Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Sumatera, Papua, dan Kalimantan kembali menjadi perhatian. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 Oktober 2026, penanganan karhutla masih berlangsung di tujuh provinsi prioritas, termasuk Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.
Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, kebakaran ini juga menghasilkan asap yang dapat mencemari udara dan mengancam kesehatan masyarakat di wilayah terdampak. Dampaknya pun beragam, mulai dari iritasi mata dan tenggorokan hingga gangguan pada sistem pernapasan dan jantung. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat menghirup asap kebakaran hutan?
