Salah satu hal yang menjadi alasan seseorang melakukan perjalanan wisata adalah ingin mencicipi kulinernya yang khas. Bukan hanya itu, melalui kuliner juga kita bisa mendapatkan pengalaman berbeda di setiap kota yang kita kunjungi. Hal tersebutlah yang diusung oleh Jelajah Gizi 2018 di Kota Semarang.

Wisata Kuliner Sambil Jelazah Gizi di Kota SemarangInstagram.com/nutrisibangsa

Selama tiga hari kemarin (20-22/4), Popbela menadapatkan kesempatan untuk ikut serta menjadi salah satu peserta Jelajah Gizi 2018 di Semarang. Beragam kuliner dicoba untuk mencicipi serta mengenal lebih dekat kota Semarang melalui sajian khasnya.

Mengusung tema konsep pangan berkelanjutan

Wisata Kuliner Sambil Jelazah Gizi di Kota SemarangInstagram.com/nutrisibangsa

Bukan hanya mencicipi beragam kuliner, melalui acara yang diadakan oleh Nutricia Sarihusada ini, para peserta Jelajah Gizi 2018 juga diperkenalkan dengan konsep pangan berkelanjutan.

Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD - Pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor menekankan, “Secara bertahap, konsumen perlu mulai memperhatikan asal usul makanan yang dikonsumsi serta dampak pilihan makanannya terhadap kesehatan dan lingkungan. Indonesia memiliki beragam cita rasa lokal yang nutrisinya tidak kalah dengan pangan internasional. Masyarakat perlu mengetahui nutrisi yang baik bagi tubuhnya, dan bagaimana makanan tersebut dapat berdampak positif bagi bumi dan masyarakat sekitar.”

Sebagai informasi nih Bela pada 2050, dunia perlu memberikan makanan kepada 9,8 miliar jiwa. Dalam proses pengadaan pangan, diperlukan pengelolaan kelestarian bumi yang baik untuk dapat menghasilkan pangan yang kaya akan nutrisi. Hubungan yang resiprokal ini terkait dengan konsep pangan berkelanjutan, dimana konsumen diharapkan dapat memilih pangan yang baik bagi kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Eksplorasi Semarang melalui kuliner

Wisata Kuliner Sambil Jelazah Gizi di Kota SemarangPopbela.com/Niken Ari

Salah satu cara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal adalah melalui sajian khas kulinernya. Dengan membeli serta mengonsumsi makanan khas suatu daerah, artinya kita juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal daerah tersebut.

Drs. H. Kasturi, MM – Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan, “Kota Semarang memiliki potensi pangan yang beragam dan tentunya bernutrisi, bahkan sampai dikemas dan dikirim ke kota-kota lainnya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengapresiasi inisiatif Nutricia Sarihusada yang melakukan eksplorasi pangan lokal dan mengajak konsumen lebih paham mengenai bagaimana cara konsumsi yang tidak merugikan kesehatan dan bumi.”

Beberapa wisata kuliner yang sempat Popbela kunjungi selama di Semarang adalah Semarang Restaurant, Pujasera Simpang Lima, Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok, Bandeng Presto Bu Darmono, Loenpia Gang Lombok, Soto Bangkong dan Kampoeng Kopi Banaran.

Penasaran bagaimana Popbela mencicipi tempat-tempat makan tersebut? Tunggu artikelnya di Popbela.com ya!

BACA JUGA: Kuliner Khas Bangka Belitung Ini Pasti BIkin Kamu Ketagihan​