Baik di sinetron atau film, kadang kita melihat adegan ketika sesama perempuan saling menghina dan memanggil dengan kata-kata kasar. Julukan merendahkan mulai yang berkaitan dengan binatang hingga istilah berbau seksual seolah lancar diucapkan. Padahal, orang yang memanggil perempuan lain dengan julukan seperti pelacur atau slut memahami betul jika istilah tersebut akan membuat siapa saja yang mendengarnya sakit hati.

Lalu, kenapa perempuan yang berselisih cenderung memanggil satu sama lain dengan istilah yang merendahkan? Slut-shaming ini sempat menjadi perhatian khusus di antara peneliti sosial. Menurut kamus Merriam-Webster, slut memiliki arti a woman who has many sexual partners. Namun dalam pergaulan, makna slut meluas dari yang artinya perempuan dengan banyak pasangan seksual hingga perempuan yang menggunakan pakaian minim.

Slut-Shaming, Ketika Perempuan Dihina dengan Julukan Berbau SeksualJezebel.com

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi seseorang tega melakukan slut-shaming baik di dunia nyata maupun dunia maya. Alasan pertama adalah ingin membuat perempuan lain atau orang yang dimusuhinya terkesan lebih rendah. Dengan merendahkan perempuan lain di depannya, pelaku slut-shaming seolah terlihat memiliki derajat yang lebih tinggi. Padahal, menurut Kathryn Stamoulis Ph.D. seperti yang ia tulis dalam Psychology Today, orang yang melakukan tindakan bullying ini sejujurnya nggak nyaman dengan seksualitasnya sendiri sehingga dirinya merasa lebih baik ketika menyerang perempuan lain sebagai bentuk pertahanan.

Slut-Shaming, Ketika Perempuan Dihina dengan Julukan Berbau SeksualFoothilldragonpress.org/Ana Bello

Siapa yang nggak tersinggung dijuluki pelacur? Karena efek dari kata tersebut cukup besar dan menyakitkan, maka ada juga perempuan yang menjuluki perempuan lain pelacur hanya untuk menyakiti hatinya. Dia tahu kalau kata-kata tersebut akan sangat membekas bahkan bisa membuat seseorang trauma. Tetapi jika niatnya memang untuk melukai perasaan, maka dia nggak ragu untuk menggunakan kata tersebut.

Ketika membicarakan slut-shaming, nggak semua orang bahkan perempuan setuju bahwa panggilan slut itu menyinggung. Bahkan, slut dianggap sebagai panggilan untuk menandakan keakraban sebuah persahabatan. Karena saking dekatnya, beberapa perempuan memanggil temannya dengan istilah berbau seksual dan mereka mengaku nggak tersinggung mendapat perlakuan tersebut asalkan dilakukan oleh sahabatnya sendiri. Tetap saja, panggilan berbau seksual nggak akan kehilangan makna negatifnya terlepas dari siapa yang mengatakan.

Slut-Shaming, Ketika Perempuan Dihina dengan Julukan Berbau SeksualMookychick.co.uk

Segala bentuk bullying sudah selayaknya dilawan, termasuk tentang slut-shaming. Memanggil perempuan lain dengan istilah berbau seksual sama saja dengan memberikan “lampu hijau” kepada pria untuk melakukan hal yang sama kepada perempuan. Jadi, yuk lebih berhati-hati lagi dalam berucap dan lebih memikirkan pada dampak yang ditimbulkan nantinya.

BACA JUGA: Begini Cara Pacar Melakukan Bullying Tanpa Kamu Sadari