Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Hantavirus? Ini Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Apa Itu Hantavirus? Ini Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
pexels.com/Siegfried Poepperl
Intinya Sih
  • WHO melaporkan tiga kematian dan lima kasus suspek hantavirus di kapal pesiar Atlantik, memicu perhatian global terhadap penyakit langka yang berasal dari hewan pengerat seperti tikus.
  • Hantavirus dapat menyebabkan dua jenis infeksi utama, yaitu HFRS dan HPS, dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan paru-paru dan ginjal yang berpotensi fatal.
  • Penularan terjadi melalui kontak dengan urin atau kotoran tikus terinfeksi, sementara pengobatan mencakup perawatan intensif dan pencegahan difokuskan pada kebersihan serta pengendalian populasi tikus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Baru-baru ini, World Health Organization (WHO) melaporkan tiga orang meninggal dunia diduga akibat wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik pada Senin, 3 Mei 2026. Selain itu, terdapat lima kasus suspek yang kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini pun langsung menjadi perhatian publik. Lantas, sebenarnya apa itu hantavirus? Penyakit hantavirus disebut berasal dari hewan pengerat seperti tikus. Biar lebih jelas, yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Table of Content

1. Apa itu hantavirus?

1. Apa itu hantavirus?

apa itu hantavirus
pexels.com/Denitsa Kireva

Orthohantavirus atau hantavirus adalah sekelompok virus yang terutama ditemukan pada hewan pengerat, namun dapat menginfeksi manusia. Melansir The Guardian, Profesor Adam Taylor dari Universitas Lancaster menyebutkan ada sekitar 38 spesies hantavirus yang telah diakui secara global.

Dari jumlah tersebut, sekitar 24 spesies diketahui dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Hewan pengerat seperti tikus, mencit, dan tikus sawah merupakan reservoir alami virus-virus tersebut sehingga penularan bisa terjadi dari kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi.

Sementara itu, Yomani Sarathkumara, seorang peneliti pascadoktoral di Universitas Queensland, menyebutkan bahwa infeksi hantavirus pada manusia tergolong jarang. Di negara-negara tropis, kasusnya justru sering salah didiagnosis sebagai penyakit lain seperti leptospirosis yang juga ditularkan melalui hewan.

2. Gejala hantavirus

apa itu hantavirus
pexels.com/RDNE Stock project

Gejala hantavirus biasanya muncul dalam rentang 1-8 minggu setelah paparan. Namun, waktu kemunculan gejala tersebut bisa berbeda-beda pada setiap individu, tergantung jenis manifestasi klinis yang dialami.

Infeksi hantavirus ini terbagi menjadi dua, yakni Haemorrhagic Fever and Renal Syndrome (HFRS) dan Haemorrhagic Pulmonary Syndrome (HPS). Melansir Kemenkes, berikut penjelasan seputar gejala HFRS dan HPS.

  • Haemorrhagic Fever and Renal Syndrome (HFRS)
    Pada kasus HFRS, gejala awal umumnya berupa sakit kepala berat, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, serta penglihatan kabur. Beberapa orang juga bisa mengalami gejala lain, seperti wajah kemerahan, mata merah, atau ruam. Setelah mengalami gejala awal, kondisi dapat memburuk dengan gejala lanjutan seperti tekanan darah menjadi rendah, syok akut, pembuluh darah pecah, dan gangguan ginjal akut.
  • Haemorrhagic Pulmonary Syndrome (HPS)
    Adapun HPS biasanya diawali dengan gejala seperti lelah, demam, dan nyeri otot di beberapa bagian tubuh. Lalu dalam 4-10 hari, kondisi berkembang menjadi batuk dan sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru. Kasus HPS umumnya bisa mengganggu fungsi jantung dan penurunan jumlah aliran aliran darah sehingga sering juga disebut dengan Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS).

3. Penyebab hantavirus

apa itu hantavirus
pexels.com/Chris F

Setelah mengetahui apa itu hantavirus, kamu mungkin juga bertanya-tanya penyebab dan bagaimana penularan virus ini. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hantavirus datang dari hewan pengerat. Berikut penjelasan lengkap terkait penyebab dan penularan hantavirus yang perlu kamu ketahui.

  1. Paparan kotoran dan urine tikus
    Menurut WHO, penularan hantavirus ke manusia terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi dan terkontaminasi. Virus dapat masuk ke dalam tubuh saat seseorang menghirup udara yang telah terkontaminasi. Jika terhirup, virus bisa langsung menyerang paru-paru dan menyebabkan kondisi serius yang disebut Hantavirus Pulmonary Syndrome. Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi hantavirus juga bisa berasal dari gigitan hewan pengerat tersebut.
  2. Kontak dengan permukaan yang terpapar virus
    Risiko paparan akan meningkat jika kamu melakukan aktivitas yang melibatkan kontak dengan hewan pengerat atau lingkungannya. Mulai dari membersihkan ruang tertutup dengan ventilasi buruk, bekerja di bidang pertanian dan kehutanan, atau tinggal di tempat yang dipenuhi tikus.
    Saat kamu kontak dengan permukaan yang sudah terkontaminasi virus, lalu menyentuh area wajah seperti hidung, mata, atau mulut, maka hal ini berpotensi memicu penularan hantavirus.
  3. Penularan antar manusia
    Terakhir, penularan antar manusia umumnya sangat jarang terjadi dan sejauh ini hanya tercatat pada virus Andes di Amerika. Jika terjadi, biasanya berkaitan dengan kontak erat dan berkepanjangan. Khususnya pada anggota keluarga atau pasangan dan lebih mungkin terjadi pada fase awal penyakit, di mana virus lebih mudah menular.

4. Pengobatan hantavirus

apa itu hantavirus
pexels.com/Kaboompics.com

Penanganan hantavirus perlu dilakukan secepat mungkin demi mendapatkan penanganan medis yang tepat. Pengobatan hantavirus ini biasanya dilakukan di ruang perawatan intensif dengan pemantauan ketat. Adapun beberapa bentuk perawatan yang diberikan oleh dokter di antaranya:

  • Terapi oksigen untuk membantu pernapasan
  • Penggantian cairan
  • Obat untuk meningkatkan tekanan darah
  • Obat antivirus seperti ribavirin
  • Ventilasi mekanis jika pasien kesulitan bernapas
  • Dialisis untuk membantu fungsi ginjal

Sementara itu, pada kondisi yang parah, dokter akan memberikan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO) sebagai bantuan sementara untuk fungsi jantung dan paru-paru.

5. Pencegahan hantavirus

apa itu hantavirus
pexels.com/RDNE Stock project

Supaya terhindar dari risiko hantavirus, berikut beberapa tips yang perlu kamu perhatikan.

  1. Menutup akses tikus
    Tutup semua celah atau lubang kecil yang bisa menjadi jalan masuk tikus menggunakan bahan seperti kawat kasa, wol baja, lembaran logam, atau semen.
  2. Amankan makanan dan jaga kebersihan dapur
    Simpan makanan, termasuk pakan hewan peliharaan dalam wadah yang tertutup rapat dan tahan tikus. Selain itu, jika ada piring yang kotor segera bersihkan. Jaga kebersihan meja, lantai, dan area dapurmu. Pastikan juga tempat sampah tertutup dengan baik.
  3. Mengurangi tempat persembunyian tikus
    Bersihkan semak-semak, rumput liar, dan tumpukan sampah di sekitar bangunan atau rumahmu agar tidak menjadi tempat bersarang tikus.
  4. Memasang perangkap
    Pasang perangkap pegas di sepanjang dinding atau area yang sering dilalui tikus. Jika kamu menggunakan umpan racun, lakukan dengan hati-hati karena bisa membahayakan manusia dan hewan peliharaan.
  5. Tata lingkungan sekitar rumah
    Hindari menumpuk kayu, barang bekas, atau kompos terlalu dekat dengan rumah karena dapat menarik tikus untuk datang dan bersarang.
  6. Selalu cuci tangan
    Hal yang tidak boleh kamu abaikan adalah cuci tangan. Pastikan kamu selalu mencuci tanganmu dengan sabun setelah selesai membersihkan rumah atau melakukan aktivitas lainnya.

Itu dia penjelasan tentang apa itu hantavirus yang sedang ramai dibicarakan saat ini. Jika kamu mengalami gejala hantavirus atau sempat kontak dengan tikus liar, segera berkonsultasi ke dokter, ya!

FAQ seputar apa itu hantavirus

Apa itu hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang ditularkan dari hewan pengerat (seperti tikus) ke manusia dan dapat menyebabkan penyakit serius, terutama pada paru-paru.

Bagaimana cara penularannya?

Penularan terjadi melalui udara yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus, terutama saat partikel tersebut terhirup.

Apa gejala infeksi hantavirus?

Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, kelelahan, diikuti batuk dan sesak napas pada kasus yang lebih parah.

Apakah hantavirus bisa menular antar manusia?

Sebagian besar jenis hantavirus tidak menular antar manusia, kecuali beberapa strain langka di wilayah tertentu.

Bagaimana cara mencegah hantavirus?

Jaga kebersihan lingkungan, Hindari kontak dengan tikus, dan menggunakan pelindung saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.

Referensi:

"Hantavirus Pulmonary Syndrome". Cleveland Clinic. Diakses pada Mei 2026

"Hantavirus". Kemenkes. Diakses pada Mei 2026

"Hantavirus Pulmonary Syndrome". Mayo Clinic. Diakses pada Mei 2026

Sendow, Indrawati, dkk. “Infeksi Hantavirus: Penyakit Zoonosis yang Perlu Diantisipasi Keberadaannya di Indonesia”. WARTAZOA 26, No.1. (8 Maret 2016)

"What is Hantavirus, The Infection Thought to Have Killed Three on Cruise Ship?". The Guardian. Diakses pada Mei 2026

"Hantavirus". World Health Organization. Diakses pada Mei 2026

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nafi Khoiriyah
EditorNafi Khoiriyah
Follow Us

Related Articles

See More