Apa yang Terjadi pada Kuku Jika Terlalu Sering Menggunakan Nail Polish?

- Penggunaan nail polish berulang, terutama warna pekat, dapat membuat kuku tampak kekuningan atau kusam akibat noda pigmen; perubahan ini umumnya memudar setelah kuku tidak terus dipoles.
- Nail polish remover berbasis pelarut seperti aseton dapat menurunkan kandungan air dan ceramide kuku, sehingga kuku lebih kering, kasar, mudah pecah, serta rapuh.
- Pemakaian dan pembersihan berlebihan dapat mengubah tekstur kuku atau memicu iritasi kulit sekitar; beri jeda bila kuku berubah, rapuh, atau kulit terasa gatal dan kemerahan.
Kuku yang selalu tampil rapi dengan sapuan warna nail polish memang bisa membuat penampilan terasa lebih polished.
Namun di balik rutinitas mengganti warna kuku setiap minggu, ada satu hal yang mungkin luput diperhatikan, yakni kondisi kuku itu sendiri.
Lantas, apa yang terjadi pada kuku jika terlalu sering menggunakan nail polish?
Mulai dari perubahan warna hingga kuku yang terasa lebih kering dan rapuh, berikut beberapa hal yang bisa terjadi jika kuku terlalu sering dipoles.
1. Kuku bisa berubah warna

freepik.com/freepik Salah satu efek yang paling sering terlihat setelah terlalu lama menggunakan nail polish adalah perubahan warna pada kuku.
Warna kuku dapat tampak kekuningan atau lebih kusam, terutama setelah penggunaan nail polish dengan warna pekat secara berulang.
Pigmen dari produk dapat meninggalkan noda pada permukaan kuku sehingga warna alaminya tidak lagi terlihat sebersih sebelumnya.
Biasanya, perubahan ini bersifat sementara dan perlahan memudar setelah kuku tidak lagi terus-menerus dipoles.
2. Kuku terasa lebih kering dan mudah rapuh

freepik.com/freepik Sering kali masalahnya bukan hanya pada nail polish, tetapi juga pada nail polish remover yang digunakan berulang kali.
Remover berbahan dasar pelarut, termasuk aseton, dapat mengurangi kandungan air dan komponen lipid tertentu pada kuku.
Sebuah penelitian eksperimental yang diterbitkan dalam Cosmetics menemukan bahwa paparan remover berbasis aseton menyebabkan kandungan air kuku menurun, penguapan air meningkat, serta berkurangnya ceramide pada bagian tertentu dari kuku.
Kondisi tersebut dapat membuat kuku lebih mudah terasa kasar, pecah, atau mengalami kerusakan.
3. Tekstur permukaan kuku bisa berubah

freepik.com/KamranAydinov Kuku yang terlalu sering dipoles dan dibersihkan juga dapat menunjukkan perubahan pada permukaannya.
Dalam beberapa kasus, kuku bisa terlihat lebih kasar atau muncul bercak putih setelah penggunaan nail polish dalam waktu lama.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan pada lapisan keratin kuku dan tidak selalu berarti kuku mengalami infeksi jamur.
Proses membersihkan nail polish dengan cara menggosok atau mengikis permukaan kuku secara berlebihan juga dapat memperburuk tampilannya.
4. Kulit di sekitar kuku bisa mengalami iritasi

unsplash.com/Ellie Eshaghi Selain lempeng kuku, kulit di sekitarnya juga bisa ikut bereaksi terhadap produk nail polish.
Beberapa kandungan dalam nail cosmetics dapat menyebabkan iritasi maupun alergi kontak, terutama pada orang yang memang sensitif terhadap bahan tertentu.
Gejalanya dapat berupa kemerahan, gatal, rasa terbakar, kulit kering atau mengelupas di sekitar kuku.
Dalam kasus tertentu, reaksi alergi terhadap bahan nail cosmetics bahkan dapat muncul di area lain yang sering tersentuh tangan, seperti kelopak mata, wajah, atau leher.
Jadi, apakah harus berhenti memakai nail polish?

pexels.com/Jessica KeliAlves Tidak selalu. Nail polish masih aman digunakan sesekali pada kuku yang sehat.
Namun, jika kuku mulai rapuh, mengelupas, kasar, berubah warna, atau kulit di sekitarnya mengalami iritasi, sebaiknya beri jeda dan hindari mengikis atau mengelupas nail polish secara paksa.
Bukan hanya frekuensi pemakaian, cara mengaplikasikan dan menghapus nail polish juga berpengaruh pada kondisi kuku.
Nah, sekarang kamu sudah tau apa yang terjadi pada kuku jika terlalu sering menggunakan nail polish kan?
Jadi, tidak perlu langsung berhenti menggunakannya. Cukup beri jeda pada kuku dan perhatikan kondisinya, terutama jika mulai terasa kering, rapuh, atau terlihat berubah.





















