Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
8 Cara Mengatur Lighting Layering seperti Hotel Mewah
pexels.com/Didi Lecatompessy
  • Konsep lighting layering a la hotel yang membagi pencahayaan menjadi beberapa lapisan untuk menciptakan suasana hangat, elegan, dan berkelas di rumah.

  • Terdapat empat jenis utama pencahayaan: ambient sebagai dasar, task untuk fungsi spesifik, accent untuk menonjolkan objek, serta decorative sebagai elemen estetika ruangan.

  • Teknik tambahan seperti cove lighting, uplighting, permainan bayangan, dan penempatan lampu di berbagai ketinggian membantu menciptakan dimensi visual.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamar hotel bintang lima memang begitu nyaman hingga rasanya betah berlama-lama di dalamnya. Selain kasur empuknya, rahasia di balik suasana yang bikin nyaman dan kelihatan mahal itu ada pada permainan lampu atau lighting layering.

Mereka tahu cara membagi pencahayaan ke dalam beberapa lapisan untuk menciptakan dimensi, kehangatan, dan kesan eksklusif. Buat kamu yang suasana di rumahmu punya vibe a la hotel, yuk intip cara mengatur lighting layering seperti hotel di bawah ini.

1. Mulai dengan ambient lighting sebagai fondasi

pexels.com/Alef Morais

Ambient lighting adalah lapisan dasar yang berfungsi sebagai sumber cahaya utama untuk menerangi seluruh ruangan secara merata. Di hotel, biasanya mereka menggunakan recessed lighting (lampu tanam) atau downlight yang menyebar secara halus.

Namun, jangan sampai kamu menggunakan cahaya ini terlalu terang benderang, ya. Coba gunakan lampu berwarna warm white agar ruangan terasa hangat sejak pertama kali sakelar dinyalakan. Lapisan tersebut memastikan kamu bisa beraktivitas dengan aman tanpa ada sudut yang gelap total.

2. Hadirkan task lighting untuk fungsi spesifik

Setelah cahaya dasar aman, saatnya masuk ke lapisan kedua, yakni task lighting. Seperti namanya, lampu ini diletakkan di tempat-tempat di mana kamu butuh cahaya ekstra untuk melakukan aktivitas tertentu tanpa membuat mata cepat lelah.

Misalnya, untuk area kamar tidur, kamu bisa letakkan table lamp di samping tempat tidur untuk membaca buku sebelum tidur. Sementara itu, untuk ruang kerja, gunakan lampu meja yang bisa diarahkan fokus ke area laptop atau dokumen.

3. Tambahkan accent lighting untuk efek dramatis

pexels.com/Max Vakhtbovych

Cara mengatur lighting layering seperti hotel berikutnya yaitu pertimbangkan accent lighting sebagai lapisan yang bisa membedakan rumah biasa dengan hotel mewah. Accent lighting ini bertujuan untuk menonjolkan objek tertentu agar menjadi pusat perhatian.

Kamu bisa menggunakan spotlight kecil untuk menyinari lukisan cantik di dinding, koleksi buku di rak, atau tanaman hias di pojok ruangan. Hotel sering menggunakan teknik wall washing, yakni menyorot dinding yang memiliki tekstur unik sehingga muncul efek gradasi cahaya yang aesthetic dan classy.

4. Jangan lupakan decorative lighting sebagai perhiasan

Jika tiga lapisan sebelumnya lebih ke fungsi, decorative lighting menekankan pada aspek gaya dan estetika. Pencahayaan ini bisa diibaratkan sebagai perhiasan dalam sebuah ruangan. Contohnya bisa berupa lampu gantung kristal di ruang tamu atau pendant light yang aesthetic di atas meja makan.

Selain itu, lampu dekoratif tersebut tidak harus terlalu terang karena tugasnya adalah mencuri perhatian secara visual. Kamu bisa memilih desain yang mencerminkan karakter rumahmu agar suasana hotelnya makin terasa personal dan tetap elegan.

5. Pertimbangkan pencahayaan tidak langsung (cove lighting)

pexels.com/Max Vakhtbovych

Pernah lihat pendar cahaya yang muncul dari balik plafon atau di bawah kabinet tempat tidur hotel? Itulah yang disebut cove lighting atau indirect lighting, Bela.

Teknik ini cukup efektif untuk memberikan kesan ruangan yang lebih luas dan elegan. Kamu bisa memasang LED strip di celah plafon (drop ceiling) atau di bawah kabinet tempat tidurmu. Cahaya yang memantul ke dinding tersebut mampu memberikan efek lembut menenangkan untuk mata sebelum beristirahat.

6. Teknik uplighting untuk kesan langit-langit tinggi

Hotel juga kerap menggunakan teknik uplighting, yaitu mengarahkan cahaya ke atas (langit-langit) dari posisi bawah. Kamu bisa meletakkan lampu sorot kecil di balik tanaman besar atau sudut lantai yang mengarah ke atas. Teknik ini mampu menciptakan ilusi langit-langit yang lebih tinggi dan memberikan kesan megah.

Selain itu, pantulan cahayanya jauh lebih lembut dibandingkan lampu yang langsung menyorot ke bawah sehingga suasana ruangan jadi lebih rileks.

7. Perhatikan siluet dan bayangan (shadow play)

pexels.com/Brent Singleton

Layering bukan hanya tentang menambah lampu, tetapi juga bagaimana kamu mengatur bayangan, Bela. Beberapa hotel mewah biasanya sengaja menciptakan area gelap terang yang kontras agar ruangan tidak terlihat membosankan.

Misalnya, dengan hanya menyalakan accent light dan cove light tanpa lampu utama, kamu bisa menciptakan bayangan lembut yang membuat tekstur gorden atau furnitur lebih menonjol. Permainan bayangan inilah yang mampu memberikan kedalaman pada desain interior ruangan.

8. Penempatan vertikal di berbagai ketinggian

Salah satu rahasia layering yang sering terlupakan ialah menaruh lampu di ketinggian yang berbeda-beda dan tidak hanya fokus di plafon saja. Pastikan ada lampu di level mata (lampu dinding atau sconces), lampu di atas meja (table lamp), hingga lampu di level bawah (seperti lampu lantai atau LED di bawah furnitur).

Menaruh cahaya di berbagai level ketinggian ini membantu mata bergerak dengan nyaman saat melihat ruangan. Selain itu, ruangan juga akan terasa hidup dan lebih mewah.

Itu dia cara mengatur lighting layering seperti hotel yang bisa kamu terapkan di rumahmu. Jadi, siap mengubah suasana hunianmu jadi semenarik hotel bintang lima, Bela?

FAQ seputar cara mengatur lighting layering seperti hotel

Apa itu lighting layering?

Teknik menggabungkan beberapa jenis pencahayaan untuk menciptakan suasana yang nyaman, fungsional, dan aesthetic seperti di hotel.

Kenapa hotel tidak hanya pakai satu lampu utama?

Karena satu sumber cahaya membuat ruangan terasa datar dan kurang nyaman. Layering menciptakan dimensi dan suasana hangat pada ruangan.

Bagaimana cara memulai lighting layering di rumah?

Mulai dari lampu utama yang lembut, tambahkan lampu meja atau lantai untuk aktivitas, lalu beri sentuhan lampu dekoratif untuk highlight area tertentu.

Editorial Team

Related Article