- Penomoran bab dalam buku
- Penomoran jam dinding
- Nama raja dan paus
- Sufiks generasi
- Tahun produksi film dan acara televisi
- Tahun konstruksi pada bangunan
- Penomoran sekuel film dan video game.
- Beberapa bidang ilmiah seperti astronomi dan kimia
Pengertian Angka Romawi beserta Cara Penulisannya yang Benar

Angka Romawi seringkali membuat sebagian orang bingung dengan cara penulisannya. Sebab, angka Romawi ditulis dengan menggunakan huruf Latin sebagai simbol untuk mewakili nilai angka numerik.
Sistem penomoran ini berasal dari Romawi Kuno dan terdiri dari karakter dasar (karakter tunggal) dan karakter kombinasi. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, kamu bisa menyimak pengertian angka Romawi dan penulisannya di bawah ini, ya.
Table of Content
1. Pengertian dan karakter dasar angka Romawi

Pengertian angka Romawi adalah sistem penomoran Romawi Kuno yang menggunakan huruf Latin tertentu untuk menyimbolkan nilai angka. Menariknya, angka Romawi tidak menggunakan simbol untuk nol.
Penulisannya pun menggunakan kombinasi huruf tunggal dengan aturan tertentu. Dengan menggunakan kapital dari alfabet modern, angka romawi berfungsi untuk memberikan klasik pada tulisan.
Setidaknya, terdapat 7 karakter atau simbol dasar dalam angka Romawi, di antaranya I = 1, V = 5, X = 10, L = 50, C = 100, D = 500, M = 1000. Sementara itu, contoh karakter kombinasi angka Romawi mencakup semua angka, di luar 7 simbol dasar angka romawi. Di antaranya adalah II (2), III (3), IV (4), VI (6), VII (7), VIII (8), IX (9), XI (11), dan seterusnya.
2. Sejarah angka Romawi

Mulanya, angka Romawi berasal dari goresan hitungan yang digunakan oleh para penggembala Italia dan Dalmasia hingga abad ke-19. Mereka menggunakan torehan pada tongkat untuk menghitung ternak.
Kemudian, sistem angka Romawi diadopsi oleh masyarakat Romawi untuk berbagai keperluan, misalnya seperti perdagangan dan pencatatan.
Namun, angka romawi kini sudah tidak begitu banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, eksistensinya telah tergeser oleh angka numerik modern yang lebih efisien dan efektif dalam melambangkan perhitungan.
Kendati sudah tidak dominan, angka Romawi masih digunakan dalam beberapa kebutuhan, seperti:
3. Cara menulis angka Romawi

Cara penulisan angka Romawi terdiri dari empat sistem cara penulisan, yaitu penjumlahan, pengurangan, pengulangan, dan campuran. Yuk, simak pembahasannya satu per satu di bawah ini!
1. Sistem penjumlahan
Penulisan angka Romawi dengan sistem penjumlahan dipakai bila ada angka Romawi yang terdiri dari dua angka atau lebih. Biasanya sistem ini menempatkan angka di sebelah kirinya dengan jumlah lebih dari atau sama dengan angka di sebelah kanannya.
Contoh:
VI = 5 + 1 = 6
LXVII = 50 + 10 + 5 + 1 + 1 = 67
2. Sistem pengurangan
Kamu bisa memakai sistem pengurangan untuk penulisan angka Romawi yang terdiri dari dua angka atau lebih. Berbeda dengan sistem penambahan, sistem satu ini menempatkan angka di sebelah kirinya dengan numerik yang kurang dari angka di sebelah kanannya.
Contoh:
a. IV = 5 – 1 = 4
b. XL = 50 – 10 = 40
3. Sistem pengulangan
Sistem pengulangan termasuk dalam sistem penulisan angka romawi yang paling mudah. Sebab, kamu hanya perlu mengulang angka yang sama secara berurutan.
Contoh:
a. III = 1 + 1 + 1 = 3
b. CC = 100 + 100 = 200
4. Sistem campuran
Sesuai namanya, sistem campuran pada penulisan angka Romawi menggabungkan ketiga sistem sebelumnya.
Contoh:
a. XCVIII = XC + V + I + I + I
= (100 – 10) + (5 + 1 + 1 + 1)
= 90 + 8
= 98
b. MDCCCXLVII = M + D + C + C + C + XL + V + I + I
= 1000 + 500 + 100 + 100 + 100 + (50 – 10) + 5 + 1 + 1
= 1000 + 500 + 100 + 100 + 100 + 40 + 5 + 1 + 1
= 1847
4. Daftar angka Romawi

Bisa kamu lihat di atas, sebagian simbol angka Romawi terdapat garis di atasnya. Angka Romawi tersebut menunjukkan perkalian angka dengan 1.000.
Berikut adalah contohnya:
- V: dengan garis di atasnya (V̄) berarti 5 x 1.000 = 5.000.
- X: dengan garis di atasnya (X̄) berarti 10 x 1.000 = 10.000.
- L: dengan garis di atasnya (L̄) berarti 50 x 1.000 = 50.000.
- C: dengan garis di atasnya (C̄) berarti 100 x 1.000 = 100.000.
- D: dengan garis di atasnya (D̄) berarti 500 x 1.000 = 500.000.
- M: dengan garis di atasnya (M̄) berarti 1.000 x 1.000 = 1.000.000.
Demikian penjelasan mengenai pengertian angka Romawi beserta cara penulisannya. Semoga informasi ini memudahkanmu dalam menulis angka Romawi ya, Bela!
FAQ seputar angka romawi
| Apa itu angka Romawi? | Angka Romawi adalah sistem penomoran yang menggunakan huruf kapital seperti I, V, X, L, C, D, dan M. |
| Bagaimana cara menulis angka 9 dan 40 dalam angka Romawi? | Angka 9 ditulis IX, sedangkan angka 40 ditulis XL. |
| Apa aturan dasar penulisan angka Romawi? | Huruf yang sama tidak boleh diulang lebih dari tiga kali berturut-turut dan angka yang lebih kecil di depan angka besar berarti pengurangan. |


















