- Nama lengkap: Zendaya Maree Stoermer Coleman
- Nama panggung: Zendaya
- Tanggal lahir: 1 September 1996
- Tempat lahir: Oakland, California, Amerika Serikat
- Kebangsaan: Amerika Serikat
- Profesi: Aktris, penyanyi, produser, model
- Tahun aktif: 2009–sekarang
- Orang tua: Claire Stoermer dan Kazembe Ajamu Coleman
- Situs resmi: Zendaya.com
Profil Zendaya: Biodata, Perjalanan Karier, dan Kehidupan Pribadi

- Zendaya Maree Stoermer Coleman memulai karier dari Disney Channel dan berkembang menjadi aktris, penyanyi, produser, serta ikon fesyen berpengaruh dengan berbagai penghargaan bergengsi.
- Perannya sebagai Rue Bennett di serial HBO Euphoria membawa Zendaya meraih dua Primetime Emmy Awards dan satu Golden Globe Award, menandai transformasinya sebagai aktris drama papan atas.
- Selain sukses di film seperti Spider-Man, Dune, dan Challengers, Zendaya juga aktif dalam kegiatan sosial, mendukung isu kemanusiaan, pendidikan, serta dikenal sebagai ikon mode global.
Profil Zendaya selalu menarik perhatian, terlebih setelah namanya semakin bersinar lewat berbagai film dan serial populer.
Aktris bernama lengkap Zendaya Maree Stoermer Coleman ini mengawali karier akting pada era Disney Channel hingga sukses menyabet berbagai penghargaan bergengsi, termasuk dua Primetime Emmy Awards dan satu Golden Globe Award.
Tak hanya berkarier sebagai aktris, Zendaya juga dikenal sebagai penyanyi, produser, dan ikon fesyen yang kerap mencuri perhatian di berbagai ajang internasional.
Berikut profil lengkap Zendaya, mulai dari biodata, perjalanan karier, hingga kehidupan pribadinya.
Table of Content
1. Biodata dan profil singkat Zendaya

Nama "Zendaya" sendiri berasal dari bahasa Shona, "Tendai", yang berarti "mengucapkan terima kasih" (to give thanks). Ia memiliki 5 kakak tiri dari pernikahan terdahulu sang ayah.
Ayahnya merupakan orang Amerika berkulit hitam dan memiliki darah Nigeria, sementara ibunya merupakan keturunan Jerman dan Skotlandia. Keduanya berprofesi sebagai guru.
Sejak memulai karier pada 2009, Zendaya telah berkembang menjadi salah satu aktris muda paling berpengaruh di Hollywood.
Tak hanya dikenal sebagai aktris, ia juga aktif sebagai penyanyi, produser, model, dan ikon fesyen.
Kemampuannya beradaptasi di berbagai bidang membuatnya berhasil membangun karier yang konsisten selama lebih dari satu dekade.
2. Tumbuh di lingkungan seni sejak kecil

Zendaya lahir dan besar di Oakland, California, dalam keluarga yang mendukung minatnya pada dunia seni. Ia mengenyam pendidikan di Fruitvale Elementary School, tempat sang ibu, Claire Stoermer, mengajar.
Menariknya, Zendaya dikenal sebagai anak yang ceria dan aktif di rumah, tetapi cenderung pemalu saat berada di sekolah. Karena dinilai membutuhkan waktu untuk membangun rasa percaya diri, ia pun mengulang taman kanak-kanak selama satu tahun.
Semasa kecil, Zendaya sempat mencoba berbagai kegiatan olahraga. Berkat kecintaan ayahnya pada basket, ia pernah bergabung dengan tim bola basket lokal. Namun, ia tidak bertahan lama dan kemudian beralih ke sepak bola serta atletik.
Meski begitu, minatnya terhadap olahraga tidak sebesar kecintaannya pada seni pertunjukan. Saat berusia enam tahun, Zendaya tampil dalam drama sekolah untuk memperingati Black History Month, yang menjadi salah satu pengalaman pertamanya tampil di atas panggung.
Bakat seninya semakin berkembang ketika ia bergabung dengan kelompok tari hip-hop Future Shock Oakland selama tiga tahun. Selain itu, ia juga mempelajari tari hula di Academy of Hawaiian Arts selama dua tahun.
Ketertarikan Zendaya terhadap dunia akting semakin kuat berkat sang ibu yang bekerja sebagai house manager musiman di California Shakespeare Theater. Ia kerap membantu mengarahkan penonton ke tempat duduk hingga menjual tiket penggalangan dana.
Namun, hal yang paling membuatnya terpikat adalah menyaksikan proses latihan dan pertunjukan para aktor dari balik panggung. Pengalaman tersebut menjadi titik awal yang membuat Zendaya mantap mengejar karier sebagai aktris.
Peran akting pertamanya adalah sebagai ulat sutra dalam pertunjukan musikal James and the Giant Peach di sekolah. Saat berusia 11 tahun, ia melanjutkan pendidikan di Oakland School for the Arts, tempat bakat aktingnya semakin terasah.
Zendaya kemudian dipercaya membintangi berbagai produksi teater lokal, seperti Once on This Island di Berkeley Playhouse dan Caroline, or Change di TheaterWorks. Ia juga pernah memerankan Lady Anne dalam Richard III serta Celia dalam As You Like It.
Demi mendukung cita-citanya di dunia hiburan, Zendaya pindah ke Los Angeles bersama ayahnya saat duduk di bangku SMP, sementara sang ibu tetap tinggal di Oakland.
Setelah menyeimbangkan pendidikan dan karier sejak remaja, Zendaya akhirnya lulus dari Oak Park High School pada 2015.
3. Namanya melejit lewat Disney Channel

Karier profesional Zendaya di industri hiburan dimulai sebagai model dan penari latar.
Ia pernah membintangi iklan untuk sejumlah merek, seperti Macy's, Old Navy, dan Sears, serta tampil dalam iklan iCarly bersama Selena Gomez.
Selain itu, Zendaya juga muncul sebagai penari dalam video iklan department store Sears yang menampilkan grup Kidz Bop.
Namanya mulai dikenal luas setelah terpilih memerankan Rocky Blue dalam serial Disney Channel Shake It Up yang tayang pada 2010.
Beradu akting dengan Bella Thorne, Zendaya memerankan remaja yang bercita-cita menjadi penari profesional. Serial tersebut meraih popularitas tinggi dan menjadikan keduanya sebagai idola remaja pada masanya.
Kesuksesan Shake It Up membuka banyak peluang baru bagi Zendaya. Ia merilis single "Swag It Out" dan "Watch Me", yang dinyanyikan bersama Bella Thorne.
Lagu "Watch Me" berhasil masuk tangga lagu Billboard Hot 100, sementara album debut bertajuk Zendaya yang dirilis pada 2013 turut melahirkan lagu hit "Replay".
Lagu tersebut memperoleh sertifikasi multi-platinum di Amerika Serikat dan menjadi salah satu karya musik yang paling melekat dengan namanya.
Tak berhenti di dunia musik, Zendaya juga terus dipercaya menjadi wajah Disney Channel.
Pada 2015, ia membintangi sekaligus menjadi produser serial K.C. Undercover. Dalam serial ini, ia memerankan K.C. Cooper, siswi SMA yang diam-diam bekerja sebagai agen rahasia.
4. Babak baru karier akting lewat Euphoria

Setelah sukses sebagai bintang Disney Channel, Zendaya mulai mencari peran yang lebih menantang untuk membuktikan kemampuannya sebagai aktris.
Kesempatan itu datang ketika ia dipercaya memerankan Rue Bennett dalam serial drama HBO Euphoria yang tayang perdana pada 2019.
Karakter Rue digambarkan sebagai remaja yang berjuang melawan kecanduan narkoba, trauma, dan masalah kesehatan mental, sehingga menuntut pendalaman emosi yang jauh berbeda dari peran-peran Zendaya sebelumnya.
Penampilan Zendaya sebagai Rue menuai pujian luas dari kritikus maupun penonton. Ia dinilai mampu menghadirkan karakter yang rapuh, kompleks, sekaligus realistis.
Berkat peran tersebut, Zendaya memenangkan Primetime Emmy Award kategori Outstanding Lead Actress in a Drama Series pada 2020 saat berusia 24 tahun. Ia menjadi aktris kulit hitam termuda yang meraih penghargaan tersebut.
Prestasinya tidak berhenti di situ. Lewat musim kedua Euphoria, Zendaya kembali memenangkan Primetime Emmy Award untuk kategori yang sama pada 2022.
Kemenangan itu menjadikannya perempuan termuda yang berhasil membawa pulang dua trofi Emmy untuk kategori Aktris Utama Terbaik dalam Serial Drama.
Pada 2023, ia juga meraih Golden Globe Award berkat penampilannya sebagai Rue Bennett, semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktris terbaik di generasinya.
Kesuksesan Euphoria menjadi titik balik penting dalam karier Zendaya. Serial ini membuktikan bahwa ia mampu keluar dari citra bintang Disney dan berkembang menjadi aktris dengan kemampuan akting yang matang.
5. Membintangi deretan film Hollywood yang sukses di box office

Karier Zendaya di layar lebar terus menunjukkan perkembangan yang pesat. Ia membintangi berbagai film dari beragam genre, mulai dari musikal, superhero, fiksi ilmiah, hingga drama romantis yang sukses secara komersial dan kualitas.
Salah satu film yang turut mengangkat namanya adalah The Greatest Showman (2017). Dalam film musikal tersebut, Zendaya memerankan Anne Wheeler, seorang pemain trapeze yang menjalin kisah cinta dengan Phillip Carlyle.
Chemistry-nya bersama Zac Efron serta penampilannya dalam lagu "Rewrite the Stars" menjadi salah satu momen paling ikonis dalam film tersebut.
Popularitas Zendaya semakin melesat ketika bergabung dengan Marvel Cinematic Universe sebagai Michelle "MJ" Jones dalam trilogi Spider-Man yang dibintangi Tom Holland, yaitu Spider-Man: Homecoming (2017), Spider-Man: Far From Home (2019), dan Spider-Man: No Way Home (2021).
Karakter MJ yang cerdas, jenaka, dan apa adanya berhasil menjadi favorit penggemar sekaligus memperkenalkan Zendaya kepada audiens global.
Pada 2021, Zendaya dipercaya memerankan Chani dalam film epik Dune. Meski tampil singkat di film pertama, karakternya mendapat porsi yang jauh lebih besar di Dune: Part Two (2024).
Penampilannya sebagai perempuan tangguh dari suku Fremen menuai banyak pujian dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai aktris papan atas Hollywood.
Di tahun yang sama, Zendaya juga mencuri perhatian lewat film Challengers (2024) sebagai Tashi Duncan, mantan atlet tenis yang beralih menjadi pelatih.
Perannya yang kompleks memperlihatkan sisi lain kemampuan aktingnya dan kembali mendapat respons positif dari kritikus. Lewat berbagai proyek tersebut, Zendaya menunjukkan kemampuannya memilih karakter yang beragam dan menantang.
6. Kisah asmara Zendaya dan Tom Holland yang mencuri perhatian

Hubungan asmara Zendaya dengan Tom Holland menjadi salah satu kisah cinta selebritas Hollywood yang paling banyak mendapat perhatian.
Keduanya pertama kali bertemu saat proses produksi Spider-Man: Homecoming pada 2016. Sejak saat itu, mereka kerap terlihat menghabiskan waktu bersama dan menjalin persahabatan yang erat, meski berkali-kali menegaskan bahwa hubungan mereka hanya sebatas teman.
Spekulasi publik akhirnya terjawab pada 2021 ketika Zendaya dan Tom Holland tertangkap kamera sedang berciuman di dalam mobil di Los Angeles.
Sejak momen tersebut, keduanya mulai lebih terbuka mengenai hubungan mereka, meski tetap memilih menjaga sebagian besar kehidupan pribadi dari sorotan media.
Dalam berbagai wawancara, Tom Holland beberapa kali mengungkapkan bahwa ia ingin menjaga hubungan mereka tetap privat.
Zendaya pun memiliki pandangan serupa. Menurutnya, ada bagian dari hidup yang memang layak dibagikan kepada publik sebagai figur publik, tetapi ada pula hal-hal yang ingin tetap menjadi milik pribadi.
Meski jarang mengumbar kemesraan di media sosial, Zendaya dan Tom Holland kerap saling memberikan dukungan terhadap proyek masing-masing.
Mereka juga beberapa kali tampil bersama di acara karpet merah dan pemutaran perdana film, yang selalu berhasil mencuri perhatian penggemar.
Kisah cinta mereka memasuki babak baru pada akhir 2024 ketika Tom Holland melamar Zendaya secara pribadi. Pada awal 2025, Zendaya mengonfirmasi pertunangannya setelah tampil mengenakan cincin berlian di ajang Golden Globe Awards.
Beberapa bulan kemudian, rumor pernikahan mereka mulai beredar usai stylist Zendaya, Law Roach, mengisyaratkan bahwa pasangan tersebut telah menikah secara diam-diam. Spekulasi itu akhirnya terjawab pada Juni 2026, ketika Tom Holland mengonfirmasi dalam wawancara dengan Esquire.
7. Ikon fesyen yang berpengaruh di dunia

Selain dikenal sebagai aktris berbakat, Zendaya juga menjadi salah satu ikon fesyen paling berpengaruh di industri hiburan. Setiap penampilannya di karpet merah selalu berhasil menarik perhatian berkat gaya busana yang berani, elegan, dan penuh konsep.
Di balik penampilannya yang ikonis, Zendaya telah lama bekerja sama dengan stylist ternama Law Roach, yang berperan besar dalam membentuk identitas fesyennya. Keduanya berkolaborasi menghadirkan tampilan yang terinspirasi dari karakter film, sejarah mode, hingga karya seni.
Penampilan Zendaya di berbagai acara bergengsi seperti Met Gala, Academy Awards, hingga pemutaran perdana film sering menjadi perbincangan dan masuk dalam daftar best dressed versi berbagai media internasional.
Ia juga dikenal berani mengenakan rancangan rumah mode ternama, seperti Valentino, Louis Vuitton, Balmain, Mugler, hingga Vivienne Westwood.
Pengaruh Zendaya di dunia mode tidak hanya terlihat dari penampilannya di karpet merah. Ia juga menjadi wajah berbagai kampanye merek fesyen dan perhiasan mewah, termasuk Louis Vuitton, Lancôme, Bulgari, dan On berkat citranya yang elegan sekaligus autentik.
Prestasinya di dunia hiburan dan fesyen membuat Zendaya masuk dalam daftar TIME 100 Most Influential People pada 2022. Ia juga beberapa kali masuk dalam daftar tokoh dengan gaya berpakaian terbaik versi media internasional.
8. Aktif dalam kegiatan sosial dan menyuarakan berbagai isu kemanusiaan

Di balik kesuksesannya sebagai aktris, Zendaya juga dikenal aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sejak remaja.
Pada 2012, Zendaya ditunjuk sebagai duta organisasi kemanusiaan Convoy of Hope dan mengajak para penggemarnya membantu korban Badai Sandy.
Ia juga mendukung berbagai program bantuan kemanusiaan lainnya, termasuk menggalang dana untuk Women's Empowerment Initiative milik Convoy of Hope pada 2016.
Selain itu, ia pernah tampil dalam acara amal Operation Smile, menjadi juru bicara kampanye Trick-or-Treat for UNICEF, serta bekerja sama dengan UNAIDS saat mengunjungi Afrika Selatan untuk meningkatkan kesadaran mengenai HIV/AIDS sekaligus menggalang dana bagi anak-anak yatim akibat AIDS di Soweto.
Zendaya juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Pada 2017, ia berkolaborasi dengan Verizon Foundation melalui kampanye #WeNeedMore untuk memperluas akses teknologi dan pendidikan bagi anak-anak di Amerika Serikat.
Setahun kemudian, ia bekerja sama dengan Google.org untuk mendukung pengembangan kurikulum ilmu komputer di sekolah komunitas di kota kelahirannya, Oakland.
Tak hanya fokus pada kegiatan filantropi, Zendaya juga vokal menyuarakan berbagai isu sosial. Ia secara terbuka menyebut dirinya sebagai seorang feminis interseksional dan kerap berbicara mengenai pengalaman perempuan kulit hitam di industri hiburan.
Pada 2020, ia ikut berpartisipasi dalam aksi George Floyd Protests dan meminjamkan akun Instagram pribadinya kepada aktivis Patrisse Cullors untuk membagikan informasi mengenai gerakan antirasisme.
Zendaya juga aktif mengajak masyarakat menggunakan hak pilih dalam pemilu Amerika Serikat, mendukung kampanye anti-perundungan, serta menyatakan dukungannya terhadap Palestina pada 2023.
Di luar aktivitas sosialnya, Zendaya juga menjalani gaya hidup sebagai vegetarian. Ia mengaku memilih pola makan tersebut karena kecintaannya terhadap hewan, bukan karena menyukai sayuran.
Selain berbakat, Zendaya ternyata juga merupakan sosok yang cocok dijadikan role model berkat gaya hidup dan kepeduliannya terhadap berbagai isu sosial.
Bela, menyimak rangkuman profil Zendaya di atas terasa sangat inspratif, bukan?





















