10 Puisi untuk Ayah yang Menyentuh Hati

Mengingat sosok ayah lewat puisi

10 Puisi untuk Ayah yang Menyentuh Hati

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Sosok ayah memang nggak pernah bisa lepas dari perjalanan kehidupan yang saat ini sedang kamu jalani. Bagaimana kamu belajar menjadi pemimpin yang baik, menjadi orang yang penuh tanggung jawab, dan menjadi manusia tangguh dengan berkaca melalui cerminan tulus yang diberikan olehnya adalah hal yang nggak bisa kamu dapatkan dari siapa pun. 

Beliau lah yang bekerja keras dan membanting tulang demi terpenuhinya kebutuhan keluarga tanpa pernah mengeluh lelah. Kadang, kamu perlu meluangkan sedikit waktu yang kamu miliki hanya untuk sekadar mendengarnya berkeluh-kesah. Kamu juga bisa mengiriminya puisi atau kata-kata manis yang barangkali bisa menyentuh hatinya sebagai ungkapan terima kasih atas jasa-jasanya terhadapmu selama ini. Nggak perlu bingung! Kumpulan puisi untuk ayah di bawah ini bisa kamu jadikan inspirasi, kok.

Dari Hati untuk Pahlawan Hidupku

Meski suaramu

Tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu

Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan

Yang mengantarkan hatiku

Menuju lembah tinggi

Bernama kedamaian

 

Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu

Namun dengan dekapanmu

Ku terhangatkan dengan kasihmu

Ku terlenakan

Dengan cintamu

Tangisku berderai

 

Kala ku ingat ucapan indahmu menimangku

Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku

Seperti karang menjaga debu pasir

Kau jaga aku

Kau lindungiku

Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku

 

Kau rela di terpa deburan buih

Yang berlalu

Demi aku

Demi anakmu

Seakan tak pernah lelah

Kau hapuskan tetes air mataku

Seakan tak pernah bosan

Kau redamkan aku dari tangisan

 

Ku urai hati ini

Untukmu

Untuk segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku

Hanya sebentuk puisi

Dari ketulusan hati

Untukmu bapakku

Terima kasih

 

---Anonim

Saat Ayah Tidur

Saat ayah tidur

Kutemukan seberkah kedamaian di sana

Tepatnya di wajahmu yang senja itu

Kulihat di sana begitu banyak sajak balada.

 

Saat ayah tidur

Kutemukan wajah kebebasan

Laksana rindu terbebas dari kesepian menghujam

Di sanalah kutemukan ia.

 

Saat ayah tidur

Saat itulah kau menjadi asli tanpa topeng tanpa drama

Kau menjadi dirimu yang rapuh dan sakit

Kau menjadi manusia wajar bukan robot.

 

Saat ayah tidur

Ingin rasanya kumenangis

Mengingat sebait takdir kita yang sekarat

Mati tidak mau menyerah tidak bisa.

 

Saat ayah tidur

Ayah kudongakkan wajahku ke atas biru

Kumohon padaNya dengan khidmat

Semoga aku selalu bersamamu

Melihat tidurmu ayah.

 

---Anonim

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here