Agar kamu lebih memahami akar masalahnya, berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi selama Ramadan.
1. Kurang asupan protein
Protein adalah komponen utama pembentuk keratin, yaitu struktur dasar rambut. Saat sahur dan berbuka tidak mengandung cukup protein, tubuh akan memprioritaskan organ vital dibandingkan pertumbuhan rambut. Inilah alasan kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa bisa terjadi lebih sering.
Jika kamu terlalu fokus pada makanan tinggi karbohidrat dan kurang lauk bernutrisi, pertumbuhan rambut bisa melambat. Rambut pun jadi lebih rapuh dan mudah patah.
2. Kekurangan zat besi dan vitamin
Zat besi berperan penting dalam membawa oksigen ke folikel rambut. Saat asupannya kurang, risiko anemia ringan meningkat dan rambut lebih mudah rontok. Vitamin untuk rambut rontok saat puasa seperti vitamin B kompleks dan vitamin D juga berpengaruh pada siklus pertumbuhan rambut.
Pola makan yang tidak seimbang selama Ramadan membuat kebutuhan mikronutrien sering terabaikan. Akibatnya, akar rambut menjadi lebih lemah dari biasanya.
3. Dehidrasi selama berpuasa
Kurang minum membuat tubuh mengalami dehidrasi ringan. Saat cairan tubuh tidak tercukupi, aliran nutrisi ke kulit kepala ikut menurun. Folikel rambut pun tidak mendapatkan suplai optimal untuk tumbuh kuat.
Itulah sebabnya kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa sering dikaitkan dengan kurang minum. Jika kamu jarang memenuhi kebutuhan air saat berbuka hingga sahur, efeknya bisa terasa pada kondisi rambut.
4. Perubahan pola tidur
Ramadan identik dengan jam tidur yang lebih singkat. Begadang untuk sahur atau ibadah malam dapat memicu peningkatan hormon stres. Ketidakseimbangan hormon ini bisa mendorong rambut masuk lebih cepat ke fase rontok.
Kurang tidur juga memperlambat proses regenerasi sel. Rambut yang seharusnya tumbuh sehat jadi lebih rentan mengalami kerontokan.
5. Stres dan perubahan hormon
Perubahan rutinitas harian bisa memicu stres, baik secara fisik maupun emosional. Kondisi ini dapat menyebabkan telogen effluvium, yaitu kerontokan sementara akibat tekanan pada tubuh. Biasanya terjadi beberapa minggu setelah tubuh mengalami stres.
Walau terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak permanen. Rambut dapat tumbuh kembali setelah faktor pemicunya teratasi.
6. Pola makan tidak seimbang saat sahur dan berbuka
Makanan tinggi gula dan lemak sering jadi pilihan cepat saat berbuka. Padahal, nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin jauh lebih dibutuhkan rambut. Jika kamu terlalu sering mengonsumsi gorengan dan minuman manis tanpa diimbangi makanan bergizi, kesehatan rambut bisa terdampak.
Karena itu, penting untuk memperhatikan kualitas makanan, bukan hanya jumlahnya.