Ini Cara Mengetahui Apa yang Laki-Laki Pikirkan tentang Penampilanmu

Perlu bisa menilai diri sendiri dulu, Bela

Ini Cara Mengetahui Apa yang Laki-Laki Pikirkan tentang Penampilanmu

Sebelum bepergian, umumnya kita akan bercermin terlebih dahulu, memastikan apakah penampilan kita sudah rapi dan menarik. Bukan untuk orang lain, penampilan yang baik sebenarnya berdampak pada diri sendiri karena bisa meningkatkan rasa percaya diri dan rasa positif. Nggak salah jika ada istilah kalau cara berpakaian atau penampilan seseorang bisa menggambarkan karakter orang tersebut. Tapi, terlepas dari manfaat berpenampilan baik untuk diri sendiri, apakah kita bisa mengetahui bagaimana penilaian orang lain terhadap penampilan kita?

anneofcarversville-mario-testino-for-vogue-59655c387271d7f777ece6b4f376df4d.jpgAnneofcarversville.com/Mario Testino for Vogue

Sebuah penelitian pada tahun 2010 yang dilakukan oleh ilmuwan perilaku dari Universitas Chicago, Nicholas Epley, dan psikolog dari Universitas Ben-Gurion Israel, Tal Eyal, mengungkapkan bahwa kita bisa mengetahui apa yang orang lain pikirkan tentang diri kita, terutama tentang penampilan. Melansir dari Independent, pola pikir kita akan berbeda ketika kita menilai diri sendiri dan menilai orang lain.

Saat kita menilai diri sendiri, pikiran kita sudah dipenuhi oleh begitu banyak informasi tentang diri kita, misal tentang ukuran tubuh kita satu bulan lalu, bagaimana cara berpakaian kita ketika ke kantor atau model rambut sebelum kita salah potong poni. Kita tahu bahwa tubuh kita terlihat lebih berisi karena akhir-akhir ini kita sedang rajin nge-gym atau kita tahu bahwa kita selalu rapi saat ke kantor.

thefashionfraction-0388e1c784934fc6e4256c207f7549d2.jpgThefashionfraction.com

Namun kita memiliki informasi yang sangat minim ketika menilai orang lain dan cenderung menghakimi orang tersebut berdasarkan apa yang kita lihat. Ketika kita bertemu orang tersebut menggunakan kaos dan sandal jepit saat kencan, kita cenderung berpikir kalau orang tersebut pemalas, masa bodoh dengan penampilannya bahkan bisa berasumsi kalau dia menyepelekan kencan tersebut. Padahal, belum tentu demikian, kan?

Kedua peneliti tersebut kemudian mengadakan percobaan di mana para mahasiswanya diminta untuk berpose di depan kamera dan fotonya akan dinilai oleh mahasiswa lain. Para mahasiswa ini dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama yaitu para mahasiswa yang diberitahu bahwa fotonya akan dinilai oleh orang lain keesokan harinya, sedangkan kelompok kedua yaitu para mahasiswa yang diberitahu bahwa fotonya akan dinilai beberapa bulan kemudian. Hasilnya, mahasiswa yang fotonya dinilai beberapa bulan kemudian mampu menilai penampilan dirinya sendiri dengan lebih akurat. Misal, jika saat itu menggunakan kaos dan celana pendek saat ke kampus, maka beberapa bulan kemudian dirinya sadar bahwa penampilannya kurang rapi atau terkesan pemalas.

kylecongphotography-bbd3ac05a5e1257f6aa97e992c6d31b2.jpgKylecongphotography.com

Dari percobaan tersebut, Nicholas dan Tal menyimpulkan bahwa kita sendiri bisa mengoreksi penampilan kita terdahulu dan menentukan apakah kita menarik atau nggak, namun membutuhkan waktu yang nggak sebentar. Jika ada yang kurang, maka itulah yang dilihat orang lain tentang penampilanmu. Hal ini berbeda dengan hanya membayangkan orang lain yang berpenampilan seperti kita lalu menimbang-nimbang apakah penampilannya menarik atau nggak. “Orang kaya nggak bisa membayangkan rasanya menjadi miskin hanya dengan mencobanya,” tutur Nicholas. Maka dari itulah mengapa kita nggak bisa menganggap diri kita yang paling mengetahui apa yang terbaik untuk orang lain karena kita hanya mendapatkan sedikit informasi tentang orang tersebut.

Kalau menurut kamu gimana, Bela? Apakah kamu pernah mendapat komentar tentang penampilanmu dari lawan jenis?

BACA JUGA: Berkarisma, Ini 7 Profesi Pria yang Dianggap Super Seksi oleh Wanita​

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here