Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Apa Bedanya Healing dan Avoidance? Ini Penjelasan dan Cirinya

Apa Bedanya Healing dan Avoidance? Ini Penjelasan dan Cirinya
pexels.com/Vitaly Gariev
  • Healing dan avoidance sama-sama bisa membuat seseorang mengambil jarak atau menyendiri, tetapi keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

  • Apa bedanya healing dan avoidance dapat dilihat dari cara menghadapi emosi, merespons masalah, hingga efek jangka panjang.

  • Mengenai perbedaan keduanya bisa membantu kamu memahami diri sendiri dengan lebih baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Healing sering kali membutuhkan waktu untuk menyendiri dan mengambil jarak dari sekitar. Hal inilah yang membuat healing kerap terlihat seperti avoidance, padahal keduanya punya tujuan yang berbeda.

Bahkan, alasan “lagi healing” terkadang bisa menjadi tameng untuk sifat avoidance, lho. Sebenarnya, apa bedanya healing dan avoidance?

  1. 1. Perbedaan tujuan healing dan avoidance

    ilustrasi menyendiri untuk menghemat energi sosial.
    pexels.com/Los Muertos Crew

    Apa bedanya healing dan avoidance dapat dilihat dari tujuan saat seseorang mengambil jarak. Healing dilakukan untuk memberi ruang bagi diri sendiri agar bisa menenangkan pikiran dan memahami perasaan.

    Sementara itu, avoidance lebih bertujuan menjauh dari hal yang membuat tidak nyaman. Masalahnya tidak benar-benar diproses, melainkan ditunda agar tidak perlu dihadapi untuk sementara.

  2. 2. Perbedaan emosi healing dan avoidance

    Ilustrasi healing era
    pexels.com/Pavel Danilyuk

    Perbedaan yang selanjutnya juga bisa dilihat dari emosi yang dirasakan. Pada saat healing, bukan berarti kamu harus terus merasa baik-baik saja. Proses ini justru memberi kesempatan untuk mengenali emosi yang muncul, baik itu sedih, kecewa, hingga marah.

    Pada avoidance, emosi yang tidak nyaman cenderung ditekan atau dialihkan. Misalnya, seseorang terus mencari kesibukan agar tidak perlu memikirkan rasa kecewa.

  3. 3. Perbedaan waktu healing dan avoidance

    Ilustrasi Refleksi Singkat
    pexels.com/Angelica Reyn

    Mengambil waktu sendiri sejenak bisa menjadi bagian dari healing untuk beristirahat dan refleksi. Kamu bisa menggunakan waktu tersebut untuk memahami apa yang dirasakan dan dibutuhkan.

    Sementara itu, avoidance cenderung membuat seseorang terus menjauh hingga masalah tersebut dikonfrontasi. Refleksi biasanya baru dilakukan setelah masalah tidak bisa lagi dihindari.

  4. 4. Perbedaan kehadiran healing dan avoidance

    ilustrasi sedang menolak sesuatu.
    pexels.com/RDNE Stock project

    Healing bisa membuat seseorang butuh waktu sendiri. Namun, kamu tetap bisa bertemu orang terdekat atau meminta dukungan saat membutuhkannya.

    Berbeda dengan healing, avoidance membuat seseorang cenderung menutup diri. Bahkan, ia bisa menolak kehadiran orang lain karena belum siap menghadapi situasi tertentu.

  5. 5. Perbedaan healing dan avoidance saat menghadapi masalah

    ilustrasi membicarakan masalah
    pexels.com/Ketut Subiyanto

    Salah satu hal lain yang menunjukkan apa bedanya healing dan avoidance adalah sikap setelah merasa lebih tenang. Dalam healing, kamu mulai mengakui perasaan, termasuk kesalahan yang mungkin terjadi.

    Lain halnya dengan avoidance, seseorang cenderung menyangkal perasaan atau masalah yang sedang dihadapi. Akibatnya, masalah tersebut terus ditunda dan sulit diproses.

  6. 6. Perbedaan perasaan setelah healing dan avoidance

    Ilustrasi damai dengan diri sendiri (freepik.com/freepik)
    freepik.com/freepik

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, healing dapat memberikan rasa lega dan damai. Refleksi ini bisa membuat kamu sembuh dengan lebih dalam karena punya waktu untuk istirahat dan mengatur pikiran.

    Pada avoidance, rasa lega hanya muncul secara sementara dan itu bukan pertanda baik. Rasa tidak nyaman tersebut dapat kembali ketika kamu harus berhadapan dengan situasi yang sama.

  7. 7. Perbedaan dampak jangka panjang healing dan avoidance

    ilustrasi damai
    freepik.com/holiak

    Apa bedanya healing dan avoidance yang terakhir dapat dilihat dari dampaknya dalam jangka panjang. Healing dapat membantu kamu memahami diri dan menjalani hidup dengan lebih bahagia.

    Nah, walaupun avoidance bersifat temporer, kebiasaan ini justru menyimpan bahaya yang lebih panjang. Alih-alih merasa tenang, kamu justru bisa terus kepikiran karena masalah belum benar-benar dihadapi.

    Setelah mengetahui apa bedanya healing dan avoidance, semoga kamu bisa lebih memahami diri sendiri, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More