Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Perankan Aragorn Muda, Ini 10 Film Terbaik Jamie Dornan

Perankan Aragorn Muda, Ini 10 Film Terbaik Jamie Dornan
belfasttelegraph.co.uk/PA Radar
Intinya Sih
  • Jamie Dornan resmi diumumkan memerankan Aragorn muda dalam film prekuel The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum yang disutradarai Andy Serkis dan dijadwalkan tayang 17 Desember tahun ini.

  • Film ini menghadirkan kembali dunia Middle-earth dengan deretan aktor ternama seperti Kate Winslet, Lee Pace, Ian McKellen, Elijah Wood, serta Andy Serkis yang kembali sebagai Gollum.

  • Penunjukan Jamie Dornan menyoroti perjalanan kariernya yang beragam dan matang, dari peran romantis hingga karakter kelam, memperkuat reputasinya sebagai aktor dengan jangkauan akting luas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kabar tentang Jamie Dornan kembali mencuri perhatian publik setelah namanya diumumkan di ajang CinemaCon 2026. Aktor asal Irlandia Utara ini resmi didapuk sebagai Aragorn muda alias Strider dalam film prekuel terbaru semesta Middle-earth berjudul The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum, menggantikan peran ikonis yang sebelumnya melekat kuat pada Viggo Mortensen. Pengumuman dari Warner Bros. ini langsung memicu diskusi hangat, antara antusiasme, nostalgia, dan rasa penasaran akan interpretasi baru Jamie Dornan sebagai calon Raja Gondor.

Film yang disutradarai oleh Andy Serkis ini akan membawa penonton kembali ke Middle-earth, jauh sebelum peristiwa The Fellowship of the Ring. Ceritanya mengikuti perburuan Gollum, dengan deretan nama besar turut meramaikan layar, mulai dari Kate Winslet, Lee Pace, hingga kembalinya wajah-wajah legendaris seperti Ian McKellen, Elijah Wood, dan Andy Serkis sebagai Gollum. Dijadwalkan tayang pada 17 Desember tahun ini, film ini seolah menjadi jembatan nostalgia sekaligus babak baru bagi semesta The Lord of the Rings.

Di tengah euforia kembalinya Middle-earth, satu hal yang kembali disorot adalah konsistensi kualitas akting Jamie Dornan. Selama ini, ia dikenal sebagai aktor dengan spektrum peran yang luas, mulai dari karakter romantis yang kompleks, sosok penuh trauma, hingga figur gelap yang mengintimidasi. Penunjukannya sebagai Aragorn muda bukan datang begitu saja, melainkan terasa sebagai kelanjutan alami dari perjalanan kariernya yang matang dan berani mengambil risiko.

Maka tak heran jika publik kembali menoleh ke filmografi Jamie Dornan dan mempertanyakan satu hal: karya mana saja yang benar-benar menunjukkan kekuatan aktingnya? Dari film drama emosional hingga thriller yang menegangkan, inilah saat yang tepat untuk menengok kembali deretan film terbaik Jamie Dornan apa saja?

Table of Content

1. A Haunting in Venice

1. A Haunting in Venice

Di Venesia pascaperang tahun 1947, Hercule Poirot (Kenneth Branagh) memilih hidup menyendiri di sebuah palazzo tua yang muram, ditemani Vitale, mantan polisi yang kini menjadi pengawalnya. Ketenteraman Poirot terusik saat malam Halloween, ketika penulis misteri Ariadne Oliver membujuknya menghadiri sebuah séance di rumah diva opera Rowena Drake. Tujuannya adalah membongkar Joyce Reynolds, medium yang dituding sebagai penipu dan dipekerjakan Rowena untuk berkomunikasi dengan arwah putrinya, Alicia, yang meninggal secara misterius setelah hubungannya dengan sang tunangan, Maxime Gérard, berakhir.

Alih-alih menjadi sandiwara biasa, séance tersebut berubah menjadi malam penuh teror. Joyce tiba-tiba mengaku kerasukan Alicia dan menyebut bahwa ia dibunuh oleh salah satu tamu yang hadir. Tak lama setelah itu, Joyce ditemukan tewas secara mengenaskan di halaman palazzo. Terjebak badai dan terisolasi, Poirot mulai menginterogasi para tamu, termasuk Dr. Leslie Ferrier, dokter keluarga Drake yang diperankan oleh Jamie Dornan. Leslie digambarkan sebagai veteran perang dengan trauma mendalam, sosok rapuh yang emosinya mudah terguncang—membuatnya terlihat sekaligus mencurigakan dan menyedihkan.

Perlahan, Poirot mengungkap lapisan demi lapisan rahasia kelam yang tersembunyi di balik dinding palazzo, hingga kebenaran tentang kematian Alicia dan motif obsesif Rowena terkuak. Peran Jamie Dornan menjadi salah satu elemen emosional terkuat dalam cerita, menghadirkan karakter yang sarat luka batin dan konflik moral. Film ini bukan hanya tentang memecahkan teka-teki pembunuhan, tetapi juga soal rasa bersalah, kehilangan, dan bayang-bayang masa lalu yang menolak untuk pergi.

2. Heart of Stone

Di Pegunungan Alpen Italia, sebuah misi MI6 berubah menjadi kekacauan di sebuah resor ski yang juga berfungsi sebagai kasino. Tim agen lapangan yang dipimpin Parker ditugaskan mengekstraksi Mulvaney, seorang pedagang senjata yang tengah berjudi sambil menonton operasi tempur Navy SEAL yang disiarkan secara ilegal. Situasi memanas saat penyamaran terbongkar dan baku tembak tak terhindarkan. Di tengah kekacauan itu, Rachel Stone diam-diam menjalankan peran lain yang jauh lebih berbahaya.

Rachel Stone ternyata adalah agen rahasia dari organisasi bayangan bernama Charter, dibantu oleh sosok misterius bernama Jack yang memberinya panduan berbasis probabilitas untuk bertahan hidup. Saat identitasnya perlahan terancam, pengkhianatan besar terungkap: Parker, yang diperankan oleh Jamie Dornan, ternyata adalah agen ganda. Ia tak hanya membunuh rekan setimnya sendiri, tetapi juga bekerja sama dengan peretas jenius Keya Dhawan demi menguasai "The Heart", sebuah komputer kuantum supercanggih yang mampu memanipulasi hasil misi dan kekuasaan global.

Konflik memuncak ketika Parker dan Keya berhasil merebut The Heart, memicu kehancuran besar dan kematian para pemimpin Charter. Namun, ambisi Parker mulai runtuh saat Keya berbalik arah dan membantu Stone. Dalam konfrontasi terakhir, Stone berhasil menghentikan Parker, sementara Keya mengembalikan kendali The Heart ke tangan Charter. Empat minggu kemudian, cerita berakhir dengan awal baru: Stone menawarkan Keya kesempatan kedua sebagai bagian dari Charter, membentuk tim baru yang siap menjalankan misi berikutnya yang kemudian meninggalkan jejak pengkhianatan dan aksi berbahaya yang dipimpin oleh karakter kelam Jamie Dornan sebagai salah satu antagonis paling dingin dan memikat.

3. Belfast

Film ini mengikuti kehidupan sebuah keluarga Protestan kelas pekerja di Belfast, Irlandia Utara, melalui sudut pandang Buddy, bocah sembilan tahun yang tumbuh di tengah konflik sosial dan politik The Troubles. Ayah Buddy, Pa (Jamie Dornan) bekerja di Inggris demi menghidupi keluarga, sementara Buddy tinggal bersama sang ibu, kakaknya Will, serta kakek-neneknya di Belfast. Hidup mereka yang semula sederhana berubah drastis ketika kerusuhan besar pecah pada Agustus 1969, saat kelompok loyalis Protestan menyerang rumah dan toko milik warga Katolik di lingkungan mereka.

Di tengah situasi yang kian mencekam, Buddy berusaha memahami dunia orang dewasa yang penuh kebencian, ketakutan, dan pilihan sulit. Ia tetap menjalani keseharian sebagai anak-anak, mulai dari bersekolah, jatuh cinta pada Catherine, teman sekelasnya yang beragama Katholik, hingga terseret pengaruh lingkungan yang penuh kekerasan. Sementara itu, Pa berada dalam dilema besar. Ia menolak terlibat dalam aksi sektarian, meski tekanan datang dari Billy Clanton, tokoh kriminal lokal. Peran Jamie Dornan sebagai Pa terasa hangat sekaligus tegas: sosok ayah yang ingin melindungi keluarganya, namun sadar bahwa masa depan mereka di Belfast semakin tak aman.

4. Wild Mountain Thyme

Berlatar di County Mayo, Irlandia, kisah ini mengikuti kehidupan dua pribadi pendiam yang telah bertetangga sejak kecil: Rosemary Muldoon dan Anthony Reilly. Rosemary diam-diam mencintai Anthony, namun pria itu justru terlihat dingin dan menjaga jarak. Sejak kecil, hubungan mereka diwarnai emosi yang tak terucap. Misalnya, mulai dari kenangan masa kanak-kanak yang pahit hingga simbol "angsa putih" dari Swan Lake yang melekat dalam hidup Rosemary, menandai cintanya yang tulus namun rapuh.

Anthony, yang diperankan oleh Jamie Dornan, digambarkan sebagai sosok eksentrik dan tertutup, bahkan dianggap tak waras oleh ayahnya sendiri. Ia sering mendengar suara misterius di ladang, merasa terasing dari dunia, dan kesulitan menerima cinta. Ketegangan keluarga memuncak saat ayah Anthony berniat menjual ladang warisan, memaksa Anthony menghadapi ketakutannya akan kehilangan, baik tanah kelahiran maupun perasaannya pada Rosemary. Akting Jamie Dornan tampil lembut sekaligus ganjil, menghadirkan karakter yang rapuh, polos, dan penuh konflik batin.

5. Endings, Beginnings

Daphne, perempuan usia 30-an yang masih berusaha pulih dari patah hati usai putus dengan Adrian, memutuskan mengambil jeda besar dalam hidupnya. Ia pindah ke poolhouse milik sang kakak, Billie, berhenti dari pekerjaannya, dan bertekad menjalani “puasa” enam bulan dari alkohol dan hubungan romantis. Keputusan ini lahir dari kesadarannya bahwa ia telah kehilangan empat tahun hidupnya dalam relasi yang tak lagi memberi arah.

Namun jarak emosional dengan ibunya, Sue, justru kembali membuka luka lama, terlebih ketika respons sang ibu atas perpisahan Daphne terasa dingin dan berjarak, seolah menegaskan bahwa ketidakstabilan cinta adalah warisan lintas generasi.

Segalanya menjadi semakin rumit ketika Daphne bertemu dua laki-laki dengan kutub kepribadian yang bertolak belakang. Jack hadir sebagai sosok hangat, tenang, intelektual, dan menawarkan rasa aman yang selama ini ia cari. Sebaliknya, Frank datang membawa spontanitas, hasrat, dan kekacauan yang justru terasa hidup.

Terjebak di antara dua kemungkinan hidup, Daphne seolah sedang mencoba berbagai versi dirinya sendiri dan menjalani keseharian domestik bersama Jack, sembari larut dalam daya tarik berbahaya bersama Frank. Di tengah kebingungan itu, realitas ikut menekan: konflik rumah tangga sang kakak, masa lalu kelam di tempat kerja, dan keputusan impulsif yang perlahan menumpuk menjadi beban emosional.

6. Robin Hood

Film Robin Hood menghadirkan kisah klasik sang legenda dengan sentuhan modern dan lebih politis. Lord Robin of Loxley hidup nyaman sebagai bangsawan Nottingham sekaligus pemanah ulung, hingga hidupnya jungkir balik saat ia dipaksa oleh Sheriff of Nottingham yang korup untuk ikut Perang Salib Ketiga. Empat tahun di medan perang membuat Robin kehilangan idealismenya, terutama ketika ia menyaksikan kekejaman komandannya, Guy of Gisbourne, yang mengeksekusi tawanan tak bersenjata. Dianggap berkhianat karena mencoba membela kemanusiaan, Robin dipulangkan ke Inggris.

Kepulangannya membuka mata Robin akan ketidakadilan yang lebih besar. Ia menyaksikan langsung penderitaan rakyat jelata di kawasan kumuh The Slags, sekaligus mengetahui bahwa Marian kini dekat dengan Will Tillman, tokoh idealis yang mulai memimpin perlawanan rakyat. Bersama Yahya (John), pria yang dulu kehilangan anaknya akibat perang, Robin merancang aksi balasan dengan mencuri kembali kekayaan yang dirampas Sheriff dari rakyat. Diam-diam, Robin melatih diri, memperbaiki kemampuan bertarung, dan menjalani hidup ganda: di siang hari ia berpura-pura menjadi bangsawan flamboyan pendukung rezim, sementara di malam hari ia menjelma sosok misterius berjuluk The Hood, simbol harapan baru bagi rakyat Nottingham.

Konflik memuncak ketika identitas Robin terbongkar dan ia akhirnya memimpin rakyat secara terbuka melawan tirani Sheriff. Di tengah kekacauan revolusi, cinta, pengkhianatan, dan ambisi saling berbenturan, terutama lewat sosok Will Tillman yang diperankan oleh Jamie Dornan. Will digambarkan sebagai pemimpin muda penuh idealisme yang perlahan berubah arah ketika rasa cemburu dan godaan kekuasaan mengambil alih.

7. My Dinner with Hervé

Film My Dinner with Hervé mengajak penonton menyusuri satu malam paling emosional dalam hidup dua pria yang sama-sama terluka. Danny Tate, seorang jurnalis Inggris yang sedang berjuang pulih dari alkoholisme, ditugaskan ke Los Angeles untuk mewawancarai aktor legendaris Hervé Villechaize. Wawancara yang awalnya berlangsung canggung berubah menjadi awal perjalanan panjang ketika Hervé menghubungi Danny dan memaksanya melanjutkan pertemuan. Demi menghindari godaan kembali minum, Danny menyetujui ajakan itu, tanpa menyadari bahwa malam tersebut akan membuka luka lama, pengakuan pahit, dan kebenaran yang selama ini disembunyikan.

Sepanjang perjalanan keliling kota Los Angeles, Hervé menumpahkan kisah hidupnya: masa kecil yang penuh penolakan karena kondisi fisiknya, hubungan rumit dengan orang tua, hingga kariernya yang sempat melambung lewat The Man with the Golden Gun dan serial Fantasy Island. Namun di balik ketenaran itu, Hervé juga menghadapi kesepian, kemarahan, dan kehancuran diri. Mulai dari konflik dengan rekan kerja, pesta berlebihan, hingga akhirnya dipecat dari serial yang membesarkan namanya. Danny, yang diperankan oleh Jamie Dornan, tak hanya menjadi pendengar pasif. Ia perlahan berani menantang narasi Hervé, memaksanya menghadapi kenyataan bahwa kejatuhan kariernya bukan semata karena orang lain, tetapi juga pilihan hidupnya sendiri.

8. A Private War

Film A Private War mengangkat kisah nyata Marie Colvin, jurnalis legendaris asal Amerika yang bekerja untuk The Sunday Times dan dikenal tak gentar meliput konflik paling berbahaya di dunia. Sejak awal kariernya, Marie memilih terjun langsung ke wilayah perang demi menyuarakan penderitaan warga sipil. Salah satu titik balik hidupnya terjadi pada 2001, ketika ia disergap tentara Sri Lanka saat meliput konflik bersama Tamil Tigers. Serangan RPG itu membuatnya kehilangan mata kiri dan sejak saat itu, eyepatch hitam yang dikenakannya menjadi simbol keberanian sekaligus luka yang selalu ia bawa ke medan perang berikutnya.

Meski didiagnosis PTSD, Marie menolak berhenti. Ia terus berdebat dengan editornya, Sean Ryan, demi meliput perang di Irak, Libya, hingga Suriah. Dalam perjalanan itulah ia bertemu fotografer perang Paul Conroy, yang diperankan oleh Jamie Dornan. Paul bukan hanya rekan kerja, tetapi juga saksi terdekat atas kegigihan Marie. Sementara di balik hiruk-pikuk liputan, kehidupan personal Marie di London juga tak kalah kompleks, termasuk hubungannya dengan Tony Shaw yang memperlihatkan sisi rapuh seorang jurnalis yang terus hidup berdampingan dengan trauma.

9. Untogether

Film Untogether merupakan debut penyutradaraan sekaligus karya personal dari Emma Forrest, yang juga menulis skenarionya. Ceritanya berfokus pada Andrea Moore, seorang perempuan yang tengah berjuang keluar dari kecanduan sekaligus mencoba menata ulang hidup dan karier menulisnya yang sempat terhenti. Di tengah proses pemulihan yang penuh naik-turun, Andrea harus menghadapi relasi keluarga yang rumit, terutama dengan sang adik, Tara, serta kegelisahan eksistensial tentang siapa dirinya setelah fase paling gelap dalam hidupnya.

Di sinilah peran Jamie Dornan sebagai Nick menjadi krusial. Nick adalah seorang dokter yang lebih tua, tenang, dan terlihat stabil. Hal ini berbanding terbalik dengan Andrea yang masih rapuh dan penuh konflik batin. Hubungan mereka berkembang menjadi relasi yang intens, intim, namun juga problematik, karena masing-masing membawa luka dan ketidaksiapan emosional sendiri. Jamie Dornan memerankan Nick dengan pendekatan yang understated, menghadirkan sosok pria dewasa yang tampak mapan di permukaan, tetapi menyimpan kerumitan moral dan emosional yang perlahan terungkap.

10. Fifty Shades of Grey

Trilogi Fifty Shades merupakan adaptasi layar lebar dari novel laris karya E. L. James yang sempat menjadi fenomena global. Didistribusikan oleh Universal Pictures, serial film ini menempatkan Dakota Johnson dan Jamie Dornan sebagai pasangan ikonik Anastasia Steele dan Christian Grey, dua karakter dengan dinamika relasi yang intens, kontroversial, sekaligus memikat perhatian publik sejak film pertamanya dirilis.

Film perdana, Fifty Shades of Grey, tayang pada Februari 2015 dan disutradarai Sam Taylor-Johnson. Ceritanya mengikuti Ana, mahasiswi sastra yang tanpa sengaja masuk ke dunia Christian Grey, miliarder muda dengan sisi gelap dan kecenderungan kontrol yang kuat. Hubungan mereka berkembang penuh tarik-ulur emosional, membuka eksplorasi tentang batas, kepercayaan, dan hasrat. Meski menuai kritik pedas dari kritikus, film ini sukses besar secara komersial.

Kesuksesan tersebut berlanjut lewat Fifty Shades Darker dan Fifty Shades Freed, yang keduanya disutradarai James Foley. Di sekuel kedua, hubungan Ana dan Christian diuji oleh masa lalu sang pria yang terus membayangi. Sementara film penutup menampilkan fase pernikahan dan kehidupan mewah pasangan Grey, dengan ancaman baru yang datang dan menguji kebahagiaan mereka. Secara keseluruhan, trilogi ini meraup lebih dari US$1,32 miliar di seluruh dunia dan ini menjadikannya salah satu waralaba R-rated terlaris sepanjang masa, terlepas dari respons kritis yang kurang bersahabat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno
Follow Us

Latest in Career

See More