6 Puisi Tentang Hati dan Perasaan yang Menyentuh Hati

Ekspresikan perasaan

6 Puisi Tentang Hati dan Perasaan yang Menyentuh Hati

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Meluapkan perasaan bisa dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan membaca puisi. Puisi itu bisa mengekspresikan perasaan yang bahagia maupun hancur, misalnya tentang cinta. 

Di bawah ini adalah kumpulan puisi tentang hati dan perasaan yang menyentuh hati dan perasaan pembacanya. Puisi ini ditulis oleh para penyair sehingga memiliki makna yang mendalam.

1. Aku Tengah Menantimu - Sapardi Djoko Damono

Puisi tentang hati dan perasaan yang pertama ditulis oleh penyair kenamaan Indonesia Sapardi Djoko Damono. Puisi ini menggambarkan perasan yang kosong dan harapan yang tertahan saat menunggu seseorang.

Aku Tengah Menantimu

Karya: Sapardi Djoko Damono

Aku tengah menantimu, mengejang bunga randu alas
Di pucuk kemarau yang mulai gundul itu
Berapa juni saja menguncup dalam diriku dan kemudian layu
Yang telah hati-hati kucatat, tapi diam-diam terlepas

Awan-awan kecil melintas di atas jembatan itu, aku menantimu
Musim telah mengembun di antara bulu-bulu mataku
Kudengar berulang suara gelombang udara memecah
Nafsu dan gairah telanjang di sini, bintang-bintang gelisah

Telah rontok kemarau-kemarau yang tipis; ada yang mendadak sepi
Di tengah riuh bunga randu alas dan kembang turi aku pun menanti
Barangkali semakin jarang awan-awan melintas di sana
Dan tak ada yang merasa ditunggu begitu lama, kau pun tiada

2. Kangen - WS Rendra

Dalam puisi Kangen, Rendra menunjukkan perasaan yang sedih dan sepi. Penyair dalam puisi ini menggunakan diksi kemerdekaan untuk menggambarkan kebebasan individu dan hidup seseorang dalam kesendirian cinta. 

Kangen

Karya: WS Rendra

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

Kau tak akan mengerti segala lukaku
Karna cinta telah sembunyikan pisaunya

Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan

Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi

Itulah berarti
Aku tungku tanpa api

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

Kau tak akan mengerti segala lukaku
Karna cinta telah sembunyikan pisaunya

Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan

Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi

Itulah berarti
Aku tungku tanpa api

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here