Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

10 Puisi Hari Ibu Terbaik yang Menyentuh Hati

10 Puisi Hari Ibu Terbaik yang Menyentuh Hati
pexels.com/Andrea Piacquadio

  • Puisi untuk ibu yang menyentuh hati, karya Chairil Anwar, menceritakan kasih sayang seorang ibu dan doa agar ibu selalu sejahtera.

  • Puisi untuk ibu yang bermakna, karya Sapardi Djoko Damono, menceritakan kenangan bersama seorang ibu yang bekerja keras untuk keluarga.

  • Puisi untuk ibu yang tersayang, karya Mustofa Bisri, mengisahkan tentang ibu sebagai tempat pulang anak-anaknya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Momen Hari Ibu tentu tidak boleh kamu lewatkan begitu saja. Tahun ini, Hari Ibu akan jatuh pada hari Kamis tanggal 22 Desember mendatang. Momen yang langka tersebut bisa kamu manfaatkan untuk menyampaikan ungkapan sayang kepada ibu. 

Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa sayang dari anak kepada ibunya yang menyentuh adalah dengan puisi. Puisi ini bisa kamu bacakan atau bisa kamu berikan bersama kado hari ibu supaya lebih romantis. 

Nah, Popbela.com sudah menghimpun 10 puisi untuk Hari Ibu terbaik yang menyentuh hati dari para penyair yang bisa kamu pakai. Simak yuk!

  1. 1. Puisi untuk ibu yang menyentuh hati

    unsplash.com/guille pozzi
    unsplash.com/guille pozzi

    Puisi untuk Hari Ibu terbaik yang menyentuh hati pertama merupakan karya dari penyair Chairil Anwar. Seperti puisinya lainnya, puisi yang berjudul Ibu berikut ini mampu menyentuh siapa pun yang membacanya. 

    Puisi di bawah menceritakan tentang kasih sayang seorang ibu yang ditunjukkan dengan berbagai cara. Dengan semua yang telah diberikan untuk anaknya, akhir puisi ini juga disisipi dengan doa agar ibu selalu sejahtera. 

    Ibu 
    Karya: Chairil Anwar 

    Pernah aku ditegur
    Katanya untuk kebaikan
    Pernah aku dimarah
    Katanya membaiki kelemahan
    Pernah aku diminta membantu
    Katanya supaya aku pandai

    Ibu...
    Pernah aku merajuk
    Katanya aku manja
    Pernah aku melawan
    Katanya aku degil
    Pernah aku menangis
    Katanya aku lemah

    Ibu...
    Setiap kali aku tersilap
    Dia hukum aku dengan nasihat
    Setiap kali aku kecewa
    Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
    Setiap kali aku dalam kesakitan
    Dia ubati dengan penawar dan semangat
    dan bila aku mencapai kejayaan
    Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
    Namun...
    Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
    Mengalir di pipimu
    Begitu kuatnya dirimu...

    Ibu...
    Aku sayang padamu...
    Tuhanku....
    Aku bermohon pada-Mu
    Sejahterahkanlah dia
    Selamanya...

  2. 2. Puisi untuk ibu yang bermakna

    pexels.com/Elina Fairytale
    pexels.com/Elina Fairytale

    Selanjutnya, dengan judul yang sama, Sapardi Djoko Damono juga menuliskan puisi untuk ibunya. Berbentuk seperti narasi, puisi di bawah menceritakan tentang kenangan bersama seorang ibu. 

    Ibu memang menjadi sosok yang selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, bukan hanya anak tapi juga suaminya. Maka dari itu, harapan seorang anak kepada ibunya adalah supaya bisa bahagia dan hidup dengan nyaman.

    Ibu 
    Karya: Sapardi Djoko Damono

    Ibu masih tinggal di kampung itu, ia sudah tua. Ia adalah perempuan yang menjadi korban mimpi-mimpi ayahku. Ayah sudah meninggal, ia dikuburkan di sebuah makam tua di kampung itu juga, beberapa langkah saja dari rumah kami. Dulu Ibu sering pergi sendirian ke makam, menyapu sampah, dan kadang-kadang, menebarkan beberapa kuntum bunga. "Ayahmu bukan pemimpi," katanya yakin meskipun tidak berapi-api, "ia tahu benar apa yang terjadi."

    Kini di makam itu sudah berdiri sebuah sekolah, Ayah digusur ke sebuah makam agak jauh di sebelah utara kota. Kalau aku kebetulan pulang, Ibu suka mengingatkanku untuk menengok makam ayah, mengirim doa. Ibu sudah tua, tentu lebih mudah mengirim doa dari rumah saja. "Ayahmu dulu sangat sayang padamu, meskipun kau mungkin tak pernah mempercayai segala yang dikatakannya."

    Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, sambil menengok ke luar jendela pesawat udara, sering kubayangkan Ibu berada di antara mega-mega. Aku berpikir, Ibu sebenarnya lebih pantas tinggal di sana, di antara bidadari-bidadari kecil yang dengan ringan terbang dari mega ke mega - dan tidak mondar-mandir dari dapur ke tempat tidur, memberi makan dan menyusui anak-anaknya. "Sungguh, dulu ayahmu sangat sayang padamu," kata Ibu selalu, "meskipun sering dikatakannya bahwa ia tak pernah bisa memahami igauan-igauanmu."

  3. 3. Puisi untuk ibu yang tersayang

    unsplash.com/M.T ElGassier
    unsplash.com/M.T ElGassier

    Mustofa Bisri membuat puisi untuk Hari Ibu terbaik dengan judul Ibu. Puisi ini mengisahkan tentang ibu yang merupakan tempat untuk pulang. Sejauh mana pun anak-anaknya pergi, ibu adalah tempat untuk kembali. 

    Bahkan, semua yang dilakukan seorang anak adalah demi membahagiakan ibunya yang tersayang. Di momen Hari Ibu ini, ia pasti akan merasa sangat tersentuh saat membaca karya berikut. 

    Ibu
    Karya: Mustofa Bisri 

    Kaulah gua teduh
    Tempatku bertapa bersamamu
    Sekian lama
    Kaulah kawah dari mana aku meluncur dengan perkasa
    Kaulah bumi yang tergelar lembut bagiku
    melepas lelah dan nestapa
    Gunung yang menjaga mimpiku siang dan malam
    Mata air yang tak berhenti mengalir membasahi dahagaku
    Telaga tempatku bermain berenang dan menyelam

    Kaulah, ibu, laut dan langit yang menjaga lurus horisonku
    Kaulah, ibu, mentari dan rembulan yang mengawal perjalananku
    mencari jejak sorga di telapak kakimu

    (Tuhan, aku bersaksi
    ibuku telah melaksanakan amanat-Mu
    menyampaikan kasih sayang-Mu
    Maka kasihilah ibuku
    seperti Kau mengasihi kekasih-kekasih-Mu
    Amin)

  4. 4. Puisi untuk ibu dari anak yang merantau

    pexels.com/Andrea Piacquadio
    pexels.com/Andrea Piacquadio

    Saat anak-anak mulai tumbuh dewasa, satu per satu mereka meninggalkan ibunya untuk pergi ke tanah rantau dan mencari peruntungan di sana. Dengan tanggung jawab yang diemban untuk pekerjaannya, tidak jarang mereka melewatkan waktu untuk pulang. 

    Meski begitu, tidak ada salahnya mengirim puisi untuk ibu di tanah asalmu dengan puisi berjudul Surat Untuk Ibu ini. Di dalamnya, puisi di bawah menceritakan seorang anak yang bercerita tentang tanah rantau yang ditinggalinya. 

    Surat Untuk Ibu
    Karya: Joko Pinurbo 

    Akhir tahun ini saya tak bisa pulang, Bu.
    Saya lagi sibuk demo memperjuangkan nasib saya
    yang keliru. Nantilah, jika pekerjaan demo
    sudah kelar, saya sempatkan pulang sebentar.

    Oh ya, Ibu masih ingat Bambang, ‘kan?
    Itu teman sekolah saya yang dulu sering numpang
    makan dan tidur di rumah kita. Saya baru saja
    bentrok dengannya gara-gara urusan politik
    dan uang. Beginilah Jakarta, Bu, bisa mengubah
    kawan menjadi lawan, lawan menjadi kawan.

    Semoga Ibu selalu sehat bahagia bersama penyakit
    yang menyayangi Ibu. Jangan khawatirkan
    keadaan saya. Saya akan normal-normal saja.
    Sudah beberapa kali saya mencoba meralat
    nasib saya dan syukurlah saya masih dinaungi
    kewarasan. Kalaupun saya dilanda sakit
    atau bingung, saya tak akan memberi tahu Ibu.

    Selamat Natal, Bu. Semoga hatimu yang merdu
    berdentang nyaring dan malam damaimu
    diberkati hujan. Sungkem buat Bapak di kuburan.

  5. 5. Puisi untuk ibu yang penyayang

    unsplash.com/Xavier Mouton Photographie
    unsplash.com/Xavier Mouton Photographie

    Kahlil Gibran selalu berhasil membuat puisi yang romantis, seperti puisi untuk Hari Ibu terbaik berikut ini. Puisi di bawah menceritakan tentang ibu yang sangat penyayang kepada anaknya. 

    Dalam kesedihan, ibu selalu hadir untuk menghiburnya. Ibu juga diibaratkan sebagai mentari dan bunga-bunga yang selalu membuat kehidupan menjadi lebih ceria dan berwarna. 

    Ibu 
    Karya: Kahlil Gibran 

    Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan
    Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan

    Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan
    Manusia yang kehilangan ibunya berarti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat
    dan menjaganya tanpa henti

    Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang sosok Ibu
    Matahari ada lah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannya dengan
    pancaran panasnya

    Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari
    meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan siulan burung-
    burung dan anak-anak sungai

    Dan bumi adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bungan menjadi ibu yang baik
    bagi buah-buahan dan biji-bijian
    Ibu sebagai pembentuk dasar dari seluruh kewujudan dan adalah roh kekal, penuh
    dengan keindahan dan cinta

  6. 6. Puisi untuk ibu yang sedih

    unsplash.com/J W
    unsplash.com/J W

    Seorang anak tak jarang melakukan kesalahan baik yang kecil maupun besar kepada ibunya. Jika dibiarkan, bayang-bayang rasa bersalah kepada ibu selalu muncul dan tidak akan hilang. 

    Nah, di momen Hari Ibu ini, kamu bisa memanfaatkannya sebagai momen meminta maaf dan menjelaskan semuanya. Sebab, seorang ibu sejatinya tidak bisa membenci anaknya. Berikut adalah puisi yang bisa kamu sertakan untuk meminta maaf.

    Tujuan Kita Satu Ibu
    Karya: Wiji Thukul

    Kutundukkan kepalaku,
    bersama rakyatmu yang berkabung
    bagimu yang bertahan di hutan
    dan terbunuh di gunung
    di timur sana
    di hati rakyatmu,
    tersebut namamu selalu
    di hatiku
    aku penyair mendirikan tugu
    meneruskan pekik salammu
    "a luta continua."

    Kutundukkan kepalaku
    kepadamu kawan yang dijebloskan
    ke penjara negara
    hormatku untuk kalian
    sangat dalam
    karena kalian lolos dan lulus ujian
    ujian pertama yang mengguncangkan

    Kutundukkan kepalaku
    kepadamu ibu-bu
    hukum yang bisu
    telah merampas hak anakmu

    Tapi bukan hanya anakmu ibu
    yang diburu dianiaya difitnah
    dan diadili di pengadilan yang tidak adil ini
    karena itu aku pun anakmu
    karena aku ditindas
    sama seperti anakmu

    Kita tidak sendirian
    kita satu jalan
    tujuan kita satu ibu:pembebasan!

    Kutundukkan kepalaku
    kepada semua kalian para korban
    sebab hanya kepadamu kepalaku tunduk

    Kepada penindas
    tak pernah aku membungkuk
    aku selalu tegak.

  7. 7. Puisi untuk ibu yang terbaik

    pexels.com/Elina Fairytale
    pexels.com/Elina Fairytale

    Puisi untuk Hari Ibu terbaik berikutnya berjudul Sajak Ibunda yang ditulis oleh WS Rendra. Dalam puisi ini, WS Rendra bukan hanya memberikan ungkapan pujian untuk ibu, tetapi juga memberikan kritik sosial.

    Puisi ini menyiratkan bahwa ibu adalah pelengkap semuanya. Sebab, tidak ada orang yang tidak memiliki seorang ibu. Ibu bisa memberikan semuanya kepada anaknya dan menjadi motivasi untuk terus menjadi manusia yang baik.  

    Sajak Ibunda 
    Karya WS Rendra

    Mengenangkan ibu adalah mengenangkan buah-buahan.
    Istri adalah makanan utama.
    Pacar adalah lauk-pauk.
    Dan Ibu adalah pelengkap sempurna
    kenduri besar kehidupan.
    Wajahnya adalah langit senja kala.
    Keagungan hari yang telah merampungkan tugasnya.
    Suaranya menjadi gema dari bisikan hati nuraniku.

    Mengingat ibu, aku melihat janji baik kehidupan.
    Mendengar suara ibu, aku percaya akan kebaikan manusia.
    Melihat foto ibu, aku mewarisi naluri kejadian alam semesta.
    Berbicara dengan kamu, saudara-saudaraku,
    aku pun ingat kamu juga punya ibu.
    Aku jabat tanganmu,
    aku peluk kamu di dalam persahabatan.
    Kita tidak ingin saling menyakitkan hati,
    agar kita tidak saling menghina ibu kita masing-masing
    yang selalu, bagai bumi, air dan langit,
    membela kita dengan kewajaran.

    Maling juga punya ibu. Pembunuh punya ibu.
    Demikian pula koruptor, tiran, fasis,
    wartawan amplop, anggota parlemen yang dibeli,
    mereka pun punya ibu.
    Macam manakah ibu mereka?
    Apakah ibu mereka bukan merpati di langit jiwa?
    Apakah ibu mereka bukan pintu kepada alam?
    Apakah sang anak akan berkata kepada ibunya:
    “Ibu aku telah menjadi antek modal asing;
    yang memproduksi barang-barang yang tidak mengatasi kemelaratan rakyat,
    lalu aku membeli gunung negara dengan harga murah,
    sementara orang desa yang tanpa tanah jumlahnya melimpah.
    Kini aku kaya.
    Dan lalu, ibu, untukmu aku beli juga gunung
    bakal kuburanmu nanti.”
    Tidak. Ini bukan kalimat anak kepada ibunya.

    Tetapi lalu bagaimana sang anak akan menerangkan kepada ibunya
    tentang kedudukannya sebagai tiran, koruptor, hama hutan, dan tikus sawah?
    Apakah sang tiran akan menyebut dirinya sebagai pemimpin revolusi?
    Koruptor dan antek modal asing akan menamakan dirinya sebagai pahlawan pembangunan?
    Dan hama hutan serta tikus sawah akan menganggap dirinya sebagai petani teladan?
    Tetapi lalu bagaimana sinar pandang mata ibunya?
    Mungkinkah seorang ibu akan berkata:
    “Nak, jangan lupa bawa jaketmu.
    Jagalah dadamu terhadap hawa malam.
    Seorang wartawan memerlukan kekuatan badan.
    O, ya, kalau nanti dapat amplop,
    tolong belikan aku udang goreng.”

    Ibu, kini aku makin mengerti nilaimu.
    Kamu adalah tugu kehidupanku,
    yang tidak dibikin-bikin dan hambar seperti Monas dan Taman Mini.
    Kamu adalah Indonesia Raya.
    Kamu adalah hujan yang dilihat di desa.
    Kamu adalah hutan di sekitar telaga.
    Kamu adalah teratai kedamaian samadhi.
    Kamu adalah kidung rakyat jelata.
    Kamu adalah kiblat nurani di dalam kelakuanku.

  8. 8. Puisi untuk ibu yang selalu memaafkan

    unsplash.com/huanshi
    unsplash.com/huanshi

    Dalam tutur kata, ibu mungkin sesekali akan marah ketika anaknya melakukan kesalahan. Namun, ibu pula yang akan menjadi orang pertama yang memaafkan. Nah, puisi berjudul Sajak Ibu karya Wiji Thukul ini mengisahkan tentang ibu yang selalu memaafkan. 

    Tidak ada ibu yang ingin anaknya sengsara. Maka, ibulah yang rela menanggung semuanya demi anak-anaknya bahagia. Sebagai ucapan terima kasih kepadanya yang selalu memaafkan, sampaikanlah puisi berikut ini.

    Sajak Ibu 
    Karya: Wiji Thukul 

    Ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
    Tetapi menangis ketika aku susah
    Ibu tak bisa memejamkan mata
    Bila adikku tak bisa tidur karena lapar
    Ibu akan marah besar
    Bila kami merebut jatah makan
    yang bukan hak kami
    Ibuku memberi pelajaran keadilan
    dengan kasih sayang
    Ketabahan ibuku
    mengubah rasa sayur murah
    jadi sedap

    Ibu menangis ketika aku mendapat susah
    Ibu menangis ketika aku bahagia
    Ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
    Ibu menangis ketika adikku keluar penjara

    Ibu adalah hati yang rela menerima
    Selalu disakiti oleh anak-anaknya
    Penuh maaf dan ampun
    Kasih sayang ibu
    adalah kilau sinar kegaiban tuhan
    membangkitkan haru insan

    Dengan kebajikan
    ibu mengenalkan aku kepada Tuhan

  9. 9. Puisi untuk ibu yang dirindukan

    pexels.com/Albert Rafael
    pexels.com/Albert Rafael

    Semakin beranjak dewasa, kita tidak akan selalu bisa berada di sisi ibu. Meskipun demikian, kamu tetap bisa mengungkapkan kerinduan akan sosoknya melalui puisi berjudul Jendela ini. 

    Puisi di bawah akan mengenang masa-masa saat ibu dan anaknya masih bersama. Begitu juga dengan momen membahagiakan yang mereka lalui bersama-sama. 

    Jendela 
    Karya: Joko Pinurbo

    Di jendela tercinta ia duduk-duduk
    bersama anaknya yang sedang beranjak dewasa.
    Mereka ayun-ayunkan kaki, berbincang, bernyanyi
    dan setiap mereka ayunkan kaki
    tubuh kenangan serasa bergoyang ke kanan dan kiri.

    Mereka memandang takjub ke seberang,
    melihat bulan menggelinding di gigir tebing,
    meluncur ke jeram sungai yang dalam, byuuurrr....

    Sesaat mereka membisu.
    Gigil malam mencengkeram bahu.
    “Rasanya pernah kudengar suara byuuurrr
    dalam tidurmu yang pasrah, Bu.”
    “Pasti hatimulah yang tercebur ke jeram hatiku,”
    timpal si ibu sembari memungut sehelai angin
    yang terselip di leher baju.

    Di rumah itu mereka tinggal berdua.
    Bertiga dengan waktu. Berempat dengan buku.
    Berlima dengan televisi. Bersendiri dengan puisi.

    “Suatu hari aku dan Ibu pasti tak bisa bersama.”
    “Tapi kita tak akan pernah berpisah, bukan?
    Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma.”

    Selepas tengah malam mereka pulang ke ranjang
    dan membiarkan jendela tetap terbuka.
    Siapa tahu bulan akan melompat ke dalam,
    menerangi tidur mereka yang bersahaja
    seperti doa yang tak banyak meminta.

  10. 10. Puisi untuk ibu yang terkasih

    pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi
    pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi

    Terakhir, puisi untuk Hari Ibu terbaik ini berjudul Ibu karya Zamawi Imron. Lagi-lagi, puisi ini cocok kamu berikan jika kamu akhirnya memutuskan untuk merantau dan tinggal jauh dari ibu. 

    Di dalamnya, puisi ini menceritakan seorang ibu terkasih yang selalu memberikan semuanya untuk anaknya. Semua pemberian dan kasih sayang itu akan selalu terkenang meskipun jarak memisahkannya. 

    Ibu 
    Karya: D. Zamawi Imron

    Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
    Sumur-sumur kering, daunpun gugur bersama reranting
    Hanya mata air airmatamu, ibu, yang tetap lancar mengalir

    Bila aku merantau
    Sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
    Di hati ada mayang siwalan memutikkan sarisari kerinduan
    Lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

    Ibu adalah gua pertapaanku
    Dan ibulah yang meletakkan aku di sini
    Saat bunga kembang meyemerbak bau sayang
    Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
    Aku mengangguk meskipun kurang mengerti

    Bila kasihmu ibarat samudera
    Sempit lautan teduh
    Tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
    Tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
    Lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
    Kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
    Namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
    Lantaran aku tahu
    Engkau ibu dan aku anakmu

    Demikian kumpulan puisi untuk Hari Ibu terbaik yang menyentuh hati. Di antara puisi para penyair di atas, mana yang akan kamu pakai, Bela? 

    FAQ seputar puisi untuk Hari Ibu

    Apa yang membuat puisi Hari Ibu disebut terbaik?

    Puisi disebut terbaik jika mampu menyampaikan rasa cinta, terima kasih, dan pengorbanan ibu dengan bahasa yang tulus, sederhana, dan menyentuh hati.

    Tema apa yang paling cocok untuk puisi Hari Ibu?

    Tema tentang kasih sayang tanpa syarat, doa seorang ibu, perjuangan membesarkan anak, serta rasa rindu dan bakti anak sangat cocok untuk puisi Hari Ibu.

    Apakah puisi Hari Ibu harus menggunakan bahasa yang puitis?

    Tidak harus terlalu rumit. Bahasa yang jujur dan mudah dipahami justru lebih kuat dan emosional dibandingkan kata-kata yang terlalu indah tapi terasa jauh.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More