Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mencegah Cedera Saat Bermain Tenis, Cocok untuk Kamu yang Pemula
fightingillini.com
  • Tenis makin populer karena bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan, tapi pemula perlu memahami risiko cedera akibat gerakan dinamis seperti berlari, melompat, dan mengayunkan raket.
  • Pencegahan cedera bisa dilakukan dengan pemanasan yang cukup, mempelajari teknik dasar secara benar bersama pelatih, serta menggunakan perlengkapan yang sesuai seperti raket dan sepatu tenis.
  • Pendinginan setelah bermain serta latihan kekuatan dan fleksibilitas tubuh penting untuk menjaga stabilitas otot, mempercepat pemulihan, dan menurunkan risiko cedera saat bermain tenis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tenis menjadi salah satu olahraga yang lagi digemari. Nggak hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Pasalnya, jika kamu rutin bermain tenis, maka kebugaran jantung akan meningkat, melatih koordinasi tubuh, memperkuat otot, hingga membantu mengurangi stres. Tak heran jika banyak pemula mulai tertarik menjadikan tenis sebagai bagian dari gaya hidup.

Tapi, di balik manfaat tersebut, tenis juga termasuk olahraga dengan gerakan yang dinamis. Aktivitas seperti berlari, berhenti mendadak, melompat, berputar, hingga mengayunkan raket secara berulang dapat meningkatkan risiko cedera apabila tidak dilakukan dengan teknik yang benar.

Bagi pemula, memahami cara mencegah cedera saat bermain tenis sama pentingnya dengan mempelajari teknik memukul bola. Dengan persiapan yang tepat, kamu bisa menikmati permainan dengan lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko cedera pada siku, bahu, lutut, pergelangan kaki, maupun punggung. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan!

1. Selalu lakukan pemanasan sebelum main

thetennismom.com

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pemula adalah langsung bermain tanpa melakukan pemanasan. Padahal, pemanasan berfungsi mempersiapkan otot, sendi, dan tendon agar siap menerima aktivitas dengan intensitas tinggi.

Saat tubuh masih dalam kondisi dingin, otot cenderung lebih kaku sehingga lebih mudah mengalami tarikan atau cedera. Sebaliknya, pemanasan membantu meningkatkan aliran darah ke jaringan otot sehingga tubuh menjadi lebih lentur dan responsif terhadap gerakan.

Lakukan pemanasan selama sekitar 10–15 menit sebelum bermain. Mulailah dengan jalan cepat atau jogging, kemudian lanjutkan dengan gerakan dinamis seperti arm circle, shoulder rotation, lunges, leg swing, serta peregangan dinamis pada pergelangan tangan dan pinggul.

2. Pelajari teknis dasar dengan benar

nytimes.com

Banyak cedera pada pemain tenis bukan disebabkan oleh olahraga itu sendiri, melainkan karena teknik bermain yang kurang tepat. Misalnya, saat melakukan pukulan backhand, nggak sedikit yang hanya mengandalkan kekuatan lengan tanpa melibatkan putaran tubuh. Akibatnya, beban berlebih akan diterima oleh siku dan pergelangan tangan sehingga meningkatkan risiko tennis elbow.

Begitu pula saat melakukan servis. Teknik servis yang kurang benar dapat memberikan tekanan berlebihan pada bahu sehingga memicu cedera rotator cuff atau nyeri bahu. Karena itu, luangkan waktu untuk mempelajari teknik dasar seperti forehand, backhand, volley, hingga servis bersama pelatih. Teknik yang baik tidak hanya membuat permainan lebih efektif, tetapi juga membantu mendistribusikan beban secara merata ke seluruh tubuh.

3. Gunakan peralatan yang sesuai

masterclass.com

Pemilihan perlengkapan bermain juga memiliki peran penting dalam mencegah cedera. Pastikan raket yang digunakan memiliki berat, ukuran grip, dan tegangan senar yang sesuai dengan kemampuan kamu. Raket yang terlalu berat atau grip yang terlalu kecil dapat membuat otot lengan bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan pada siku.

Selain raket, gunakan sepatu tenis yang memang dirancang untuk menopang gerakan menyamping dan perubahan arah secara cepat. Sepatu lari tidak memiliki struktur yang sama sehingga kurang optimal dalam menjaga stabilitas kaki saat bermain tenis.

Pilih juga pakaian yang nyaman dan mampu menyerap keringat agar pergerakan tetap leluasa selama berada di lapangan.

4. Jangan abaikan pendinginan

essentiallysports.com

Setelah pertandingan selesai, banyak orang langsung duduk atau pulang tanpa melakukan pendinginan. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena pendinginan membantu tubuh kembali ke kondisi normal secara bertahap. Lakukan jalan santai selama beberapa menit untuk menurunkan detak jantung, kemudian lanjutkan dengan peregangan statis pada otot bahu, lengan, dada, punggung, paha, betis, dan pinggul. Pendinginan juga dapat membantu mengurangi kekakuan otot, meningkatkan fleksibilitas, serta mempercepat proses pemulihan setelah berolahraga.

5. Latih kekuatan dan fleksibitas tubuh

fitandwell.com

Tenis bukan hanya mengandalkan kemampuan memukul bola, tetapi juga membutuhkan kekuatan otot, keseimbangan, serta fleksibilitas. Latihan penguatan otot inti (core), bahu, lengan, pinggul, dan tungkai dapat membantu tubuh menjadi lebih stabil saat bergerak. Otot yang kuat akan mengurangi beban pada sendi sehingga risiko cedera pun menurun.

Selain latihan kekuatan, jangan abaikan latihan fleksibilitas. Otot yang lentur memungkinkan tubuh bergerak lebih bebas dan mengurangi risiko tarikan otot saat melakukan gerakan eksplosif. Kamu bisa menambahkan latihan seperti plank, squat, lunges, shoulder strengthening, resistance band exercise, hingga yoga atau pilates.

Curated For You

Editorial Team

Related Article