Makin Mendunia! Novel 'Gadis Kretek' Diterjemahkan ke Bahasa Korea

Novel 'Gadis Kretek' karya Ratih Kumala resmi diterjemahkan ke bahasa Korea dan diterbitkan oleh HansaeYes24 Cultural Foundation sebagai bagian dari seri literatur Asia Tenggara.
Kisahnya mengangkat sejarah industri kretek Indonesia melalui tokoh Jeng Yah, menyoroti perjuangan perempuan di dunia bisnis yang didominasi laki-laki serta dinamika sosial-politik masa itu.
Sebelum versi Korea, novel ini sudah hadir dalam berbagai bahasa dunia dan adaptasi serialnya berjudul 'Cigarette Girl' tayang perdana di Busan International Film Festival 2023.
Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala terus menunjukkan pengaruhnya di kancah internasional. Setelah sukses sebagai karya sastra dan diadaptasi menjadi serial populer, novel ini kini resmi diterjemahkan ke dalam bahasa Korea.
Kehadiran edisi Korea dari Gadis Kretek menjadi bagian dari meningkatnya minat terhadap sastra Asia Tenggara di Korea Selatan. Selain itu, popularitas adaptasi serialnya juga semakin memperkuat posisi cerita ini di panggung global.
Berikut fakta-fakta menarik tentang perjalanan Gadis Kretek hingga dikenal oleh pembaca Korea.
1. Novel Gadis Kretek resmi diterjemahkan ke bahasa Korea

Novel Gadis Kretek kini telah diterbitkan dalam bahasa Korea sebagai bagian dari seri literatur Asia Tenggara yang diterbitkan oleh HansaeYes24 Cultural Foundation. Buku yang pertama kali terbit pada 2012 ini dikenal sebagai salah satu karya penting dalam sastra Indonesia kontemporer.
“Saya memahami bahwa tidak banyak karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea, tetapi buku suami saya (novelis Eka Kurniawan) 'Man Tiger' telah diterbitkan dalam bahasa Korea beberapa tahun lalu. Jadi ini juga merupakan semacam prestasi bagi keluarga kami,” kata Ratih Kumala dalam konferensi pers di Seoul, dikutip dari The Korea Herald.
2. Kisahnya menyorot sejarah industri kretek Indonesia

Salah satu kekuatan utama novel ini adalah latar ceritanya yang berhubungan dengan industri kretek, rokok tradisional khas Indonesia yang terbuat dari campuran tembakau dan cengkeh.
Cerita berpusat pada tokoh perempuan bernama Jeng Yah yang berusaha menemukan tempatnya di industri yang didominasi laki-laki. Melalui kisah tersebut, novel ini tidak hanya menampilkan drama keluarga dan romansa, tetapi juga menggambarkan dinamika politik, bisnis, dan sejarah Indonesia.
3. Telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia

Sebelum diterbitkan dalam bahasa Korea, Gadis Kretek sudah lebih dulu diterjemahkan ke beberapa bahasa internasional seperti Inggris, Jerman, Arab, dan Thailand.
Di Korea Selatan sendiri, momen peluncuran Gadis Kretek versi Korea dibarengi dengan acara diskusi buku dan film 'BEYOND THE SMOKE' di Seoul Film Center, Yayasan Kebudayaan HansaeYes24 pada 13 Maret 2026.
Terbitnya edisi Korea dari Gadis Kretek juga menjadi langkah penting dalam memperluas pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea Selatan. Menurut pihak penerbit, kehadiran novel ini di Korea diharapkan dapat membantu pembaca memahami sejarah serta emosi yang terkandung dalam cerita tersebut.
4. Adaptasi serialnya tayang perdana di Busan International Film Festival
Popularitas Gadis Kretek semakin meningkat setelah diadaptasi menjadi serial drama dengan judul internasional Cigarette Girl. Serial ini bahkan melakukan world premiere dengan memutar dua episode pertamanya di Busan International Film Festival 2023.
Penayangan tersebut berlangsung di Busan Cinema Center dan disaksikan oleh penonton internasional yang hadir dalam festival film bergengsi tersebut. Serial ini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan disutradarai oleh Kamila Andini bersama Ifa Isfansyah.
Popbela ikut bangga dengan prestasi ini! Apakah kamu salah satu penggemar kisah Gadis Kretek, Bela?


















