Kabar baik datang untuk Indonesia! Nama Sakdiyah Ma’ruf berada dalam urutan ke-54 dari daftar 100 perempuan yang dianggap menginspirasi di seluruh dunia. Diyah juga disebut sebagai perempuan komedian tunggal muslim yang pertama dari Indonesia, perempuan kelahiran Pekalongan ini selalu membawa materi stand-up comedy yang bertema perempuan juga Islam.

Beberapa komedian tunggal asal Indonesia seperti Ernest Prakasa menyampaikan ucapan selamatnya di Twitter. Diyah juga tak lupa mengekspresikan rasa syukurnya dengan mengirimkan tweet.

“Terimakasih @AntonioMarrero @MoralCourage @IrshadManji telah mempercayai aku dari awal dan dengan sabar mengajari aku. Dan, aku juga mendedikasikan ini untuk kamu, Toni. Percakapan kita membuatku bertumbuh,” tutur Diyah.

Simak nih beberapa fakta tentang Diyah.

Fakta Tentang Sakdiyah Ma’ruf: Menginspirasi Lewat Komedi

Diyah lahir di Pekalongan pada 11 Februari 1982. Latar belakang keluarga yang erat dengan agama memengaruhi minatnya untuk mempelajari tentang isu-isu yang berkembang di dalamnya, dan menggunakannya sebagai materi komedinya.

Fakta Tentang Sakdiyah Ma’ruf: Menginspirasi Lewat Komedi

Kegemarannya menyaksikan serial situasi-komedi seperti Full House dan Roseanne membuat Diyah mempelajari bahasa asing itu secara cepat sejak SD. Sewaktu SMA, ia pun sadar bahwa aktor-aktor dalam acara televisi kesukaannya itu adalah pelawak tunggal. Setelah lulus sarjana, Diyah sempat menjadi intepreter profesional dan penerjemah.

Fakta Tentang Sakdiyah Ma’ruf: Menginspirasi Lewat Komedi

Aku nggak sadar bahwa ini akan menjadi jalan yang kutempuh. Ketika aku masih duduk di bangku SMP, aku pernah ikut lomba lawak di sekolah dan memenangkan juara kedua dari tiga orang kontestan,” ujar Diyah dalam sebuah wawancara dengan media.

Fakta Tentang Sakdiyah Ma’ruf: Menginspirasi Lewat Komedi

Perempuan berusia 36 tahun ini telah meraih gelar S2-nya pada tahun 2015 di UGM. Sebelumnya, ketika menempuh pendidikan sarjana jurusan Bahasa Inggris pada kampus yang sama, Diyah secara spesifik membahas tentang stand-up comedy dalam tugas akhir skripsinya. Inspirasi penelitiannya itu datang setelah menonton acara Robin Williams Special Live in Broadway.

Fakta Tentang Sakdiyah Ma’ruf: Menginspirasi Lewat Komedi

Diyah pertama muncul sebagai komedian tunggal pada Stand Up Comedy Show di Metro TV. Pada tahun 2011, Diyah lolos audisi di Yogyakarta pada kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim pertama. Sayangnya, perempuan yang tercatat sebagai komika hijabers pertama di Indonesia ini hanya tampil satu kali. Diyah mengundurkan diri dari kompetisi karena alasan ingin fokus menempuh pendidikan. Selain itu, Diyah juga sempat tampil melawak pada program televisi Comic Action dan Kelakar.

Fakta Tentang Sakdiyah Ma’ruf: Menginspirasi Lewat Komedi

Sebelum namanya muncul dalam daftar BBC 100 Women 2018, Diyah pernah dianugerahkan penghargaan di Vaclav Havel International For Creative Dissent. Diyah menerima penghargaan itu di Oslo, Norwegia pada tahun 2015.

Diyah juga menjadi komedian perempuan muslim asal Indonesia yang pertama menjadi pembicara pada ajang bergengsi TED Talks di tahun 2016. Diyah menyampaikan pidato yang berjudul “The Bravest Coward”.

Fakta Tentang Sakdiyah Ma’ruf: Menginspirasi Lewat Komedi

Diyah mengatakan, “Ini bukan bagian dari cita-cita atau mimpi saya”. Diyah mengaku nggak pernah membayangkan sebelumnya bahwa seorang komedian akan lahir dari komunitas keturunan arab ditambah lagi menyandang status perempuan yang berjilbab.

Diyah yakin menjadi seorang pelawan tunggal bukan mengejar ketenaran atau kekayaan saja. Tapi, lewat tawa yang disalurkannya ia juga dapat membagian pengalaman tak terlupakan dan pembahasan tentang isu-isu sosial pada audiensnya. Niat baiknya itu tetap berjalan meski dia sudah turun dari panggung.

“Komedi yang baik itu memberikan efek. Itu membuat kamu merasa telanjang,” jawab Diyah dalam salah satu interview-nya.

Baca Juga: Komedian Ini Bisa Wisuda Tanpa Harus Mengenyam Pendidikan