5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula Saat Pilates

Sebelum mulai rutin berlatih, kamu harus memahami bahwa pilates bukan sekedar olahraga yang terlihat tenang dan sederhana. Di balik setiap gerakan, terdapat teknik, kontrol napas, dan aktivasi otot yang perlu dilakukan dengan tepat agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal. Tak heran jika banyak pemula yang menganggap pilates mudah, tetapi justru melakukan beberapa kesalahan yang membuat latihan menjadi kurang efektif bahkan meningkatkan risiko cedera.
Kesalahan saat pilates juga bisa menghambat perkembangan kemampuan tubuh, mulai dari postur yang tidak kunjung membaik hingga otot inti (core) yang tidak bekerja maksimal. Padahal, jika dilakukan dengan teknik yang benar, pilates dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan otot, hingga mengurangi nyeri punggung.
Agar hasil latihan lebih optimal, berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula saat pilates dan cara menghindarinya.
Table of Content
1. Mengabaikan teknik pernapasan

Salah satu hal yang membedakan pilates dengan olahraga lainnya adalah teknik pernapasan yang dilakukan secara terkontrol. Sayangnya, banyak yang lebih fokus menghafal gerakan dibanding memperhatikan kapan harus menarik dan mengembuskan napas. Padahal, pernapasan memiliki peran penting dalam membantu mengaktifkan otot inti, menjaga kestabilan tubuh, serta membuat setiap gerakan terasa lebih ringan. Saat seseorang menahan napas atau bernapas terlalu cepat, tubuh akan lebih mudah lelah dan koordinasi gerakan menjadi kurang optimal.
Selain itu, teknik pernapasan yang benar juga membantu meningkatkan konsentrasi selama latihan. Ketika napas mengalir dengan ritme yang tepat, tubuh akan lebih rileks sehingga kualitas gerakan menjadi lebih baik. Untuk menghindari kesalahan ini, ikuti instruksi instruktur mengenai pola pernapasan. Biasanya, napas diambil melalui hidung dan diembuskan perlahan melalui mulut saat melakukan gerakan tertentu. Seiring latihan yang rutin, koordinasi antara napas dan gerakan akan terasa lebih alami.
2. Terlalu fokus pada gerakan besar

Banyak yang berpikir bahwa semakin tinggi mengangkat kaki atau semakin jauh melakukan peregangan, maka hasil latihan akan semakin maksimal. Padahal, dalam pilates yang terpenting bukanlah seberapa besar gerakannya, melainkan seberapa baik kualitas gerakan tersebut. Pilates mengutamakan kontrol, presisi, dan kesadaran terhadap tubuh. Gerakan yang dilakukan terlalu cepat atau dipaksakan justru membuat postur berubah dan otot yang seharusnya bekerja menjadi tidak aktif secara optimal.
Misalnya, saat melakukan leg lift, sebagian orang berusaha mengangkat kaki setinggi mungkin hingga punggung bawah terangkat dari matras. Kondisi ini membuat beban berpindah ke area pinggang dan mengurangi efektivitas latihan pada otot inti. Lebih baik melakukan gerakan dengan rentang yang lebih kecil tetapi tetap menjaga teknik yang benar. Dengan begitu, tubuh akan mendapatkan manfaat maksimal tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi maupun otot.
3. Tidak mengaktifkan otot core

Core merupakan pusat dari hampir seluruh gerakan dalam pilates. Otot ini meliputi area perut, punggung bawah, panggul, dan pinggang yang berfungsi menjaga stabilitas tubuh. Kesalahan yang sering dilakukan adalah mengandalkan tangan, kaki, atau leher saat bergerak tanpa benar-benar melibatkan otot inti. Akibatnya, latihan terasa lebih berat di bahu atau leher, sementara area core tidak mendapatkan stimulasi yang optimal.
Mengaktifkan core bukan berarti menahan napas atau mengencangkan perut sekuat mungkin. Sebaliknya, lakukan kontraksi secara lembut sambil tetap bernapas normal. Bayangkan pusar ditarik perlahan ke arah tulang belakang untuk membantu menjaga kestabilan tubuh selama bergerak. Ketika otot inti bekerja dengan baik, tubuh akan terasa lebih seimbang, gerakan menjadi lebih ringan, dan risiko cedera pun dapat berkurang.
4. Memaksakan tubuh mengikuti gerakan orang lain

Saat mengikuti kelas pilates, terutama reformer pilates, wajar jika melihat peserta lain mampu melakukan gerakan yang terlihat lebih sulit. Namun, membandingkan diri dengan orang lain justru menjadi salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan pemula. Setiap orang memiliki tingkat kekuatan, fleksibilitas, mobilitas, dan pengalaman yang berbeda. Memaksakan tubuh mengikuti gerakan yang belum mampu dilakukan hanya akan meningkatkan risiko cedera otot maupun sendi.
Pilates bukan olahraga kompetitif. Fokus utama latihan ini adalah meningkatkan kualitas gerakan sesuai kemampuan tubuh masing-masing. Oleh karena itu, jangan ragu memilih variasi gerakan yang lebih mudah apabila instruktur menawarkannya. Dengan latihan yang konsisten, tubuh akan berkembang secara bertahap. Fleksibilitas meningkat, otot menjadi lebih kuat, dan gerakan yang awalnya terasa sulit akan lebih mudah dilakukan tanpa harus dipaksakan.
5. Mengabaikan postur dan sinyal dari tubuh

Postur tubuh merupakan fondasi utama dalam pilates. Tapi nggak sedikit yang kurang menyadari posisi tulang belakang, bahu, hingga panggul saat melakukan gerakan. Misalnya, bahu sering kali terangkat mendekati telinga sehingga membuat leher menjadi tegang. Ada juga yang melengkungkan punggung secara berlebihan atau justru menekan punggung terlalu kuat ke matras. Kesalahan-kesalahan ini dapat mengurangi efektivitas latihan dan menyebabkan rasa tidak nyaman setelah selesai berolahraga.
Selain memperhatikan postur, penting juga untuk mendengarkan sinyal dari tubuh. Tidak semua rasa tidak nyaman berarti latihan berjalan efektif. Jika muncul nyeri tajam, pusing, atau rasa sakit yang tidak biasa, sebaiknya hentikan gerakan dan konsultasikan kepada instruktur. Sebaliknya, apabila tubuh hanya terasa bekerja atau sedikit lelah, hal tersebut masih termasuk respons normal selama latihan dilakukan dengan teknik yang benar.
Pilates mengajarkan kesadaran terhadap tubuh. Semakin sering berlatih dengan memperhatikan postur dan mendengarkan kebutuhan tubuh, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Melakukan kesalahan saat pertama kali mencoba pilates adalah hal yang wajar. Tapi, memahami teknik dasar sejak awal akan membantu latihan kamu jadi aman dan efektif. Ingat, tujuan pilates bukanlah melakukan gerakan yang paling sulit, melainkan membangun tubuh yang lebih kuat, seimbang, dan sehat melalui gerakan yang terkontrol!





















