30 Kata-Kata Minta Maaf kepada Orangtua Saat Lebaran

Jangan biarkan jarak membuatmu sulit meminta maaf, ya!

30 Kata-Kata Minta Maaf kepada Orangtua Saat Lebaran

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan tradisi mudik ke kampung halaman. Salah satu momen yang paling dinanti ialah saat kita berlutut dan melakukan tradisi sungkeman untuk meminta maaf kepada orangtua. Namun, karena kondisi pandemi saat ini, pemerintah membuat larangan mudik sehingga mengharuskan kita untuk tetap di rumah saja.

Bagi para perantau, tentu hal ini sangat menyedihkan. Tapi bagaimana pun, keputusan larangan mudik adalah cara terbaik yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Karena tak bisa bertemu secara langsung saat hari Lebaran, kita hanya bisa meminta maaf kepada orangtua melalui pesan singkat.

Nggak perlu bingung harus bicara apa, Bela. Sebab, kali ini Popbela akan memberikan contoh kata-kata minta maaf kepada orangtua saat Lebaran. Check this out!

Kata-Kata Minta Maaf kepada Orangtua Saat Lebaran

Sejernih air yang mengalir, sejernih itulah cintamu kepadaku. Ayah dan Ibu, di Hari Raya Idul Fitri kali ini, aku belum bisa pulang menghadapmu. Semoga maafku ini diterima Ayah dan Ibu. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H.
Langkah kaki yang belum bisa menginjak tanah kampung halaman. Maafkan diriku Ayah dan Ibu, Lebaran ini aku belum bisa pulang dan meminta maaf langsung kepadamu. Mohon maaf lahir dan batin, Ayah dan Ibu. Selamat Idul Fitri 1442 H, minal aidzin wal faidzin.
Tiada kata paling indah bila belum memohon maaf langsung kepada orang yang telah berjasa kepadaku dari lahir. Ibu Ayah maafkan diriku bila banyak dosa kepadamu. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.
Tajamnya lidah ini mungkin membuat luka Ayah dan Ibu. Angkuhnya sikap membuat kalian tersakiti. Buruknya perilaku dan sikap ini sering membuat gelisah. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin untuk Ayah dan Ibu.
Jarak dapat memisahkan fisik. Tapi, jarak tidak bisa memisahkan hati dan kasih sayang. Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk Bunda dan Ayah tersayang. Mohon maaf lahir dan batin. Maafkan anakmu ini belum bisa pulang.
Meski wajah tak mampu berjumpa dan tangan tak bisa saling menjabat, semoga coretan kata ini mampu menjadi jembatan di hari penuh kemenangan. Minal aidin wal faidzin. Selamat Idul Fitri, Ayah dan Ibu. Mohon maaf anakmu ini belum bisa pulang kampung.
Hatimu sejernih air, maafmu seluas samudera. Meski banyak kesalahan dan dosaku yang menyakiti hati, Bunda dan Ayah selalu memberi maaf. Untuk ke sekian kalinya, aku meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan diri ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri.
Bulan Ramadan sudah berlalu, berganti takbir menjelang hari kemenangan. Mari kita bersihkan jiwa dan kalbu ini dari segala dosa yang bergelimang. Mohon maaf lahir dan batin aku haturkan untuk orangtuaku tercinta. Selamat Idul Fitri 1442 H.
Satukan tangan dan teguhkan hati pada hari penuh kemenangan ini agar kita saling memaafkan secara ikhlas dan mendapatkan berkah dari Allah Ta’ala. Selamat Idul Fitri 1442 H untuk Bapak dan Ibu di rumah. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
Tidak ada kata seindah kata maaf, tidak ada perbuatan seindah yang memaafkan. Kini hati akan dibersihkan, tanpa noda dan kotoran. Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin pada Ayah dan Bunda di rumah.

Contoh Kata-Kata Minta Maaf kepada Orangtua Saat Lebaran

Pergi mudik membawa ratusan peti. Dengan perahu menyusuri jauh menahan rindu. Selamat Idul Fitri wahai orangtua yang kusayangi. Rinduku memeluk erat tubuh hangatmu.
Melati semerbak yang harum mewangi, menjadi penghias di hari yang fitri. Pesan ini pengganti diri, mengulurkan tangan silaturahmi. Selamat Hari Raya Idul fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.
Sepuluh jari yang tersusun rapi, membawakan harum bunga melati. Niat diriku ini setulus hati, meminta maaf kepada Ayah dan Ibu di hari Idul Fitri yang suci ini. Selamat Hari Lebaran untuk orangtuaku tercinta.
Jika ucapan membuat lara, jika tindakan menjadikan luka. Wahai Ayah dan Ibu, mohon maaf sebesar-besarnya. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, minal aidzin wal faidzin.
Duduk termenung di atas dipan. Dipan terbuat dari kayu mahoni. Senang diri ini bisa bermaafan. Leganya sampai ke lubuk hati. Walau tak sempat menemui, izinkan anakmu meminta maaf setulus hati. Selamat Idul Fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.
Berharap pada lesung, yang ada hanya rumpun jerami. Ingin hati bertemu langsung, namun yang sampai hanya pesan ini. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin ya Pak, Bu. Aku rindu.
Sebening embun di pagi hari, seputih kapas tanpa biji. Seperti itu suasana hati berharap selamanya seperti ini dengan pribadi positif sepanjang hari. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin ya Pak, Bu.
Walau mengetuk pintu untuk sekedar berjabat tangan seakan tak mungkin untuk dilakukan. Namun, kata maaf semoga bisa menembus jarak yang begitu jauh memisahkan. Mohon maaf lahir batin, Ibu dan Bapak. Minal aidin wal faizin, semoga ampunan Allah Ta’ala menyertai kita semua.
Petang Ramadan mulai beranjak pergi, berganti dengan fajar Syawal pada pagi hari. Membawakan cahaya kedamaian di akhir Ramadan, menebar keberkahan di hari kemenangan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H untuk Ayah dan Ibu, maafkan anakmu yang belum bisa mencium tanganmu di hari Lebaran ini.
Jika bulan tidak muncul, akan ada bintang menemani. Jika tidak ada embun, ada sinar mentari di pagi ini. Dan desir daun yang sepi, ada kicau burung penghilang sunyi. Tidak pulang Lebaran ini, tahun depan masih menanti. Selamat Idul Fitri Ibu dan Bapak di sana. Aku haturkan mohon maaf lahir batin.
  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here