Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Boleh Menggunakan Kuteks Terus Menerus?

Apakah Boleh Menggunakan Kuteks Terus Menerus?
Freepik.com
Intinya Sih
  • Penggunaan kuteks terus-menerus dapat membuat kuku kehilangan kelembapan alami, sehingga menjadi rapuh dan mudah rusak.
  • Kebiasaan memakai kuteks tanpa jeda bisa menipiskan lapisan kuku, menjadikannya sensitif serta mudah patah atau terasa perih.
  • Terlalu sering memakai kuteks berisiko menyebabkan perubahan warna dan infeksi jamur karena kurangnya sirkulasi udara pada permukaan kuku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Kuteks atau pewarna kuku kerap digunakan untuk mendapatkan tampilan kuku yang menawan. Di samping itu, kuteks juga bisa membuat penampilan menjadi lebih penuh warna dan gaya, apalagi kalau kamu ingin memberi kesan yang ceria pada penampilanmu.

Namun, menggunakan kuteks terus menerus bukan hal yang disarankan. Ketika kamu menggunakan kuteks terus menerus, kuku menjadi tidak punya waktu untuk bernapas dan parahnya bisa rusak, sehingga memberi jeda menjadi penting.

Jadi, apakah boleh menggunakan kuteks terus menerus?

1. Kuku rusak dan rapuh

2149297955.jpg
Freepik.com

Kuteks memang bisa membuat penampilan kuku jadi lebih cantik, namun, menggunakannya terus menerus malah bisa membuat kuku menjadi mudah rusak dan rapuh. Tentu kamu tak ingin hal ini terjadi padamu, kan?

Hal ini karena bahan kimia bahkan penghapus kuteks itu sendiri dapat menyerap kelembapan alami kuku sehingga kuku lebih mudah rusak bahkan rapuh. Alih-alih menggunakannya terlalu sering, kamu bisa memberi jeda satu hingga dua minggu setelah menghapusnya apabila ingin menggunakannya kembali.

2. Kuku menjadi tipis dan sensitif

2149171292.jpg
Freepik.com

Penggunaan kuteks terus-menerus juga dapat membuat kuku menjadi lebih tipis dan sensitif. Apalagi, ketika kamu sering memakai kuteks gel atau terlalu sering menghapus kuteks dengan cairan berbahan keras seperti aseton.

Hal ini terjadi karena lapisan alami kuku terus terkikis sedikit demi sedikit. Akibatnya, kuku terasa lebih lemah, mudah patah, bahkan terkadang terasa perih atau tidak nyaman saat terkena tekanan ringan.

3. Kuku mengalami perubahan warna

nail polish
birkenstock-group.com

Bukan hanya rusak dan rapuh saja, terlalu sering menggunakan kuteks bisa membuat kuku menjadi berubah warna. Entah itu meninggalkan bercak putih atau kuku menjadi warna kekuningan.

Kenapa? Hal ini terjadi karena pigmen dan bahan kimia dalam kuteks yang menempel pada lapisan kuku. Selain itu, penggunaan kuteks terus-menerus tanpa jeda dapat membuat permukaan kuku kekurangan kelembapan dan oksigen alami.

4. Infeksi jamur

wajah bengkak
Freepik.com

Bahkan, penggunaan kuteks secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur pada kuku. Hal ini terjadi karena permukaan kuku yang terus tertutup kuteks menjadi lebih lembap dan kurang mendapatkan sirkulasi udara. 

Kondisi tersebut bisa menjadi lingkungan yang ideal bagi jamur untuk berkembang, terutama jika kebersihan kuku kurang terjaga atau kuteks sudah mulai mengelupas namun tetap dibiarkan terlalu lama. 

Jadi, apakah boleh menggunakan kuteks terus menerus? Setelah meninjau berbagai dampak yang bisa terjadi pada kuku ketika menggunakan kuteks terus menerus, sebaiknya urungkan niat tersebut.

Bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan kuteks sama sekali. Memberi jeda satu hingga dua minggu sebelum kembali memakainya lagi, menggunakan produk berkualitas, sambil merawat kuku menjadi hal yang tak boleh kamu lewatkan ketika ingin menggunakan kuteks.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Michael Richards
EditorMichael Richards

Related Articles

See More