5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Kulit Kepala Lebih Mudah Berminyak

- Jarang keramas dapat memicu penumpukan sebum, keringat, sel kulit mati, dan sisa produk; frekuensi mencuci rambut perlu disesuaikan dengan kondisi kulit kepala.
- Conditioner yang diaplikasikan hingga akar serta hair oil langsung di kulit kepala dapat membuat rambut lebih cepat lepek, terutama pada kulit kepala berminyak.
- Pemakaian produk styling berlebihan dan dry shampoo terus-menerus meninggalkan residu; dry shampoo tidak menggantikan keramas dengan sampo dan air.
Kulit kepala yang cepat berminyak bisa membuat rambut tampak lepek bahkan tidak lama setelah keramas.
Kondisi ini memang berkaitan dengan produksi sebum, tetapi kebiasaan dalam merawat rambut juga dapat memengaruhi banyaknya minyak dan residu yang menumpuk di kulit kepala.
Mulai dari frekuensi keramas hingga penggunaan produk rambut, lima kebiasaan berikut ternyata tanpa disadari membuat kulit kepala lebih mudah berminyak.
1. Terlalu jarang keramas

pexels.com/Sergey Torbik Ketika rambut terlalu lama tidak dicuci, sebum, keringat, sel kulit mati, dan sisa produk dapat menumpuk di kulit kepala. Akibatnya, rambut bisa terlihat lebih berminyak dan terasa kurang segar.
Namun, bukan berarti semua orang perlu keramas setiap hari. Frekuensinya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan jenis rambut.
American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa orang dengan kulit kepala berminyak biasanya perlu mencuci rambut lebih sering dibandingkan mereka yang memiliki kulit kepala kering.
2. Mengoleskan conditioner sampai ke kulit kepala

pexels.com/ Beyzanur K. Conditioner berfungsi membantu menjaga rambut tetap lembut dan mudah diatur.
Namun, menggunakannya terlalu dekat dengan akar rambut, terutama jika kulit kepala memang cenderung berminyak, dapat membuat rambut lebih cepat tampak lepek.
Cukup aplikasikan conditioner pada bagian tengah hingga ujung rambut, terutama jika bagian tersebut terasa kering atau mudah kusut.
Cara ini juga membantu menjaga kelembapan rambut tanpa membuat area akar terasa terlalu berat.
3. Terlalu banyak menggunakan produk styling

pexels.com/Beyzanur K. Serum, hair oil, wax, gel, atau produk styling lainnya memang dapat membantu menciptakan tampilan rambut yang diinginkan.
Namun, penggunaan terlalu banyak produk bisa meninggalkan residu pada rambut dan kulit kepala.
Jika tidak dibersihkan dengan baik, residu tersebut dapat bercampur dengan minyak alami dan keringat sehingga rambut terasa lebih berat dan terlihat cepat lepek.
Oleh karena itu, gunakan produk secukupnya dan pastikan kulit kepala dibersihkan secara rutin.
4. Terlalu sering mengandalkan dry shampoo

freepik.com/zinkevych Saat tidak sempat keramas, dry shampoo bisa menjadi solusi praktis untuk membuat rambut terlihat lebih fresh.
Produk ini bekerja dengan menyerap minyak pada rambut, tetapi tidak menggantikan fungsi sampo dan air untuk membersihkan kulit kepala.
American Academy of Dermatology juga menyarankan agar dry shampoo tidak digunakan sebagai pengganti keramas secara terus-menerus.
Setelah beberapa kali pemakaian, rambut tetap perlu dicuci menggunakan sampo dan air untuk membantu mengangkat minyak, kotoran, serta sisa produk.
5. Sering mengoleskan hair oil langsung ke kulit kepala

freepik.com/freepik Hair oil dapat membantu membuat rambut terasa lebih lembut dan tampak berkilau.
Namun, jika kulit kepala sudah cenderung berminyak, mengaplikasikan minyak secara langsung pada area tersebut dapat membuat rambut terlihat semakin greasy.
Sebum sendiri merupakan minyak alami yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous pada kulit. Produksinya dapat berbeda pada setiap orang, sehingga kebutuhan perawatan kulit kepala pun tidak selalu sama.
Nah, itu dia lima kebiasaan yang bisa membuat kulit kepala lebih mudah berminyak. Dengan menghindari kebiasaan tersebut dan menyesuaikan rutinitas perawatan dengan kondisi kulit kepala, rambut pun dapat terasa lebih bersih, ringan, dan fresh lebih lama.























