Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Kumpulan Puisi Perpisahan Sahabat yang Menyentuh Hati

Kumpulan Puisi Perpisahan Sahabat yang Menyentuh Hati
Unsplash.com/Ksenia Makagonova
Share Article

Apa yang terlintas di kepalamu ketika mendengar kata sahabat? Kebanyakan dari kamu pasti teringat masa-masa menyenangkan bersama seorang sahabat yang nggak akan bisa dilupakan, tapi beberapa yang lain mungkin merasakan kesedihan yang mendalam ketika mengenang sosok sahabat. Kumpulan puisi perpisahan sahabat yang menyedihkan ini bisa membuatmu susah lupa kamu bisa mengenang sosoknya.

  1. Mutiara Kebersamaan

    img.huffingtonpost.com
    img.huffingtonpost.com

    Sahabat, kehidupan ini tak lain adalah hamparan samudera luas

    Kita renangi dan kita selami kedalamannya

    Untuk mencari tiram di dasarnya, dan kita petik mutiaranya

    Bahwa selalu ada yang bermakna pada setiap kehadiran dan pertemuan

     

    Dengan bahtera tulus kebersamaan kita berlayar

    Untuk saling menjaga dan saling percaya

    Dan saat ini.. Saat dimana kita harus lalui waktu

    Waktu dimana kita harus mulai maju

    Maju untuk sesuatu harapan baru

     

    Mungkin saat ini kita akan berpisah

    Namun semua itu hanyalah sementara

    Karena aku akan kembali dan harus kembali

    Bukan untuk sekedar mengenang dan melihat

    Puing-puing masa lalu bersama mu

    Namun karena di sini lah tanah kelahiranku

    Dimana ada engkau dan orang-orang terdekatku

    ---Ali Uthi Ullah

  2. Celotehan Pena

    http://c3i.sabda.org
    http://c3i.sabda.org

    Dalam puing-puing dedaunan.

    Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna.

    Jauh ku arungi arti dari sebuah perjumpaan, dalam butiran do’a.

    Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya-sebuah perjumpaan.

    Denyut nadi tak bisa berhenti.

    Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu.

    Dari sebuah titik menjelmalah menjadi garis yang berlalu-lalang.

    Itulah seumpamanya.

     

    Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,

    Yap…lebih tepatnya sebuah keakraban.

    Lajur kehidupan memang di takdirkan untuk berputar, begitu pula alur cerita ini-perjumpaan.

    Sekian Lama tinggal di bukit suka.

     

    Kini aku terjatuh, jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan.

    Dari rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu-duka dan sakit.

    Tertatih, tapi bukan seras pedih

    Selayaknya mentari yang selalu menyinari, aku masih terus berfikir.

    Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan?

    Suara hati mengerutkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan.

     

    Malam berlalu…

    Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagiaku.

    Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini,petir bagaikan dukaku.

    Hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun, hujan bagaikan tangisanku.

    Bagian dari suasana hatiku.

     

    Hujan berhenti…Tahukah kau bintang…?

    Tersadar akan ini, tak perlu terluka dalam nestapa, bahagiaku dengan manja.

    Aku merasa cukup dengan semua itu-perjumpaan dan keakraban.

    Walau manakala kata “perpisahan" mengglegar di telingaku, aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan.

     

    Namun…Kini ku menyadari…

    Di dunia ini…

    Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,

    Begitu pula sebaliknya…

    Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi.

    Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal.

    Semua yang berawal adalah akhir Dan semua yang berakhir adalah awal

    ---Anonim

  3. Salam Perpisahan

    pexels.com/tessseymourphotography
    pexels.com/tessseymourphotography

    Kini, hatiku tergores kesedihan

    Ketika terucap salam perpisahan

    Walau air mataku tak berlinang

    Bukan berarti suatu kerelaan

    Saat-saat langkah terayun

    Jarak kita-pun semakin membentang

    Akankah semuanya jadi terkenang

    Atau hanyut terbawa gelombang

    Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan

     

    Sobat, dalam hatiku ini

    Akan tetap membekas suatu kenangan

    Kau sungguh baik, supel dan komunikatif

    Siapapun mengenalmu pasti akan merindu

    Namun untukku, janganlah kau biarkan

    Aku terkulai lemas dalam kehampaan

    Karena rasa rinduku yang tidak kau harapkan

    ---Anonim

  4. Jangan Pernah Lupakan Aku

    kelascinta.com
    kelascinta.com

    Kubuka mataku dari hitamnya tidur
    Kulihat cahaya itu menguak dara mataku
    Memaksaku menatap warna
    Bisa kulihat dengan warna biru di buta mata.

    Teringat akanku tentangmu sahabat
    Apa kabar di kau?
    Lama sudah kita tiada berukhuwah
    Putus bagai cincang.

    Kuharap di sana engkau tiada melupakan aku

    ---Rayhandi

  5. Ini Sakit

    titikdua.net
    titikdua.net

    Tangis, tawa, sepi, ramai, kita jalani

    Seperti tali yang menyimpul

    Menghiburku di kala sunyi hinggap

    Menghiburmu di kala gusar menyelimuti

     

    Kini beda,

    Ketika perpisahan terjadi

    Ruang dan waktu kita berbeda

    Aku tenggelam dalam sepi

     

    Hingga,

    Kau hanya tinggalkan bayangmu

    Tanpa tuan

    Kaupun tak memahaminya

    Aku adalah orang lain bagimu

    ---Anonim

  6. Teman Bagai Bintang

    Sahabat kau bagai bintang di hitam langit
    Kau selalu ada meski aku tiada melihatmu
    Kau ada tepatnya di daging ini
    Daging merah bernama hati.

    Kau jauh di sana
    Terhalang jarak dan jutaan jengkal jarak
    Tiada bisa kulihat selain rindu yang tebal
    Kau jauh bagai bintang.

    Cahayamu bisa kulihat
    Bukan dengan mata 
    Tapi dengan rindu yang sekarat
    Kutatap ia dengan gelap hitam.

    Kau tiada bisa kugapai
    Karena takdir membekukan nyata
    Kenyataan bahwa kita tiada akan bersama
    Hanya bisa menatapmu jauh.

    Sahabat tiada peduli seberapa jauh kita
    Aku disini engkau disana
    Saling memanggil dengan rindu
    Mendoa dalam diam.
    ---Rayhandi

  7. Apa Kau Lupa?

    Nationalpainreport.com
    Nationalpainreport.com

    Masih ingatkah kau?

    Wahai sahabat,

    Ketika menari di bawah hujan sepulang sekolah,

    Ketika kita berjatuhan di jalanan becek,

    Ketika kita tertawa bersama karena wajah kotor kita

     

    Masih ingatkah kau?

    Ketika pertama kali kita saling kenal

    Di kelas kita saling malu tuk bersapa

    Di kelas kita saling tanya tentangku dan kau

    Di kelas kita saling menjawab tentangku dan kau

     

    Masih ingatkah kau?

    Ketika kita berbagi jawaban saat ujian

    Ketika kau mengajariku perkalian juga pembagian

    Ketika aku sering emntraktirmu

     

    Untukmu sahabat,

    Kini kau sangat jauh

    Hanya doa yang kurapal

    Hingga melebur menjadi angin

    Meskipun kau selalu menjadi rindu

     

    Tanahku dan tanahmu kini berbeda

    Bahkan rapalan rindu tak membendung

    Hanya harap yang berakhir sia-sia

     

    Aku ingin memohon kepada Tuhan

    Aku ingin menyampaikan rindu ini kepadamu

    Untuk sahabatku yang baik hatinya,

    Untuk sahabatku yang kusayangi,

    Untuk sahabatku,

     

    Aku selalu berharap di sini

    Agar kau tak lupa ada aku di sini

    Yang selalu berharap balasan rindu darimu

    Yang kunanti hanya dirimu seorang

     

    Walau jauh seberang sana

    Tanpa wajah yang saling pandang

    Kau tetap terasa sakit

    Karena kau sealu kupeluk dalam malam

     

    Kenangan denganmu masih ada di benakku

    Bahkan terasa jelas sekali

    Karena kau lupa untuk menghapusnya

    Ketika kau pergi meninggalkanku

     

    Tanpa rasa cemas

    Aku bersumpah rindu di tanah ini

    Tanah kelahiranmu

    Kutunggu kepulanganmu

    Kutunggu sambungan kisahku dan kau

     

    Hati ini sakit sekali,

    Ketika kisahku dan kau terbesit

    Dada ini sesak,

    Terasa mencekam,

    Aku sakit!

     

    Memang,

    Mungkin tak selamanya kau pergi

    Atau kau tak kembali sama sekali

    Hingga ragaku menjadi busuk bersama tanah

     

    Selamat tinggal,

    Terimakasih untuk kisahnya

    Terimakasih untuk kehangatanmu

    Aku selalu menyimpan itu

    ---Anonim

  8. Kenangan Bersamamu

    liputan6.com
    liputan6.com

    Ingatkah di kau?
    Wahai kawan saat kita menari di bawah hujan saat pulang sekolah?
    Saat kau mendorongku hingga jatuh ke lubang becek?
    Saat ku tertawa terbahak bahak melihat kau dimarahi ibumu.


    Ingatkah di kau?
    Saat pertama kali kita bertemu?
    Di kelas itu kau menyapaku dengan malu
    Di kelas itu kau menanyakan namaku
    Di kelas itu kau berkata ''anak pindahan mana''


    Ingatkah di kau?
    Saat ku contek perkalianmu saat hari kamis itu
    Saat kau ajarkanku perkalian karena otakku sungguh dodol
    Saat kau meminjam kamusku.


    Untukmu sahabatku
    Kau teramat jauh di sana
    Habis doa kukunyah
    Habis mata kupandang
    Namun kau masih jadi bayang rindu.


    Tanah ku berpijak dan tanah kau berpijak terlalu jauh
    Bahkan rindu yang kupunya tiada bisa menawar rasa kangenku
    Hanya bisa kuharap dalam sia.


    Tuhan dengarkanlah ini
    Sampaikanlah sepotong rindu ini untuk seseorang
    Dia jauh dia baik dia menyayangiku
    Dia sahabatku.


    Di sini aku hanya berharap
    Berharap agar dikau tiada lupa cara pulang
    Berharap kau balas rinduku
    Hanya kehadiranmu yang kunanti.

    Meski kau jauh di ambang laut
    Muka tiada bisa bertatap
    Kau tetap dekat
    Karena setiap hitam menjelang kupeluk engkau dengan mimpi .


    Kenangan tentangmu masih tertancap di kalbuku
    Masih jelas kurasa
    Karena kau pergi tanpa menghapusnya.


    Tiada usah khawatir di kau
    Ku disini bersumpah memaku rindu ini di tanah pertama kau lahir
    Ku tunggu kau pulang menyambung kenangan yang ada.


    Hatiku sakit saat teringat akan engkau
    Saat kuingat kenangan kenangan kita aku sesak
    Hati ini lebur tercekam tanpa relung udara
    Aku sakit di sini.


    Memang tiada selamanya yang pergi akan pulang kembali
    Contohnya dirimu yang tiada akan kembali meski seratus tahun jasad ini memaku.


    Selamat tinggal sahabat
    Terima kasih untuk potongan cerita
    Terima kasih untuk hangat yang kau suguh
    Aku akan menyimpan kenanganmu di lubang hati.

    ---Rayhandi

  9. Rindu Ini

    riliv.co
    riliv.co

    Rindu ini sangat terasa

    Rindu ini bagai telaga

    Tak tahan aku dengan rindu ini

    Hatiku sudah pecah menahannya

     

    Rindu ini sangat terasa

    Sahabat,

    Apakah kau juga demikian?

    Sepertiku?

     

    Rindu ini sangat terasa

    Ketika bersamamu,

    Rindu ini terbayar oleh nelangsa

     

    Rindu ini sangat terasa

    Potretmu adalah pelampiasan rindu

    Potret buram yang selalu kusimpan

     

    Rindu ini sangat terasa

    Kuharap Tuhan menjagamu

    Karena aku disini,

    Selalu merapal doa rindu untukmu

    Dengan nadi dan jantung

    ---Anonim

  10. Perjalanan

    http://buddhazine.com
    http://buddhazine.com

    Sahabat..
    Kita pernah menapaki jalan terjal
    Bahkan jika harus tersandung dan jatuh
    Kita pernah menyingkirkan duri-duri yang merintangi
    Semua itu telah kita lalui bersama

    Jalan hidup kita mungkin berbeda
    Namun engkau tetaplah sahabat terbaik ku
    Dan sekarang perpisahan jua lah yang akan memisahkan

    Hanya do’a dan peluk hangatku untukmu
    Yang bisa aku berikan mungkin untuk yang terakhir
    Tapi.. Percayalah..
    Semoga Allah mempertemukan kita
    Untuk esok yang lebih bahagia

    Aku akan terus merindukanmu
    Masihkah kau ingat saat kita menanam pohon bersama
    Di pelataran rumahku..
    Saat-saat itulah aku benar-benar menemukanmu
    Bahwa kaulah separuh dari masa kecilku

    Hanya lewat puisi ini aku bisa ucapkan terima kasih
    Terima kasih untuk semua kebaikan dan ketulusanmu
    Aku akan selalu mengingatnya meski waktu akan berbeda
    Semoga engkau selalu dalam lindungan-Nya

    ---Anonim

     

    Demikian puisi perpisahan sahabat yang menyentuh hati yang bisa kamu sampaikan padanya sebelum dia benar-benar pergi darimu. Ingat, persahabatan yang baik nggak akan putus walau terpisah jarak. Pastikan dia tahu bahwa kamu begitu menyayanginya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More