Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

7 Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

7 Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
pexels.com/Vladyslav Dukhin
  • Kebakaran hutan di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 5.391 titik panas pada akhir Agustus 2026, tetapi asap dapat menyebar ke wilayah lain mengikuti arah angin.

  • Bahaya kabut asap bagi kesehatan dapat berupa batuk, iritasi mata dan tenggorokan, sesak napas, hingga memperburuk penyakit paru dan jantung.

  • Kurangi paparan asap dengan memantau kualitas udara, membatasi aktivitas di luar ruangan, dan menggunakan masker N95 atau FFP2 saat diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kebakaran hutan kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. Di Kalimantan Tengah, tercatat 5.391 titik panas berdasarkan laporan BNPB pada akhir Agustus 2026.

WHO menyebut asap kebakaran hutan dapat bergerak melintasi wilayah, negara, hingga benua. Lantas, apa saja dampaknya bagi tubuh? Berikut sejumlah bahaya kabut asap bagi kesehatan yang perlu kamu waspadai.

  1. 1. Menyebabkan batuk dan sesak napas

    ilustrasi seseorang tengah batuk
    pexels.com/Edward Jenner

    Salah satu bahaya utama kabut asap bagi kesehatan adalah gangguan pada saluran pernapasan. Paparan asap dapat memicu batuk, iritasi tenggorokan, napas berbunyi atau wheezing, hingga sesak napas.

    WHO juga mencatat keluhan seperti batuk dan sesak napas sebagai dampak yang muncul akibat paparan asap kebakaran hutan. Keluhan tersebut dapat terasa semakin berat ketika konsentrasi asap di udara meningkat.

  2. 2. Memperburuk asma dan penyakit paru

    Penderita asma memegang inhaler perawatan
    unsplash.com/CNordik Nordik

    Bagi penderita asma hingga penyakit paru kronis, asap dapat membuat kondisi mereka semakin buruk. Partikel halus dalam asap bisa masuk jauh ke saluran pernapasan dan menyebabkan peradangan serta sesak napas.

    Kelompok ini perlu lebih waspada karena paparan asap dapat membuat gangguan pernapasan semakin berat. Dalam kondisi berat, gejala yang memburuk bahkan dapat membutuhkan perawatan darurat di rumah sakit.

  3. 3. Meningkatkan risiko gangguan jantung

    ilustrasi serangan jantung
    freepik.com/jcomp

    Dampak asap kebakaran hutan tidak hanya dirasakan oleh paru-paru. Partikel sangat kecil dapat masuk ke dalam tubuh dan menjadi perhatian karena dapat mencapai aliran darah.

    Orang yang sudah memiliki penyakit jantung perlu lebih berhati-hati ketika kondisi ini terjadi. Kondisi ini dapat meningkatkan beban pada jantung dan membuat masalah kardiovaskular menjadi lebih serius.

  4. 4. Menyebabkan iritasi mata

    ilustrasi iritasi mata
    unsplash.com/ Ethan De Long

    Mata juga mudah terdampak saat terpapar asap kebakaran hutan. Partikel dan zat iritan dalam asap dapat membuat mata merah, perih, terasa gatal, dan berair.

    Keluhan ini bisa muncul meski kamu berada jauh dari lokasi kebakaran. Pasalnya, asap dapat terbawa angin dan membuat kualitas udara di wilayah lain ikut menurun.

  5. 5. Memicu sakit kepala dan pusing

    ilustrasi pusing
    pexels.com/www.kaboompics.com

    WHO turut menjelaskan bahwa bahaya kabut asap bagi kesehatan dapat memicu sakit kepala. Kondisi ini dapat terjadi ketika paparan asap mengganggu asupan oksigen ke otak.

    Jika sakit kepala muncul setelah terpapar asap, segera cari tempat dengan udara yang lebih bersih. Bila disertai sesak napas atau gangguan pada jantung, segera dapatkan pertolongan medis.

  6. 6. Lebih berisiko bagi kelompok rentan

    batuk dan tenggorokan gatal
    pexels.com/Vlada Karpovich

    Tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap paparan asap. Bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.

    Paru-paru bayi dan anak-anak masih berkembang sehingga paparan udara tercemar perlu diminimalkan. Sementara itu, pengidap penyakit jantung atau paru bisa mengalami gejala yang berat meski sumber kebakaran berada jauh.

  7. 7. Meningkatkan paparan partikel berbahaya

    ilustrasi bau apek dalam rumah
    freepik.com

    Bahaya kabut asap bagi kesehatan yang terakhir tentunya berasal dari partikel dan gas berbahaya di dalamnya. Salah satu yang paling wajib diwaspadai adalah PM2.5. Ukuran partikel ini sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan bahkan mencapai aliran darah.

    Selain PM2.5, asap juga mengandung debu dan jelaga yang dapat mengiritasi mata serta saluran pernapasan. Karbon monoksida (CO) juga berbahaya karena dapat menghambat aliran oksigen dalam darah, terutama jika terhirup dalam jumlah tinggi.

    Itulah bahaya kabut asap bagi kesehatan yang perlu kamu waspadai. Saat asap menyebar, utamakan lindungi diri dengan masker seperti N95 atau FFP2. Semoga kondisi segera membaik dan stay safe, Bela!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More