Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Keluarga Yayoi Kusama, Seniman Polkadot yang Meninggal Dunia!

7 Fakta Keluarga Yayoi Kusama, Seniman Polkadot yang Meninggal Dunia!
Tate.org.uk
  • Yayoi Kusama lahir di Matsumoto pada 1929 sebagai anak bungsu dari empat bersaudara, dalam keluarga berada yang menjalankan bisnis pembibitan tanaman dan benih.
  • Masa kecilnya diwarnai penolakan ibunya terhadap karier seni serta konflik orang tua, termasuk pengalaman diminta mengawasi ayahnya yang disebut memiliki hubungan lain.
  • Kusama tetap menekuni seni, belajar nihonga di Kyoto, berpameran, lalu mengembangkan karya eksperimental di New York; ia tidak menikah dan tidak memiliki anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nama mendiang Yayoi Kusama tentu sudah tidak asing bagi pencinta seni. Seniman asal Jepang ini dikenal lewat karya-karyanya yang penuh warna, motif polkadot, labu, hingga instalasi Infinity Mirror Rooms yang membuat pengunjung seolah masuk ke dunia tanpa batas.

Namun, di balik popularitasnya sebagai salah satu seniman avant-garde paling berpengaruh di dunia, Yayoi memiliki masa kecil yang cukup kompleks. Ia tumbuh di Matsumoto, Jepang dalam keluarga yang menjalankan bisnis tanaman dan benih dengan hubungan antaranggota keluarga yang tidak selalu harmonis.

Lantas, seperti apa keluarga yang membesarkan sang seniman? Berikut beberapa fakta keluarga Yayoi Kusama yang menarik untuk diketahui.

  1. 1. Berdarah Jepang yang lahir di Matsumoto

    Keluarga Yayoi Kusama
    People.com

    Yayoi Kusama lahir pada 22 Maret 1929 di Matsumoto, Prefektur Nagano, Jepang. Ia merupakan bagian dari keluarga berada yang tinggal di wilayah pegunungan Jepang tengah dan dikenal menjalankan bisnis pembibitan serta perdagangan benih. Sementara itu, identitas orangtua Yayoi tidak banyak dipublikasikan secara terbuka dalam berbagai sumber biografinya.

    Meski begitu, kisah tentang kedua orang tuanya cukup sering muncul dalam cerita mengenai masa kecil Yayoi. Ia tumbuh dalam keluarga dengan nilai-nilai yang konservatif, sehingga mereka disebut tidak harmonis.

    Lingkungan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam kisah hidup Yayoi sebelum dirinya dikenal sebagai seniman kontemporer dunia.

  2. 2. Anak bungsu dari empat bersaudara

    Keluarga Yayoi Kusama
    Factory International

    Yayoi sendiri merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ia bukan satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya karena Yayoi memiliki satu kakak perempuan dan dua kakak laki-laki. Dengan demikian, ia tumbuh bersama tiga saudara yang lebih tua darinya di Matsumoto.

    Sebagai anak paling kecil, pengalaman bersama orang tua dan saudara-saudaranya menjadi bagian dari masa lampau yang kemudian banyak dibicarakan dalam biografi sang seniman. Berbagai pengalaman tersebut juga kerap dikaitkan dengan bagaimana Yayoi menemukan seni sebagai ruang untuk mengekspresikan dirinya.

  3. 3. Keluarga berbisnis tanaman dan benih

    Keluarga Yayoi Kusama
    Tate.org.uk

    Keluarga Yayoi diketahui menjalankan bisnis pembibitan tanaman dan benih di Matsumoto. Usaha tersebut menjadi sumber penghidupan keluarga sekaligus membuat Yayoi cukup dekat dengan lingkungan alam sejak masih kecil. Bahkan, hingga kini masih terdapat pembibitan tanaman di lokasi rumah masa kecilnya.

    Kedekatan dengan alam ternyata ikut muncul dalam karya-karya Yayoi. Ia pernah menggambarkan bunga, tanaman, hingga labu yang kemudian menjadi salah satu objek paling ikonik dalam perjalanan seninya.

    Pengalaman melihat pola dan bentuk alam sejak kecil juga berpadu dengan pengalaman visual yang ia rasakan dan kemudian diterjemahkan ke dalam karya.

  4. 4. Tidak dapat dukungan dari sang ibu untuk menjadi seniman

    Keluarga Yayoi Kusama
    People.com

    Ketertarikan Yayoi terhadap seni ternyata mendapat penolakan dari keluarganya, terutama sang ibunda. Ibu Yayoi disebut tidak ingin anak bungsunya menjadikan kegiatan melukis sebagai jalan hidup utama. Pada masa itu, sang ibu lebih menginginkan Yayoi menjalani kehidupan perempuan Jepang yang dianggap lebih konvensional.

    Yayoi bahkan pernah menceritakan bahwa ibunya mengambil hingga merusak kanvas dan perlengkapan melukisnya. Meski begitu, Yayoi justru terus menggambar dan melukis sesuai dengan mimpinya, termasuk menuangkan berbagai pengalaman visual yang dialaminya sejak kecil.

  5. 5. Hubungan orang tua tidak harmonis

    Keluarga Yayoi Kusama
    Tate.org.uk

    Masa kecil Yayoi juga diwarnai hubungan kedua orang tuanya yang kurang harmonis. Dalam berbagai wawancara dan tulisan kehidupan, Yayoi menceritakan bahwa sang ayah memiliki hubungan dengan perempuan lain.

    Kondisi tersebut membuat suasana di rumahnya semakin rumit. Yayoi bahkan pernah mengungkapkan bahwa sang ibu memintanya untuk mengawasi ayahnya ketika sedang bersama perempuan lain tersebut.

    Pengalaman itu membuat dirinya seolah berada di tengah konflik kedua orang tuanya sejak masih kecil. Tidak mengherankan jika pengalaman keluarga tersebut kemudian banyak dibahas ketika membicarakan perkembangan psikologis dan karya-karyanya.

  6. 6. Berani menentang keluarga demi karier seni

    Keluarga Yayoi Kusama
    Tate.org.uk

    Meski mendapat penolakan dari keluarga, Yayoi tidak menyerah pada impiannya. Ia kemudian mempelajari seni lukis nihonga di Kyoto dan perlahan mulai mengikuti pameran. Pada awal 1950-an, ia bahkan sudah menggelar pameran tunggal pertamanya di Matsumoto.

    Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke Amerika Serikat pada 1957. Di New York, Yayoi mulai mengembangkan karya eksperimental yang berbeda dari seni tradisional Jepang dan perlahan membangun namanya di tengah perkembangan seni avant-garde.

    Di sana, ia mengembangkan karya dengan pola berulang, lukisan Infinity Nets, patung, instalasi, hingga berbagai aksi seni. Gaya tersebut akhirnya membuat namanya dikenal luas dan menjadi fondasi dari identitas artistiknya yang ikonik hingga sekarang.

  7. 7. Tidak menikah dan tidak memiliki anak

    Keluarga Yayoi Kusama
    Tate.org.uk

    Sepanjang hidupnya, Yayoi diketahui tidak menikah dan tidak memiliki anak. Alih-alih membangun kehidupan keluarga melalui pernikahan, sebagian besar waktunya ia dedikasikan untuk berkarya dalam berbagai bidang, mulai dari melukis, membuat patung dan instalasi, hingga menulis novel serta puisi.

    Pilihan hidup tersebut membuat karya menjadi bagian yang sangat besar dari kehidupan Yayoi. Bahkan setelah kembali ke Jepang pada 1970-an dan kemudian tinggal di fasilitas psikiatri secara sukarela sejak 1977, ia tetap berkarya secara produktif dari studio yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

    Kini, Yayoi telah berpulang pada usia 97 tahun pada 14 Agutus 2026 kemari. Meski tidak meninggalkan keluarga dalam bentuk pasangan dan anak, ia meninggalkan warisan seni yang begitu besar. Selamat jalan Yayoi Kusama!

    FAQ seputar keluarga Yayoi Kusama

    Yayoi Kusama lahir di mana?

    Yayoi Kusama lahir di Matsumoto, Prefektur Nagano, Jepang, pada 22 Maret 1929.

    Apa pekerjaan keluarga Yayoi Kusama?

    Keluarganya menjalankan bisnis pembibitan tanaman dan benih di Matsumoto. Lingkungan tersebut membuat Yayoi cukup dekat dengan alam sejak kecil.

    Yayoi Kusama anak ke berapa?

    Yayoi Kusama merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dan satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More