Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenalan dengan Fenomena Incel dan Bahayanya Bagi Perempuan

Kenalan dengan Fenomena Incel dan Bahayanya Bagi Perempuan
pexel.com/karolina-grabowska
Intinya Sih
  • Fenomena incel menggambarkan kelompok laki-laki yang frustrasi karena kegagalan romantis, lalu menyalahkan perempuan dan masyarakat, hingga memunculkan pandangan misoginis serta perilaku ekstrem di dunia maya.
  • Istilah incel awalnya diciptakan oleh seorang perempuan bernama Alana pada 1990-an, namun kini berkembang menjadi bagian dari jaringan daring bernama manosphere yang sering menormalisasi kebencian terhadap perempuan.
  • Paham incel berpotensi membahayakan perempuan melalui penyebaran misogini online, pelecehan, bahkan kekerasan fisik; sementara anggotanya sendiri terjebak dalam lingkaran toxic yang memperburuk kesehatan mental.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kekerasan seksual, pelecehan, misogini, dan toxic masculinity akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Salah satu fenomena lain yang juga sedang jadi perbincangan hangat adalah incel atau involuntary celibate (selibat tak sukarela). Istilah incel jadi slang yang banyak didiskusikan dalam forum-forum online di luar negeri. 

Orang-orang yang menjadi bagian dalam kelompok incel seringkali berdiskusi tentang wacana misoginis dan kekerasan. Mereka seakan mencari dukungan dan validasi dari orang-orang yang memiliki permasalahan yang sama dalam relasi sosial, termasuk tentang kesulitan dalam kehidupan asmara. 

Meski namanya masih kurang familiar di Indonesia, tapi fenomena ini perlu untuk diketahui karena mungkin bisa terjadi di lingkungan sekitar tanpa disadari dan membahayakan. Lantas apa itu incel dan bahayanya bagi perempuan? Simak penjelasannya berikut ini.

Table of Content

1. Apa itu incel?

1. Apa itu incel?

Fenomena incel
cnn.com

Mengutip dari CNN, istilah “incel” yang dulunya hanya slang internet, kini menjadi pembahasan luas dan masuk berita internasional. Istilah ini kerap menjadi topik pembicaraan seputar gender, misogini, kekerasan, dan ekstremisme.

Incel sendiri merupakan gabungan dari kata involuntary celibate. Secara sederhana, istilah ini merujuk pada seseorang, biasanya laki-laki, yang merasa frustasi karena kurangnya pengalaman romantis atau seksual.

Organisasi advokat Anti-Defamation League, yang berupaya menangani kebencian dan ekstremisme, mendefinisikan incel sebagai laki-laki heteroseksual yang menyalahkan perempuan dan masyarakat atas kurangnya kesuksesan romantis mereka. Ini juga berarti mereka yang memiliki pandangan atau perilaku misoginis.

2. Dari mana fenomena ini muncul?

Fenomena incel
pexels.com/fernanda-de-freitas

Meskipun istilah ini sering dikaitkan dengan misogini dan kelompok-kelompok yang didominasi laki-laki, pencipta istilah incel sendiri sebenarnya adalah seorang perempuan bernama Alana. Ia pertama kali mempopulerkan istilah tersebut pada tahun 1990-an melalui sebuah situs web pribadi berjudul Alana’s Involuntary Celibacy Project. Istilah incel menjadi bagian dari bahasa yang ia gunakan bersama para followers-nya saat mereka mendiskusikan perasaan malu dan kecanggungan sosial. Namun, seiring penyebarannya, istilah tersebut mulai memiliki makna yang berbeda-beda.

3. Kelompok yang berpandangan perempuan adalah beban

Fenomena incel
pexel.com/imur-weber

Fenomena incel itu sebenarnya tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari jaringan yang lebih besar yang sering disebut sebagai manosphere. Di dalamnya ada berbagai “komunitas” laki-laki di internet, mulai dari yang mengajarkan cara ‘menaklukkan’ perempuan, mengatasnamakan aktivis hak laki-laki, sampai influencer dengan konsep “alpha male”. 

Menariknya, komunitas seperti ini banyak menarik perhatian laki-laki muda. Hal ini karena di fase hidup tersebut, banyak dari mereka sedang mencari jati diri, butuh tempat merasa punya kelompok, dan ingin mencari makna kenapa hidup mereka terasa sulit, terutama dalam hal relasi atau kepercayaan diri.

Brette Steele, direktur senior bidang Pencegahan Kekerasan yang Ditargetkan di McCain Institute, dalam wawancara bersama CNN tahun 2022 lalu mengatakan bahwa, komunitas daring seperti ini terasa jadi tempat yang nyaman dan mudah diakses untuk cari validasi dan jawaban. Apalagi sekarang, makin banyak interaksi yang pindah ke dunia online, di mana interaksi sosial secara langsung juga bisa ikut menurun. 

Tapi, yang jadi masalah, beberapa kelompok di dalam manosphere, termasuk kelompok incel ini, punya pandangan yang cukup bermasalah tentang perempuan. Mereka sering melihat perempuan secara negatif, seolah-olah perempuan itu beban bagi masyarakat, atau objek yang harus tunduk pada laki-laki yang dominan secara seksual. Pola pikir seperti ini justru bisa memperparah hubungan yang sehat dan setara.

4. Ciri-ciri budaya incel

Fenomena incel
pexel.com/mart-production

Untuk mengenal apakah sebuah kelompok itu merupakan bagian dari incel atau orang terdekatmu sudah terkena paham incel bisa dilihat dari ciri-cirinya sebagai berikut:

1. Terobsesi pada penampilan

Di komunitas ini, penampilan fisik dianggap segalanya. Mereka percaya kalau wajah dan tubuh menentukan segalanya, mulai dari peluang punya pasangan sampai nilai seseorang di masyarakat. Jadi kalau merasa kurang menarik, mereka langsung merasa kalah.

2. Percaya perempuan itu terlalu pilih-pilih

Ada juga keyakinan soal “hipergami” alias anggapan kalau perempuan cuma mau sama laki-laki yang lebih unggul (lebih kaya, lebih ganteng, lebih sukses). Dari sudut pandang ini, perempuan dianggap memanfaatkan daya tarik mereka untuk menaikan status sosial.

3. Anti-feminisme

Banyak dari mereka yang nggak suka sama feminisme. Mereka melihat gerakan ini sebagai sesuatu yang merugikan laki-laki, karena perempuan jadi punya lebih banyak kebebasan dalam memilih pasangan dan menentukan hidupnya sendiri.

4. Punya pola pikir yang cukup ekstrem dan berbahaya

Hal yang paling mengkhawatirkan, di beberapa forum bahkan muncul ide-ide ekstrem, seperti keinginan untuk mengontrol perempuan atau mengembalikan sistem yang sangat patriarkal dengan cara memaksa atau melakukan pemerkosaan. Ini jelas jadi red flag besar karena sudah mengarah ke pembenaran kekerasan.

5. Rasa berhak atas perempuan

Banyak anggota komunitas ini merasa seolah-olah mereka berhak mendapatkan perhatian atau hubungan dari perempuan. Ketika itu nggak terjadi, muncul rasa frustrasi yang kemudian berubah jadi kemarahan.

Pola pikir dalam komunitas incel ini seringkali berangkat dari rasa insecure dan penolakan, tapi kemudian berkembang jadi cara pandang yang menyalahkan perempuan dan dunia sekitar. 

5. Dampak incel dan bahayanya bagi perempuan

Fenomena incel
pexels.com/fernanda-de-freitas

Pemikiran maupun kelompok incel dapat membahayakan semua orang, entah itu laki-laki, terlebih perempuan. Banyak anggota komunitas ini berangkat dari rasa kesepian, penolakan, dan masalah kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan. Tapi kalau terus dipupuk di lingkungan yang sama, perasaan itu bisa berubah jadi kemarahan, bahkan kebencian. Beberapa dampak dan bahayanya incel termasuk:

1. Bisa mendorong ke pola pikir yang makin ekstrem

Di dalam komunitas incel, ada kecenderungan untuk saling menguatkan narasi negatif, misalnya menyalahkan perempuan atau dunia atas kegagalan pribadi mereka. Lama-lama, ini bisa berkembang jadi pandangan yang lebih ekstrem, bahkan bersinggungan dengan ideologi radikal seperti supremasi laki-laki atau paham ekstrem lainnya.

2. Lingkaran toxic yang memperburuk kondisi mental

Ironisnya, komunitas ini sering jadi tempat pelarian bagi laki-laki yang lagi struggling dengan kondisi mental mereka. Tapi alih-alih membaik, mereka justru makin terjebak dalam rasa marah, kesepian, dan putus asa. Banyak penelitian menunjukkan tingkat depresi dan kecemasan yang tinggi di kalangan incel.

Orang-orang yang berpaham incel cenderung menutup diri dan nggak mencari bantuan ke psikolog atau tenaga profesional. Mereka punya masalah yang terus dipendam dan malah diperkuat oleh lingkungan yang kurang sehat. Kalau dalam bahasa sekarang ‘diarahkan oleh yang hilang arah’, yang tentu sangat berbahaya.

3. Rasa dendam yang bisa berujung berbahaya

Ketika rasa frustrasi dan merasa ditolak terus menumpuk tanpa solusi, sebagian orang bisa mengarah ke rasa dendam. Dan dari sinilah potensi perilaku berbahaya bisa muncul.

4. Pelecehan dan misogini online

Kelompok incel sering menyebarkan narasi kebencian dan pelecehan terhadap perempuan di media sosial. Mereka memandang rendah perempuan dan menganggap perempuan sebagai objek yang tidak layak mendapatkan hak atau penghormatan. Perempuan kerap menjadi sasaran cyberbullying dan intimidasi oleh kelompok ini, yang menyebabkan rasa takut, cemas, dan dampak kesehatan mental lainnya.

5. Kekerasan fisik dan seksual 

Paham incel dapat memicu kekerasan nyata. Mereka sering memusuhi perempuan yang menolak mereka dan dalam kasus ekstrem, dapat melakukan tindakan kekerasan, bahkan pembunuhan. Contohnya mungkin adanya kekerasan dalam rumah tangga atau dalam hubungan karena para lelaki ini merasa lebih berkuasa daripada perempuan.

6. Perempuan jadi trauma dan kurang percaya pada laki-laki

Mereka yang pernah menjadi korban dari para incel mungkin memiliki traumanya sendiri. Bahkan, hanya mendengar dan mengerti fenomena ini sekalipun bisa membuat banyak perempuan semakin enggan membuka diri pada interaksi dengan laki-laki. 

Itulah pengertian dari fenomena incel yang membawa keresahan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Natasha Cecilia Anandita
EditorNatasha Cecilia Anandita
Follow Us

Related Articles

See More