Terjun dalam dunia bisnis tentu bukan suatu hal yang baru bagi perempuan. Saat ini banyak sekali perempuan yang sudah mulai berani unjuk gigi, memulai bisnis, bahkan berada di posisi puncak dalam sebuah perusahaan. Namun, berada di posisi tersebut bukan tanpa tantangan dan kesulitan.

Di panggung Future is Female hari kedua ini menghadirkan para perempuan dengan latar belakang bisnis, dan akan membicarakan tentang Propelling The Next Gen of Female Entrepreneurs. Acara yang dipandu oleh Andina Efendi, Relationship Editor of Popbela.com akan membahas lebih jauh lagi tentang entrepreneurship bersama Carline Darjanto (Founder, Ceo & Creative Director of Cottonink), Ria Sarwono (Founder, Brand & Marketing of Cottonink), Anandita Makes Adoe (CFO of Plataran Indonesia), Sarita Sutedja (Founder & Deputy Director of Corporate Communication CRP Group).

Apa saja ya yang mereka bahas dalam sesi ini? Yuk simak, Bela.

1. Carline dan Ria yang berani berinovasi

#IMS2020: Belajar Berbisnis dari Para Entrepreneur Perempuan dok. Popbela.com

Kedua sahabat ini memulai bisnis mereka, yaitu Cottonink pada tahun 2008. Bermula dari Carline yang mengajak sahabatnya Ria untuk membuat sesuatu. Akhirnya terciptalah Cottonink dengan mengusung desain pakaian yang casual effortless namun tetap nyaman digunakan dan fashionable.

"Produk pertama kita itu t-shirt obama, yang dijual lewat facebook karena saat itu kita belum ada modal yang cukup besar. Hanya buat 24 kaos obama kita jualin deh di Facebook dan ternyata sambutannya oke banget sampai akhirnya kita bikin lagi," ujar Carline.

Tidak puas hanya sampai di situ, dua sahabat itu terus melakukan inovasi dengan bukan hanya membuat t-shirt melainkan aksesoris lain seperti shawls. Setelah itu mereka memiliki webstore dan saat ini mereka sudah memiliki tokonya sendiri dan sudah tersebar di beberapa mall di Jakarta.

2. Anandita Makes Adoe bicara 'just do it'

#IMS2020: Belajar Berbisnis dari Para Entrepreneur Perempuan Popbela.com/Nabila Damaan

Selain memiliki inovasi dan ide, yang perlu dilakukan adalah mengutarakan ide-ide tersebut dan jangan pernah takut untuk menjalani ide-ide tersebut. 

"Simpelnya just do it, karena kalau nggak dilakuin sekarang kamu bakalan kehilangan momen, kehilangan waktu, dan kehilangan kesempatan," ujar Anindita Makes Adoe.

Jika kamu membuat kesalahan dalam menjalani ide, dan terus menerus membuat kesalahan dan menunda menyelesaikan masalah tersebut walaupun mungkin akan hilang masalahnya karena waktu, tapi kamu nggak bisa belajar caranya menyelesaikan masalah dengan baik.

"Intinya kita punya ide bisnis, lalu bagaimana caranya agar menjadi nyata, ya stop dreaming when you're sleeping and make that dream reality when you're awake," lanjut Anandita.

3. Sarita Sutedja anggap intimidasi sebagai tantangan

#IMS2020: Belajar Berbisnis dari Para Entrepreneur Perempuan dok. Popbela.com

Berada di posisi atas sebuah perusahaan dan dipegang oleh seorang perempuan terkadang intimidasi sering didapatkan oleh perempuan-perempuan tersebut. Intimidasi yang mengaggap bahwa perempuan tidak akan mampu menjadi seorang pemimpin. Hal tersebut dibantah oleh Sarita Sutedja.

Sarita beranggapan bahwa sebenarnya intimidasi itu adalah mainset yang sering kita tanamkan. Jadi, ia berpesan agar jangan jadikan intimidasi sebagai mainset, melainkan jadikan sebagai tantangan yang diberikan oleh alam semesta untuk kita. 

"Aku nggak pernah merasa terintimidasi karena aku beranggapan bahwa ini adalah cara alam semesta untuk memberikan tantangan. Kalau kita anggap itu intimidasi, kita akan down, tapi kalau kita anggap sebagai tantangan maka kita akan semakin bersemangat untuk menunjukan kemampuan kepada mereka bahwa kita bisa," ujar Sarita Sutedja.

Yap! itulah beberapa ilmu yang diberikan oleh para entrepreneur perempuan untuk para pembisnis pemula. Intinya mereka berpesan untuk jangan pernah takut untuk mengeluarkan ide, selalu berinovasi, dan jangan pernah pedulikan orang-orang yang ingin menjatuhkan kamu. 

https://www.youtube.com/embed/QZNPhy1uuD0

Baca Juga: #IMS2020: 6 Spot Foto Instagramable yang Ada di IMS 2020