Bela, apakah kamu pernah mendengar istilah urban farming? Nah, Urban farming adalah salah satu bentuk kegiatan bercocok tanam di rumah yang dilakukan masyarakat perkotaan, demi menunjang gaya hidup sehat. Menariknya, tidak seperti pertanian biasa di pedesaan yang menggunakan pestisida ataupun pupuk kimia, urban framing dilakukan dengan sistem organik. 

Urban framing saat ini menjadi trend di tengah masyarakat, khususnya pecinta lingkungan, di perkotaan karena memiliki banyak manfaat. Mulai dari terjaminnya bahan makanan yang lebih sehat, mengurangi krisis ruang terbuka hijau di perkotaan, menjaga ketahanan pangan, menjadi peluang usaha, sampai menghemat uang belanja untuk makanan sehari-hari. Meski begitu, urban framing juga memiliki dampak negatif. Jika dilakukan dengan sistem yang kurang maksimal dan efektif, urban farming dapat menyebabkan meningkatnya polusi suara, udara, banjir, pemborosan air, bahkan hingga potensi terkena malaria. 

Tertarik mencoba melakukan urban farming di rumah? Ikuti 7 tipsnya dulu di bawah ini, ya!

1. Menanam dengan medium air

Pengertian Urban Farming, Dampak dan 5 Tips Melakukannya di Rumah!Specsavers.co.uz

Jika kamu tidak memiliki lahan tanah yang luas di rumah, maka kamu bisa melakukan urban farming dengan medium air. Ternyata ada beberapa jenis sayuran yang bisa tumbuh hanya dengan diletakan di rendaman air. Seperti kubis, seledri, adas, bawang putih, daun bawang, serai dan selada. 

2. Gunakan kulit pisang, cangkang telur, dan bubuk kopi untuk menyuburkan tanah

Pengertian Urban Farming, Dampak dan 5 Tips Melakukannya di Rumah!Dok. Internet

Hindari membuang-buang uang dengan membeli pupuk atau pestisida, kamu bisa menyuburkan tanah garapanmu dengan bahan-bahan sederhana di rumah, Bela.

Bahan-bahan seperti kulit pisang, remahan cangkang telur, dan bubuk kopi ternyata bisa kamu gunakan untuk menyuburkan tanah. Hal ini karena bahan-bahan tersebut memiliki tingkat kalsium tinggi dan mampu meningkatkan perkembangan mikro organisme dalam tanah. 

3. Buat pestisida alami dengan bawang putih dan daun mint

Pengertian Urban Farming, Dampak dan 5 Tips Melakukannya di Rumah!Balconygardenweb.com

Salah satu hal menyebalkan dari berkebun adalah adanya hama yang merusak bentuk tanaman. Daripada menggunakan pestisida kimia, kamu bisa membuat sendiri pestisida organikmu hanya dengan tiga bahan sederhana, lho!

Siapkan dua siung bawang putih, tiga lembar daun mint, dan air secukupnya. Haluskan ketiga bahan tersebut dengan blender dan masukkan ke dalam botol spray. Voilà, pestisida alami buatanmu siap disemprotkan pada tanaman untuk mengusir hama-hama nakal!

4. Menggunakan garam Inggris untuk menyuburkan tanah

Pengertian Urban Farming, Dampak dan 5 Tips Melakukannya di Rumah!honestdocs.id

Menyuburkan tanah juga bisa dilakukan dengan garam Inggris. Hal ini karena garam Inggris mengandung magnesium dan sulfat yang sangat penting untuk tanaman. Caranya, campurkan beberapa sendok makan garam dengan air. Kemudian, siramkan tanah dengan air garam ini sebanyak sekali sampai dua kali sebulan. 

5. Menanam secara vertikal

Pengertian Urban Farming, Dampak dan 5 Tips Melakukannya di Rumah!Pinterest.com

Tahu nggak sih, berkebun secara vertikal di rumah selain menghemat ruangan juga akan membuat rumahmu jadi kian estetis. Kamu bisa mencoba menanam sayuran dengan pot-pot yang digantungkan hingga memanfaatkan tumpukkan batako di sudut ruangan.

Nah, itu dia 5 tips melakukan urban farming di rumah yang bisa kamu coba. Tertarik mencobanya, Bela? 

Baca Juga: Yuk, Belajar Menanam & Merawat Hidroponik dengan Metode Sederhana Ini

Baca Juga: Ini 7 Rekomendasi Tanaman Hidroponik yang Cocok Ditanam di Rumah

Baca Juga: Bercocok Tanam di Rumah, Ini 5 Sayuran yang Cepat Panen