Ini Bedanya Percaya Kata Insting dengan Sembarangan Menilai Orang

Jangan sampai jadi orang yang tipe kedua ya, Bela

Ini Bedanya Percaya Kata Insting dengan Sembarangan Menilai Orang

Percaya insting disebut tidak bisa diandalkan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah membuktikan kemanjuran insting yang sangat nyata.

Studi menunjukkan bahwa memasangkan insting dengan pemikiran analitis menghasilkan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Lagi pula, usus disebut sebagai "otak kedua" oleh para ilmuwan karena sekitar 100 juta neuron yang melapisi saluran pencernaan ini sangat sensitif.

Meskipun ini kabar baik, tetapi semakin diterimanya penggunaan intuisi sebagai panduan mungkin memiliki efek samping yang tidak diinginkan.

Disebutkan, semakin kita merasa mampu mendengarkan—dan mempercayai—insting, semakin kita siap untuk menjadi orang yang suka menghakimi.

Memahami perbedaan antara insting dan sembarangan menilai orang

Ini Bedanya Percaya Kata Insting dengan Sembarangan Menilai Orang

“Memercayai insting sering kali lebih merupakan perasaan daripada proses berpikir. Kita mungkin merasa tidak nyaman atau ada sesuatu yang tidak beres,” kata psikolog berlisensi, Jessica Rabon, PhD.

Sebaliknya, bersikap menghakimi adalah tentang membentuk opini atau menarik kesimpulan tentang orang atau situasi lain, daripada bagaimana perasaanmu terhadap mereka.

Jadi, insting dapat membuatmu berkata, "Aku punya firasat buruk tentang orang ini". Sementara penilaian yang menghakimi membuatmu berkata, "Orang ini tidak sopan."

Sering terjadi dan tidak disadari

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here

























© 2024 Popbela.com by IDN | All Rights Reserved

Follow Us :

© 2024 Popbela.com by IDN | All Rights Reserved