Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

BIGBANG Tolak Wawancara Media Barat Usai Coachella 2026, Reaksi Fans Justru Makin Solid!

BIGBANG Tolak Wawancara Media Barat Usai Coachella 2026, Reaksi Fans Justru Makin Solid!
BIGBANG di Coachella 2026. (instagram.com/coachella)
Intinya Sih
5W1H
  • BIGBANG tampil memukau di Coachella 2026, menandai awal perjalanan baru menuju ulang tahun ke-20 dengan rencana rilisan musik dan tur dunia.

  • Mereka menolak seluruh undangan wawancara media Barat, termasuk dari The New York Times, yang memicu diskusi publik tentang alasan di balik keputusan tersebut.

  • Fans justru semakin solid mendukung langkah BIGBANG, menganggapnya sebagai simbol kemandirian dan kepercayaan diri grup dalam menghadapi industri musik global.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Grup K-pop legendaris, BIGBANG, akhirnya sukses mewujudkan impian mereka yang sempat tertunda lewat penampilan memukau di Coachella pada 12 April 2026 waktu setempat. Tampil di Outdoor Theatre, mereka berhasil mengobati kerinduan penggemar lewat deretan setlist yang penuh nostalgia dan mengundang penonton untuk sing along sepanjang penampilan.

Momen ini sekaligus menjadi penanda perjalanan baru BIGBANG menjelang perayaan ulang tahun ke-20, dengan berbagai rencana yang sudah disiapkan, mulai dari rilisan musik baru hingga tur dunia. Menariknya, di tengah antusiasme besar penggemar sejak sebelum hari penampilan, langkah yang biasanya dilakukan kebanyakan artis justru tidak diikuti oleh BIGBANG.

Alih-alih aktif tampil di berbagai wawancara media Barat untuk melakukan kegiatan promosi, mereka dikabarkan menolak seluruh undangan tersebut selama berada di Amerika, yang kemudian memunculkan rasa penasaran publik mengenai alasan di balik keputusan tersebut.

Table of Content

Keputusan menolak wawancara media Barat

Keputusan menolak wawancara media Barat

Tak lama setelah penampilan BIGBANG di Coachella, perhatian publik beralih pada sebuah unggahan di X dari penggemar yang membagikan pernyataan seorang jurnalis ternama. Jurnalis tersebut diketahui pernah berkontribusi untuk media besar seperti The New York Times, Vanity Fair, Forbes, HuffPost, hingga Rolling Stone; ia menceritakan pengalamannya saat mencoba mengatur wawancara dengan BIGBANG.

Ia mengaku jarang melakukan wawancara dengan artis K-pop, namun kali ini ia tertarik untuk mengundang BIGBANG melalui G-DRAGON dalam kapasitasnya mewakili The New York Times. Sayangnya, undangan tersebut pada akhirnya ditolak, yang kemudian memicu berbagai spekulasi dan diskusi di kalangan publik.

Dalam industri musik global, terutama menjelang proyek besar seperti tur dunia, wawancara media kerap dipandang sebagai salah satu cara untuk memperluas jangkauan audiens. Meski begitu, BIGBANG justru memilih jalur yang berbeda dengan pendekatan yang terlihat matang dan penuh pertimbangan.

Reaksi fans yang justru semakin solid

Alih-alih memicu kritik, keputusan tersebut justru disambut dengan dukungan besar dari para penggemar. Di media sosial, banyak yang melihat langkah ini sebagai bentuk kepercayaan diri dan kemandirian yang sudah jarang ditemui. Nama G-DRAGON pun kembali menjadi pusat perhatian, dengan banyak komentar yang menyoroti bagaimana ia dan grupnya seakan tidak terlihat mengejar validasi dari pasar Barat.

Beberapa komentar yang turut mewakili suara fans, di antaranya:

  • Orang-orang masih aja bilang dia ngejar validasi dari Barat, padahal jelas dia (G-DRAGON) nggak peduli dan nggak akan pernah peduli.

  • Sementara grup K-pop lain berusaha mengejar (perhatian) Barat, justru (media) Barat yang sekarang ngejar G-DRAGON.

  • Dia tampil di Coachella juga kelihatannya murni untuk fans, bukan karena peduli promosi di Barat.

  • Cara dia dan grupnya (BIGBANG) yang santai banget soal promosi mereka sendiri itu bener-bener bikin kaget!

Melalui penampilan di Coachella dan keputusan yang menyertainya, BIGBANG kembali menegaskan identitas mereka sebagai ikon K-pop yang berjalan dengan cara mereka sendiri. Di usia karier yang hampir mencapai dua dekade, mereka tetap mampu menciptakan percakapan global tanpa mengikuti standar umum.

Langkah ini semakin memperkuat posisi mereka sebagai salah satu grup yang memiliki pengaruh besar dalam industri musik, sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan mereka ke depan akan tetap menarik untuk diikuti, terutama menjelang tur dunia yang sudah dinantikan banyak penggemar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Latest in Career

See More