Banyak orang tidak menyadari bahwa berbagai keluhan pada gigi dan mulut sering kali berakar dari masalah gusi yang tidak ditangani dengan baik. Mulai dari gigi sensitif, gigi goyang, nyeri saat mengunyah, bau mulut, hingga pembengkakan pada area mulut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan gusi.
Tak hanya berdampak pada kesehatan mulut, masalah gusi yang dibiarkan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit sistemik seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, infeksi saluran pernapasan, hingga komplikasi kehamilan.
Rikka Anggitha, Head of Marketing Oral Care Unilever Indonesia, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya peran gusi dalam menjaga kesehatan gigi.
“Sebagai brand yang berkomitmen mendampingi keluarga Indonesia merawat senyum sehat mereka, kami melihat banyak orang belum menyadari bahwa gusi adalah fondasi dari kesehatan gigi dan mulut. Untuk itu, melalui event Pepsodent GumExpert Lab, kami ingin meningkatkan awareness masyarakat untuk stop menormalisasi fokus perawatan hanya pada gigi. Menjaga kesehatan gusi sebagai fondasi gigi sama pentingnya, bahkan dalam banyak kasus, bisa jadi jauh lebih penting,” jelasnya
POPBELA.com/Mila Fitri Chairunisa
Hal serupa juga disampaikan oleh drg. Ines Augustina Sumbayak, Sp.Perio, Dokter Gigi Spesialis Periodonsia dari Audy Dental. Menurutnya, penyakit gusi sering kali sulit disadari karena gejalanya berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal.
“Perawatan gusi masih sering terabaikan karena gejalanya muncul secara samar dan jarang menimbulkan rasa sakit, terutama di tahap awal atau biasa disebut dengan gingivitis. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berkembang menjadi periodontitis, yang merupakan peradangan gusi yang lebih parah dan bersifat irreversible. Di tahap ini, perawatannya biasanya jadi jauh lebih kompleks dan biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit,” ungkapnya.