Untuk memahami apakah kepala pitak bisa tumbuh rambut lagi, kamu perlu tahu dulu apa penyebabnya. Berikut beberapa faktor yang paling sering memicu pitak.
1. Kerontokan parah akibat stres
Stres berat bisa mengganggu siklus pertumbuhan rambut dan menyebabkan kondisi yang disebut telogen effluvium. Rambut masuk ke fase istirahat lebih cepat dan rontok dalam jumlah banyak.
Jika penyebabnya stres, kondisi ini biasanya bersifat sementara. Setelah stres terkontrol, rambut perlahan bisa tumbuh kembali dalam beberapa bulan.
2. Alopecia areata
Alopecia areata adalah kondisi autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Akibatnya, muncul pitak berbentuk bulat di area tertentu.
Pada beberapa kasus, rambut bisa tumbuh kembali dengan sendirinya. Namun, ada juga kondisi yang memerlukan perawatan medis agar pertumbuhan rambut kembali optimal.
3. Faktor genetik atau keturunan
Kebotakan karena genetik dikenal sebagai androgenetic alopecia. Kondisi ini merupakan jenis alopecia yang sering terjadi pada laki-laki, tetapi perempuan juga bisa mengalaminya.
Pitak akibat faktor genetik cenderung berkembang perlahan dan bersifat permanen. Meski begitu, beberapa terapi dapat membantu memperlambat prosesnya.
4. Infeksi kulit kepala
Infeksi jamur atau peradangan pada kulit kepala dapat menyebabkan rambut rontok hingga muncul area pitak. Biasanya disertai rasa gatal, kemerahan, atau kulit mengelupas.
Jika infeksi diatasi dengan tepat, rambut biasanya bisa tumbuh kembali. Penanganan dini sangat penting agar folikel tidak rusak permanen.
5. Kesalahan perawatan rambut
Pemakaian bahan kimia keras, cat rambut berlebihan, atau penggunaan alat styling panas dapat merusak batang rambut dan kulit kepala. Jika terjadi terus-menerus, area tertentu bisa mengalami penipisan hingga pitak.
Dalam kasus ini, menghentikan kebiasaan yang merusak menjadi langkah pertama. Rambut masih punya peluang tumbuh kembali jika folikel belum rusak.
6. Perubahan hormon
Perubahan hormon akibat kehamilan, menopause, atau gangguan tiroid bisa memicu kerontokan ekstrem. Ketidakseimbangan hormon memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.
Jika hormon kembali stabil, rambut biasanya perlahan tumbuh kembali. Namun, perlu evaluasi medis untuk memastikan penyebab pastinya.