Cara Membuat Teks Laporan Hasil Observasi beserta Strukturnya

- Laporan hasil observasi harus ditulis sesuai dengan struktur yang telah ditetapkan untuk validitas dan pertanggungjawaban.
- Tujuan laporan hasil observasi adalah memaparkan informasi fakta ilmiah tentang penelitian, serta memiliki ciri-ciri objektif, berdasarkan fakta, dan spesifik.
- Struktur teks laporan hasil observasi terdiri dari judul, klasifikasi umum, deskripsi, dan kesimpulan.
Laporan hasil observasi harus ditulis sesuai dengan ketentuan dan struktur yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan agar kamu bisa membuat laporan observasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.
Penulisan laporan hasil observasi sangat penting sebagai dokumentasi atas penelitian yang dilakukan. Nah, cara membuat teks laporan hasil observasi berikut ini bisa menjadi acuan dalam menyusun data penelitian dengan baik.
Table of Content
Pengertian laporan hasil observasi

Observasi merupakan suatu proses dalam mendapatkan sebuah data dan informasi melalui pengamatan terhadap suatu objek. Nantinya, hasil pengamatan tersebut disusun dalam sebuah teks bernama laporan hasil observasi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa laporan hasil observasi adalah teks yang memaparkan suatu informasi mengenai suatu objek atau situasi. Perolehan informasi atau data tersebut diperoleh melalui investigasi atau penelitian secara sistematis.
Tujuan dan ciri-ciri laporan hasil observasi

Sebelum mengetahui cara membuat teks laporan hasil observasi, penting untuk mengetahui tujuan terlebih dahulu. Laporan hasil observasi disusun dengan tujuan untuk memaparkan informasi fakta-fakta ilmiah tentang sebuah penelitian.
Teks ini juga berfungsi untuk mendapatkan penjelasan rinci mengenai suatu objek dari sudut pandang keilmuan kepada pembaca. Setelah mengetahui tujuannya, berikut adalah informasi mengenai ciri-ciri laporan hasil observasi:
1. Bersifat objektif
Teks laporan hasil observasi tentunya harus ditulis secara objektif. Artinya, semua informasi dan data yang disajikan didasarkan pada fakta penelitian tanpa dipengaruhi pendapat pribadi. Selain itu, laporan observasi juga harus bersifat universal dan tidak memihak kepada pihak tertentu.
2. Berdasarkan fakta
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, teks laporan hasil observasi harus ditulis berdasarkan fakta penelitian yang ada. Seseorang atau kelompok yang bertanggung jawab atas penelitian tidak boleh memanipulasi data atau sumber saat membuat teks hasil observasi.
3. Objek bersifat khusus atau spesifik
Meski cara membuat teks laporan hasil observasi bersifat universal, namun pembahasan topik atau objek di dalamnya harus dibuat spesifik. Contohnya bila kamu ingin membahas tentang bahaya garam berlebih pada makanan. Dengan topik tersebut, laporan hasil observasinya akan berfokus pada dampak dari garam berlebih ke uji coba beberapa sampel makanan.
4. Disajikan secara lengkap
Penulisan laporan hasil observasi harus disusun secara lengkap sesuai dengan strukturnya. Biasanya, laporan ini dibuka dengan pendahuluan, isi, dan ditutup dengan simpulan. Jadi, pembaca juga tidak bingung untuk memahami maksud dari isi laporan hasil observasi.
5. Menggunakan bahasa yang efektif dan mudah dimengerti
Cara membuat teks laporan hasil observasi bisa dirangkai dengan bahasa yang efektif. Tujuannya agar pembaca dapat lebih mudah memahami isi dari laporan tersebut.
Struktur teks laporan hasil observasi

Setiap laporan tentunya memiliki struktur penulisan yang membantu penyampaian informasi penelitian dengan jelas. Struktur teks laporan hasil observasi terdiri dari judul, klasifikasi umum, deskripsi, dan penutup atau kesimpulan. Berikut ini adalah struktur lengkapnya!
1. Judul
Setiap laporan hasil observasi tentu harus dibuka dengan judul yang memuat topik utama yang akan dibahas. Judul harus singkat, jelas, dan mencerminkan isi laporan.
2. Klasifikasi Umum
Pada bagian ini, penulis perlu menyajikan gambaran umum tentang objek yang diamati. Biasanya mencakup informasi ringan seperti karakteristik, definisi, dan jenis yang ada pada objek tersebut.
3. Deskripsi
Setelah memaparkan klasifikasi umum, laporan hasil observasi akan dilanjutkan dengan memaparkan deskripsi lebih dalam. Deskripsi tersebut berisi rincian mengenai hal-hal spesifik dari objek yang diamati. Bagian ini bisa terdiri dari beberapa paragraf, tergantung kompleksitas objeknya.
4. Kesimpulan
Terakhir, laporan hasil observasi perlu ditutup dengan rangkuman atau simpulan dari hasil penelitian yang dilakukan. Sebuah penutup berisikan ringkasan dan implikasi dari hasil pengamatan. Penulis juga boleh menyertakan saran dan pesan untuk pembaca jika diperlukan.
Langkah pembuatan teks laporan hasil observasi

Setelah memahami pengertian serta struktur, kamu bisa menyimak cara membuat teks laporan hasil observasi yang benar dan tepat. Yuk, perhatikan langkah-langkahnya berikut ini:
1. Menentukan tema kegiatan observasi
Sebelum memulai kegiatan observasi, kamu perlu menentukan terlebih dahulu tema objek yang akan diteliti. Objek yang dibahas juga beragam dan disesuaikan dengan minat. Mulai dari makanan, minuman, tumbuhan, hewan, maupun proses terjadinya fenomena alam.
2. Tentukan tujuan observasi
Setelah menentukan tema kegiatan, selanjutnya penulis bisa menyusun tujuan observasi dari objek yang ingin diteliti.
3. Melakukan proses observasi
Dalam memperoleh data dan informasi, tentunya penulis perlu melakukan proses observasi atau penelitian pun dilakukan. Pastikan kamu melakukannya dengan teliti dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Supaya hasil yang diperoleh sesuai dengan prediksi dan akurat.
4. Menyusun kriteria aspek yang harus dilaporkan
Cara membuat teks laporan hasil observasi memerlukan pendalaman materi dan pemahaman yang objektif. Sebab, penulis diwajibkan untuk menyusun kriteria aspek yang akan dibahas dalam teks laporan hasil observasi. Kriteria aspek tersebut bisa ditentukan sesuai peraturan dari instansi atau organisasi penelitian yang ada.
5. Membatasi aspek yang harus dilaporkan
Kendati kriteria setiap laporan observasi bersifat luas, penulis tetap harus membatasi aspek apa saja yang harus dilaporkan. Hal itu bertujuan agar nantinya laporan hasil observasi tidak melenceng dari tujuan yang sudah dibuat.
6. Mulai mendeskripsikan aspek observasi
Setelah menentukan aspek yang akan dibahas, penulis bisa menulis deskripsinya berupa pernyataan umum. Gunakan kaidah kebahasaan yang sederhana agar mudah dipahami pembaca.
7. Melengkapi teks laporan hasil observasi dengan data dan gambar
Untuk melengkapi isi laporan, kamu bisa mencantumkan data penelitian berupa gambar, grafik, dan angka yang menunjukkan suatu ukuran. Pakai kaidah kalimat simpleks dan kompleks, konjungsi, sinonim, dan antonim saat menulis laporan tersebut.
8. Membuat simpulan hasil observasi
Menyusun kesimpulan menjadi cara menulis teks laporan hasil observasi yang terakhir. Cantumkan kesimpulan dari laporan tersebut berupa ringkasan temuan selama penelitian.
Itu dia penjelasan mengenai cara membuat teks laporan hasil observasi untuk memaparkan hasil penelitian. Sekarang udah nggak bingung lagi, kan? Selamat mencoba, Bela!
FAQ seputar teks laporan hasil observasi
| Apa itu teks laporan hasil observasi? | Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi hasil pengamatan terhadap suatu objek secara objektif dan sistematis. |
| Apa contoh objek dalam teks laporan hasil observasi? | Objeknya bisa berupa hewan, tumbuhan, lingkungan, atau fenomena sosial. |
| Apa ciri-ciri teks laporan hasil observasi? | Bersifat faktual, menggunakan bahasa baku, dan disusun berdasarkan hasil pengamatan langsung. |


















