Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengatasi Sakit Gigi setelah Ditambal Permanen, Mudah dan Aman
pexels.com/Pavel Danilyuk
  • Rasa ngilu setelah tambal gigi permanen umumnya normal karena saraf gigi masih beradaptasi setelah prosedur.

  • Cara mengatasi sakit gigi setelah ditambal permanen bisa dilakukan dengan menghindari makanan ekstrem, mengunyah di sisi lain, dan menggunakan obat pereda nyeri sesuai aturan.

  • Jika nyeri berlangsung lebih dari dua minggu atau semakin parah, segera periksa ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasakan rasa sakit setelah menambal gigi secara permanen? Padahal, tindakan ini bertujuan memperbaiki gigi yang berlubang dan mengurangi rasa nyeri. Namun, sebagian orang justru masih merasakan ngilu atau tidak nyaman setelah efek anestesi menghilang.

Pada umumnya, sebagian besar rasa ngilu atau tidak nyaman setelah tambal gigi merupakan hal yang cukup normal dan bisa diatasi dari rumah.

Supaya kamu lebih memahami penyebab sekaligus cara mengatasi sakit gigi setelah ditambal permanen, simak penjelasan berikut ini!

Kenapa gigi masih sakit setelah ditambal permanen?

magnific.com/pressfoto

Sebelum mengetahui berbagai cara mengatasi sakit gigi setelah ditambal permanen, penting untuk memahami dahulu penyebab munculnya rasa nyeri tersebut. Setelah jaringan gigi yang rusak dibersihkan dan ditutup menggunakan bahan tambal, saraf di dalam gigi masih dapat mengalami iritasi sementara sehingga memicu rasa ngilu atau nyeri ringan. Kondisi ini umumnya akan membaik secara bertahap seiring proses penyembuhan jaringan.

Melansir American Dental Association (ADA), sensitivitas terhadap makanan atau minuman panas, dingin, maupun tekanan saat menggigit merupakan reaksi yang cukup umum setelah prosedur penambalan. Tingkat sensitivitas setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung kedalaman lubang gigi, kondisi pulpa sebelum perawatan, serta lokasi gigi yang ditambal. Pada sebagian besar kasus, keluhan tersebut akan mereda dalam beberapa hari hingga sekitar dua minggu.

Meski demikian, rasa sakit juga dapat dipicu oleh kondisi lain, seperti tambalan terlalu tinggi, peradangan saraf gigi, retakan, atau infeksi sebelum tindakan dilakukan. Nyeri pascatindakan masih dapat dialami sebagian pasien meskipun prosedur dilakukan sesuai standar klinis. Hal ini menunjukkan nyeri usai tambal gigi belum tentu karena gagal prosedur. Berikut beberapa cara untuk mengatasi sakitnya. 

1. Hindari mengunyah menggunakan sisi gigi yang baru ditambal

vecteezy.com/Natthapon Ngamnithiporn

Melansir Healthline, mengatasi sakit gigi setelah ditambal permanen dapat dimulai dengan mengunyah pada sisi gigi lain yang tidak ditambal. Meskipun bahan tambal permanen telah mengeras, jaringan di sekitar gigi masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi sehingga tekanan saat mengunyah dapat memicu rasa tidak nyaman, terutama jika lubang yang ditambal cukup dalam.

Selama beberapa hari pertama, pilih makanan bertekstur lunak seperti bubur, sup, atau nasi tim, lalu gunakan sisi gigi yang lain saat mengunyah. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi iritasi pada jaringan gigi sekaligus memberi kesempatan bagi saraf untuk pulih secara alami.

2. Hindari makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin

pexels.com/Alejandra Montenegro

Perubahan suhu yang ekstrem sering menjadi pemicu munculnya rasa ngilu setelah tambal gigi. Hal ini terjadi karena saraf di dalam gigi masih lebih sensitif terhadap rangsangan selama proses penyembuhan berlangsung.

Sensitivitas setelah tambal gigi biasanya akan berkurang dengan sendirinya seiring pulihnya jaringan. Selama masa pemulihan, sebaiknya konsumsi makanan dan minuman dengan suhu yang tidak terlalu panas maupun terlalu dingin agar rasa nyeri tidak semakin terasa.

3. Konsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran

pexels.com/Michelle Leman

Mengatasi sakit gigi setelah ditambal permanen juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat pereda nyeri apabila keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Obat seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi rasa sakit sekaligus meredakan peradangan ringan yang muncul setelah prosedur.

Melansir Journal of Taibah University Medical Sciences, obat pereda nyeri sebaiknya digunakan sesuai dosis yang dianjurkan dan tidak dikonsumsi melebihi aturan pakai. Jika nyeri tetap bertahan atau justru semakin berat meskipun sudah mengonsumsi obat, segera lakukan pemeriksaan ulang ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya.

4. Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif

pexels.com/Towfiqu barbhuiya

Jika keluhan lebih sering muncul ketika mengonsumsi makanan atau minuman dingin, penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif dapat membantu mengurangi rasa ngilu. Produk ini bekerja dengan mengurangi rangsangan yang diteruskan menuju saraf gigi sehingga sensitivitas dapat berangsur membaik.

Efek penggunaan pasta gigi sensitif memang tidak langsung terasa dalam satu kali pemakaian. Oleh karena itu, gunakan secara rutin sesuai petunjuk pemakaian dan tetap sikat gigi menggunakan sikat berbulu lembut agar area sekitar tambalan tidak mengalami iritasi tambahan.

5. Jaga kebersihan gigi dan mulut

pexels.com/Tima Miroshnichenko

Menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan langkah penting selama proses pemulihan. Sebagian orang justru menghindari menyikat gigi karena khawatir rasa sakit akan semakin parah, padahal penumpukan plak dan sisa makanan dapat meningkatkan risiko peradangan di sekitar tambalan.

Pastikan untuk tetap menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi ber-fluoride dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss). Kebiasaan tersebut membantu mencegah pertumbuhan bakteri sekaligus menjaga tambalan tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.

6. Segera kembali ke dokter gigi jika nyeri tidak kunjung membaik

pexels.com/Kaboompics

Mengatasi sakit gigi setelah ditambal permanen sebaiknya tidak hanya dilakukan di rumah apabila rasa sakit terus berlanjut. Nyeri yang berlangsung lebih dari dua minggu, terasa semakin berdenyut, muncul tanpa rangsangan, atau membuat kamu sulit tidur dapat menjadi tanda bahwa terdapat masalah lain pada gigi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Melansir Dental Nook, beberapa kondisi seperti tambalan yang terlalu tinggi, peradangan saraf (irreversible pulpitis), hingga infeksi dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan, mengevaluasi gigitan, hingga rontgen untuk menentukan penyebabnya. Jika masalah berasal dari saraf yang rusak permanen, dokter dapat menyarankan perawatan saluran akar (root canal treatment) agar gigi tetap dapat dipertahankan.

Itulah dia beberapa cara mengatasi sakit gigi setelah ditambal permanen yang bisa kamu lakukan di rumah. Ingat, pastikan untuk berkonsultasi ke dokter bila sakit terus berlanjut ya, Bela!

Referensi:

AlRahabi, Mothanna K. "Predictors, Prevention, and Management of Postoperative Pain Associated with Nonsurgical Root Canal Treatment: A Systematic Review." Journal of Taibah University Medical Sciences 12, no. 5 (Oktober 2017).

Dental Nook. Diakses 30 Juni 2026. Tooth Pain After a Filling: What's Normal and When to Act?

Higuera, Valencia. Diakses 30 Juni 2026. How to Handle Sensitive Teeth After a Filling.

American Dental Association. Diakses 30 Juni 2026. Acute Dental Pain Management Guideline.


Curated For You

Editorial Team

Related Article