpa aksi nyata. Lirik lagu ini mengingatkan bahwa solidaritas sejati tidak hanya untuk menarik perhatian atau menciptakan kelas sosial tertentu, seperti kelompok yang dianggap pejuang. 

    Lagu yang digarap oleh (Alectroguy) Muhammad Syifa Al Luthfi dan (Twister Angel) Novi Citra Indriyanti ini juga menyoroti kontradiksi ketika perjuangan atau solidaritas dibicarakan di panggung atau media. Namun, pada kenyataannya, orang-orang terdekat seperti keluarga hingga teman tidak merasakan dampak positif dari "solidaritas" ini. 

     

    Lirik lagu "Jangan Bicara Solidaritas" - Sukatani 

    Jangan bicara tentang solidaritas

    Jika hanya untuk terlihat keras

    Menjadi tren, menciptakan kelas

    Kelas para pejuang

    Dipajang di panggung dan kertas

     

    Jangan bicara tentang perjuangan

    Sementara keluarga, tetangga dan teman

    Tak merasa aman dan ditinggalkan

    Berujung kecewa

    Penuh kesakitan dan malang

     

    Terbitnya Sang Mentari adalah bukti

    Sinarnya menerangi seisi Bumi

    Tenggelam saat senja tak perlu kata

    Malampun akan tiba tanpa di murka

     

    Jangan bicara tentang solidaritas

    Jangan bicara tentang solidaritas

    Jangan bicara tentang solidaritas

    Jangan bicara tentang solidaritas

    Jangan bicara tentang solidaritas

    Jangan bicara tentang solidaritas

    Jangan bicara tentang solidaritas

    Jangan bicara tentang solidaritas

  3. 3. "Alas Wirasaba" - Sukatani

    Grup musik punk Indonesia yang berbasis di Purbalingga, Jawa Tengah ini juga menuangkan pula kritik sosial lewat lagu "Alas Wirasaba" yang keseluruhan liriknya menggunakan bahasa Jawa Ngapak. Lagu bertajuk "Alas Wirasaba" yang berarti 'Hutan Wirasaba' ini menggambarkan kenangan masa kecil yang penuh kebahagiaan dan keceriaan. 

    Akan tetapi, lewat bagian terakhir lagu kita bisa mendengarkan bagaimana tempat yang dulu indah itu kini telah berubah. Kesan melankolis muncul ketika lirik mulai berbicara tentang perubahan yang terjadi, sementara melodi yang tetap ceria mengimbangi tiap alunan lagu "Alas Wirasaba".

     

    Lirik lagu "Alas Wirasaba" - Sukatani

    Pas esih cilik inyong, pada mlaku-mlaku

    Karo batir-batir maring, Alas Wirasaba

    Pada ngarahi tebu, meneki wit jambu

    Dolanan sunda manda, karo brancakan

     

    La la la la la la la la

    La la la la la la la la

    La la la la la la la la

    La la la la la la la la

     

    Pas esih cilik inyong, pada mlaku-mlaku

    Karo batir-batir maring, Alas Wirasaba

    Pada ngarahi tebu, meneki wit jambu

    Dolanan sunda manda, karo brancakan

     

    Lah siki alase 'ra ana

    Wis didadikna bandara

    Terus inyong arep dolanan nang ngendi ya?

    Jebul batire mbarang

    Wis pada ilang

     

    Pas esih cilik inyong, pada mlaku-mlaku

    Karo batir-batir maring, Alas Wirasaba

    Pada ngarahi tebu, meneki wit jambu

    Dolanan sunda manda, karo brancakan

  4. 4. "Realitas Konsumerisme" - Sukatani

    Beranjak ke lagu "Realitas Konsumerisme" yang mengkritik budaya konsumerisme yang berkembang di masyarakat. Lirik lagunya menggambarkan kehidupan manusia dipenuhi dengan berbagai keinginan, tetapi sering kali dipenuhi dengan cara tidak realistis seperti berutang atau mengambil cicilan tanpa berpikir panjang.

    Pesan utama lagu ini adalah untuk merenungkan kembali cara kita memandang konsumsi dan kemampuan finansial, serta pentingnya berpikir lebih bijak sebelum terjebak dalam pola hidup yang hanya mengejar barang atau status material. Ketukan yang stabil dan pengulangan lirik "Realitas konsumerisme, produktivitas nol" menguatkan pesan bahwa meskipun masyarakat terjebak dalam keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak, hasil atau dampaknya sering kali nihil. 

     

    Lirik lagu "Realitas Konsumerisme" - Sukatani

    Kehidupan dihadapkan banyak keinginan

    Keinginan tak ubahnya ujian

    Kredit cicilan dan hutang tanpa ada urgensi

    Kaji ulang dan dipikir lagi

     

    Sesungguhnya kemampuan

    Belum mencukupi

     

    Realitas konsumerisme

    Produktivitas nol

    Realitas konsumerisme

    Produktivitas nol

     

    Kehidupan dihadapkan banyak keinginan

    Keinginan tak ubahnya ujian

    Kredit cicilan dan hutang tanpa ada urgensi

    Kaji ulang dan dipikir lagi

     

    Sesungguhnya kemampuan

    Belum mencukupi

     

    Realitas konsumerisme

    Produktivitas nol

    Realitas konsumerisme

    Produktivitas nol

    Realitas konsumerisme

    Produktivitas nol

    Realitas konsumerisme

    Produktivitas nol

  5. 5. "Tanam Kemandirian" - Sukatani

    Mari mendengarkan lagu "Tanam Kemandirian" yang mengusung pesan semangat untuk bekerja keras dan belajar sesuai dengan kemampuan, tanpa bergantung pada harapan yang tidak realistis. "Dan kami tak pernah berharap, sebab bila tak nyata kami 'kan kecewa" menunjukkan bahwa mereka lebih memilih untuk berusaha dan mengerjakan apa yang bisa mereka capai, daripada mengandalkan harapan kosong.

    Dengan instrumen yang kuat dan ritme yang tegas, lagu ini memberi kesan motivasi dan ajakan untuk berjuang. Musiknya mungkin cenderung memiliki ritme yang stabil dan sedikit repetitif, membangun semangat yang konsisten sepanjang lagu. Sukatani mengusung genre post-punk, dengan musik yang terinspirasi dari band anarko-punk era 80-an.

     

    Lirik lagu "Tanam Kemandirian" - Sukatani 

    Dan, kami tak pernah berharap

    Sebab bila tak nyata kami 'kan kecewa

    Dan, lakukan yang kami bisa

    Bekerja dan belajar di jalan yang ada

     

    Selama itu bukan segala kejahatan

    Selama itu adalah sebuah pilihan

     

    Nak, kami adalah kawanmu

    Bergabung dengan kami dan menjadi satu

    Nak, prinsip ayah dan ibumu

    Membawa kami datang di hadapanmu

     

    Bangun relasi keluargamu yang aman

    Pertahankan jalan mandiri berjuang

     

    Selama itu bukan segala kejahatan

    Selama itu adalah sebuah pilihan

     

    Itulah, lima lagu dari Sukatani dengan lirik-lirik yang menyampaikan kritik sosial cukup tajam. Adakah yang menjadi favoritmu, Bela? 

Share Article
Editorial Team
Ayu Utami
EditorAyu Utami

Related Articles

See More