Sudah empat tahun menjalani profesi sebagai news anchor di Metro TV, Zilvia Iskandar tak akan melupakan pengalamannya ketika ia mendapatkan kesempatan mewawancarai Tokoh Nasional hingga Presiden. Bahkan jelang Pilpres 2014 lalu, Zilvia juga turun ke lapangan untuk meliput. Padahal, Zilvia awalnya  sama sekali tidak mengerti isu Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam). Namun siapa sangka, setelah berkali-kali ditempatkan di desk Polhukam, justru bidang inilah yang menjadi favoritnya.

Kepiawannya membacakan berita serta meliput ranah politik, ia pelajari secara otodidak lho Bela. Namun tentunya Zilvia sudah mempunyai basic, yakni passion. Yap, lulusan Sastra Inggris di BINUS University ini sudah mengikuti puluhan news casting saat ia masih menjadi mahasiswi (2008-2012). Jerih payahnya pun terbayar lho, dari sekian banyak casting yang ia ikuti, Zilvia berhasil menjadi juara 1. Belum lagi Ia pernah mengalahkan 60-70an peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina di ajang Asian English Olympics yang diselenggarakan kampusnya.

Keoptimisan dan terus berusaha yang dimiliki Zilvia memang harus kita contoh, Bela. Begitu pun dengan pandangannya mengenai isu pemberdayaan wanita. Kamu bisa dapat inspirasi dari jawabannya berikut ini, Bela. Simak ya.  

Zilvia Iskandar: Kesulitan di Masa Kecil Bisa Melahirkan Kekuatan Dalam Hidup #BanggaJadiPerempuan

Yang paling sering aku lakukan saat terpuruk adalah aku curhat ke orang-orang terdekatku yang bisa aku percaya dan aku yakin tidak hanya bisa menjadi pendengar yang baik, tapi juga bisa memberikan perspektif positif. Bagiku mencurahkan isi hati lebih baik daripada memendam dan memikirkannya terus-menerus. Setelah itu biasanya aku merasa lebih lega dan siap move on. Aku juga orang yang sangat suka mengevaluasi diri dan bisa mengendalikan diri di depan orang lain. Dua hal ini membantuku untuk tidak berlama-lama dalam keterpurukan.

Zilvia Iskandar: Kesulitan di Masa Kecil Bisa Melahirkan Kekuatan Dalam Hidup #BanggaJadiPerempuan

Sukses itu ketika aku berhasil mengisi ruang di hati dan pikiran aku dengan baik dan seimbang. Contohnya, aku punya karier yang baik, tapi aku juga mau punya sosial relationship yang baik. Aku bisa mencukupi kebutuhanku, tapi aku juga mau bisa membantu kebutuhan keluargaku. Aku mau traveling dan shopping sepuasnya, tapi ketika pulang aku tahu uang di tabungan masih oke.  

Zilvia Iskandar: Kesulitan di Masa Kecil Bisa Melahirkan Kekuatan Dalam Hidup #BanggaJadiPerempuan

Kesulitan di masa kecil justru bisa melahirkan kekuatan yang besar dalam hidup. Saya berasal dari keluarga sederhana dengan segala kompleksitasnya. Lahir di Jakarta tumbuh besar di Belitung lalu kembali lagi ke Jakarta seorang diri untuk kuliah dan bekerja, mengajarkan aku, “Life is tough, you need to be persistent and consistent. Pursue excellence, then success will chase you.”

Zilvia Iskandar: Kesulitan di Masa Kecil Bisa Melahirkan Kekuatan Dalam Hidup #BanggaJadiPerempuan
 
Jadilah perempuan yang bisa memimpin, mandiri, kuat, tidak membatasi diri, tahu apa yang kamu mau, bisa menentukan sendiri nasibmu, dan bisa menggerakan orang lain untuk berbuat kebaikan.

Zilvia Iskandar: Kesulitan di Masa Kecil Bisa Melahirkan Kekuatan Dalam Hidup #BanggaJadiPerempuan
 
Beberapa kali tidak bisa menahan tawa saat siaran live.

Zilvia Iskandar: Kesulitan di Masa Kecil Bisa Melahirkan Kekuatan Dalam Hidup #BanggaJadiPerempuan
 
Minum susu , cek WhatsApp, buka sosmed, dan baca berita online.

Zilvia Iskandar: Kesulitan di Masa Kecil Bisa Melahirkan Kekuatan Dalam Hidup #BanggaJadiPerempuan
 
Reliable, prepared, organized.

Zilvia Iskandar: Kesulitan di Masa Kecil Bisa Melahirkan Kekuatan Dalam Hidup #BanggaJadiPerempuan

 Kemandirian, kepemimpinan, tahu apa yang aku mau, pekerja keras, dan jarang mengeluh.

Zilvia Iskandar: Kesulitan di Masa Kecil Bisa Melahirkan Kekuatan Dalam Hidup #BanggaJadiPerempuan
 
Pekerjaan sebagai jurnalis membuat aku merasa bermanfaat buat  orang lain. Kata-kata seorang jurnalis didengar banyak orang dan secara langsung maupun tidak langsung bisa menggerakan perubahan. Pekerjaan ini juga membawa aku bertemu dengan orang-orang yang akan sulit ditemui jika aku bukan jurnalis. Aku punya akses untuk bertemu, ngobrol, bertukar pikiran, dan membangun networking dengan banyak kalangan. Jadi jurnalis juga membuat aku selalu update dengan berbagai isu nasional, internasional, maupun lokal. Secara pribadi aku juga berkembang jadi pribadi yang terus belajar dan bisa beradaptasi dengan berbagai situasi. I love my job, it’s just like a hobby.

 

BACA JUGA: Justine Widjojo: "Kita Harus Ambisius Seperti Cowok" #BanggaJadiPerempuan