Meski dikenal sebagai penyanyi dunia sejak usia remaja, Shakira tetap memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Barranquilla, Colombia, termasuk di Colegio La Enseñanza, sekolah Katolik tempat ia mulai menunjukkan bakat menulis dan bermusiknya.
Menariknya, saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Shakira justru pernah ditolak bergabung dengan paduan suara karena suara vibratonya dianggap terlalu kuat. Namun, penolakan tersebut tidak membuatnya menyerah. Berkat kecerdasannya yang disebut memiliki IQ sekitar 140, Shakira bahkan mampu menyelesaikan pendidikan SMA pada usia 15 tahun, di tengah kesibukannya merilis dua album awal bersama Sony Music.
Keinginan untuk terus belajar tidak berhenti di situ. Pada 2007, ia mengikuti kelas sejarah di University of California, Los Angeles (UCLA). Saat pandemi Covid-19 pada 2020, Shakira juga mengambil kursus filsafat kuno secara daring di University of Pennsylvania. Selain itu, ia dikenal sebagai seorang poliglot yang mampu berbicara dalam beberapa bahasa, seperti Spanyol, Inggris, Portugis, Prancis, Italia, Catalan, hingga memahami bahasa Arab.
Dedikasinya terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui Yayasan Pies Descalzos yang membangun sekolah bagi anak-anak kurang mampu di Kolombia. Berkat kontribusinya tersebut, Presiden Barack Obama pernah menunjuknya sebagai anggota Komisi Penasihat Presiden untuk Keunggulan Pendidikan bagi Warga Hispanik di Amerika Serikat pada 2011.